web analytics
Connect with us

Uncategorized @id

Perempuan Banjarnegara membentuk Aliansi

Mitra Wacana WRC

Published

on

This post is also available in: Indonesia

Waktu dibaca: < 1 menit

Sabtu (19/09) bertempat di Balai Desa Karang Jati, Susukan Banjarnegara Mitra Wacana didukung Oleh AWO International menyelenggarakan pertemuan yang mengambil tema “Silaturahmi Antar Organisasi Perempuan Banjarnegara”. Hadir dalam acara ini kelompok perempuan di 4 desa (Bondolharjo, Petuguran, Berta dan Karangjati) serta organisasi-organisasi perempuan lainnya (Aisyiyah, Nasyiyatul Aisyiyah, Perempuan Sarikat Islam, Fatayat NU, Muslimat NU, Kelompok Wanita Tani, PKK, Majelis Taklim, dan sebagainya).

Adapun tujuan dari pertemuan ini adalah : 1)Peserta memahamai pentingnya kerja bersama dalam satu wadah Aliansi dari organisasi perempuan. 2)Mengajak kerja bersama dengan organisasi-organisasi perempuan dalam mewujudkan perlindungan anak dari kekerasan seksual. 3)Membentuk  dan pengukuhan aliansi dari organsiasi-organisasi perempuan untuk mengoptimalkan kerja bersama.

Acara ini dimeriahkan oleh Pentas seni/Tari Tradisional Banyumas dari ibu-ibu anggota Woman Care. Dalam acara ini juga ada talkshow tentang pengalaman dan sosialisasi organisasi perempuan dari 4 desa: Ibu Darini (woman Care, Karangjati), ibu Lilis (Lentera Hati, Berta), Ibu Emi (Sejoli, Bondolharjo), dan ibu Parwati (PWP, Petuguran).

Dari Woman Care ibu Darini mengatakan hambatan ketika bergabung di Woman Care (Woca) yang tahu woca hanya ibu-ibu PKK saja, belum banyak yang tahu. Tetapi kepala desa mendukung dan ikut mempromosikan adanya woca. Sedangkan menururut ibu Lilis dari Lentera Hati Berta, anggota kelompok banyak yang tidak hadir dalam pertemuan rutin, padahal dalam pertemuan rutin itu kita bisa belajar banyak hal misalnya belajar tentang Parenting cara mengasuh anak ungkapnya lagi.

Pertemuan ini berakhir setelah ada kesepakan  terbentuknya Aliansi Organisasi Perempuan yang bertujuan mengoptimalkan kerja-kerja promosi perlindungan anak dari kekerasan seksual. (@s3)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Pola Asuh Anak di Masa Pandemi Covid-19

Mitra Wacana WRC

Published

on

This post is also available in: Indonesia

Waktu dibaca: 2 menit

   

Ada apa dengan KPK ?

Agus Rahmad Hidayat
Mahasiswa Magang

Selasa (29/06/2021), Pada Sinau Sareng#34 Mitra Wacana kali ini menghadirkan Yusmashfiyah, S.Ag., MPd. (CO-Founder Karima Center For Parenting Literacy) di Podcast Mitra Wacana membahas tema “Pola Asuh Anak di masa Pandemi Covid-19 selama satu jam lebih. 

Tema ini diambil seiring dengan penyebaran wabah Covid-19 yang belum usai selama satu tahun lebih yang merubah kebiasaan kita sehari-hari. Ada begitu banyak dampak yang dirasakan  selama  wabah covid-19 mulai dari kegiatan berkumpul dibatasi, pembelajaran jarak jauh dan himbauan untuk bekerja di rumah. Sementara itu imbauan untuk menjaga jarak fisik yang aman dari orang lain terus diserukan. Situasi ini tidak mudah bagi siapapun, khususnya orang tua dalam mengasuh anaknya. 

Dalam Sinau Sareng tersebut, Yusmashifyah mengungkapkan bahwa pademi ini saat ini berdampak pada beberapa hal dalam kehidupan kita.  Dampak kesehatan mental yang terganggu akibat banyaknya pemberitaan media terkait covid-19 yang belum tentu benar dan terkadang membuat kita takut. Selain itu Covid-19 berdampak pada sektor ekonomi yang mengakibatkan terbatasnya akses untuk bekerja, keluar rumah maupun fluktuasi secara keuangan sangat berbeda pada kondisi sebelumnya. Orang tua juga harus memberikan edukasi kepada anak tentang bahayanya Covid-19 agar terhindar dari penularan virus tersebut.

Dampak-dampak tersebut sangat berpengaruh pada siklus kehidupan kita terutama di keluarga yang berdampak pada meningkatnya tekanan atau beban dalam keluarga yang mempengaruhi psikologi orang tua. Dampak psikologi ini terkadang membuat kedua orang tua mudah tersulut emosinya ketika anak melakukan kesalahan, dampak-dampak tersebut sedikit banyak berubah pada pola asuh anak oleh kedua orang tua. 

Dimasa pademi ini orang tua harus lebih sensitif terhadap kondisi mental anak karena sebelum ada wabah ini mereka biasa bermain dengan teman-temannya setiap saat tetapi saat ini hampir dua tahun mereka tidak bisa melakukannya.

Disini asa asi asuh sangat penting bagi anak, memberikan stimulasi untuk perkembangan anak, memberikan kasih sayang walaupun beban semakin meningkat, mengajak anak bermain dengan memanfaatkan fasilitas di rumah orang tua harus responsif dan kreatif. 

Disini ada peran ayah dan ibu yang harus dilakukan, pengasuhan bukan peran ibu saja tetapi kehadiran dan kasih sayang ayah dalam mengasuh anak sangat dibutuhkan.  

Ada banyak hal yang bisa dipelajari dari peran kedua orang tua di saat pandemi ini, anak bisa melihat iklim yang harmonis tercipta dalam keluarga sehingga membuat nyaman berada di rumah. Pola asuh anak ini sangat menentukan terhadap tumbuh kembang anak sehingga  orang tua harus berhati-hati dalam menjaga pola asuh tanpa kekerasan. 

Continue Reading

Who is Online

No one is online right now

Advertisement
Advertisement

Twitter

Trending

Mari bergabung bersama Mitra Wacana

Silahkan bergabung dan menjadi bagian dari Mitra Wacana.
Akan ada penghargaan untuk tulisan yang terpilih.
Terima Kasih

Gabung