web analytics
Connect with us

Uncategorized @id

Ada persoalan Adminduk di Jalatunda Banjarnegara

Mitra Wacana WRC

Published

on

Alur Adminduk. Foto:www.google.com

This post is also available in: Indonesia

Waktu dibaca: 2 menit

Permasalahan Administrasi Kependudukan (Adminduk) adalah pemasalahan klasik yang sering dihadapi di berbagai daerah di indonesia. Tak terkecuali di Desa Jalatunda, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara. Di desa ini, yang merupakan salah satu desa tertinggal di Banjarnegara, permasalahan terkait pengurusan adminduk masih sering kita jumpai.

Permasalahan Adminduk di Desa Jalatunda yang sering menjadi sumber keluhan warga yaitu tentang susah dan lamanya proses pengurusan administrasi. Masih berbelit-belitnya proses dan alur pengurusan ditambah kurang mengertinya warga tentang syarat-syarat yang dibutuhkan saat proses pengurusan sering memaksa warga harus mondar mandir untuk menutupi berbagai kekurangan berkas yang di butuhkan. Jarak tempuh yang cukup jauh juga menjadi salah satu faktor yang memunculkan anggapan warga bahwa mengurus adminduk adalah sesuatu yang menguras waktu, tenaga dan biaya. Kurangnya kesadaran warga akan pentingnya mengurus berkas Adminduk semakin menebalkan rasa enggan warga untuk mengurus dan memiliki berkas Adminduk. Semua hal tersebut membuat banyaknya warga desa Jalatunda yang tidak mempunyai berkas administrasi kependudukan secara lengkap.

Untuk mengetahui jumlah warga yang tidak mempunyai berkas administrasi secara pasti di lingkungannya, Kelompok Usaha Bersama (KUB) Srikandi, salah satu kelompok usaha yang ada di dukuh Karangkobar desa Jalatunda pada tanggal 31 oktober-1 November 2017 membentuk panitia kecil yang tediri dari Ibu Sarti, Wartini, Kastini, Ramen dan  Soliah. Panitia kecil ini menginisiasi dan mengadakan adanya sensus adminduk sekup dukuh karang kobar. Adapun tujuan dari sensus skala kecil ini adalah untuk melakukan pemetaan terhadap pemasalahan adminduk di dukuh karang kobar, Jalatunda. Tujuan lainnya yaitu untuk memperoleh data secara nyata terkait warga karang kobar yang tak memiliki dokumen administrasi kependudukan.

Dari sensus skala kecil yang di lakukan oleh KUB Srikandi diperoleh beberapa fakta yaitu: Dalam Permasalahan Kartu keluarga(KK) Sebanyak 7 orang warga karangkobar tidak terdaftar dalam KK, Sebanyak 6 orang warga tidak mempunyai Kartu keluarga dan sebanyak 3 orang mengalami kekeliruan administrasi. Dalam permasalahan KTP sebanyak 5 orang warga karang kobar mengalami KTP kadaluarsa, yaitu KTP yang sudah tidak berlaku(KTP lama) dan sebanyak 15 orang warga Karangkobar didapati tidak/belum mempunyai KTP. Dalam hal pemasalahan akte kelahiran di dapati bahwa sebanyak 163 warga Karang kobar tidak memiliki akte kelahiran. masalah ini kebanyakan di dapati dan dialami oleh mereka orang dewasa dan lanjut yang telah berkeluarga. Banyak diantara mereka yang beranggapan bahwa pengurusan akte kelahiran sudah tidak penting lagi sehingga mereka tak perlu lagi mengurus akte kelahiran.

Hasil temuan sensus skala kecil yang dilakukan oleh KUB Srikandi dipublikasikan lagi kepada seluruh warga karangkobar di sela-sela kesibukan warga bercocok tanam. karena sulitnya mengumpulkan warga, KUB Srikandi melakukan publikasi hasil temuannya di tengah sawah di sela istirahat warga saat bercocok tanam. ini menjadi terobosan yang efektif dan efisien karena KUB tidak perlu lagi membuat forum untuk mengumpulkan warga, KUB srikandi memanfaatkan moment gotong royong saat bercocok tanam sebagai forum untuk mempublikasikan hasil temuannya tanpa mengganggu aktivitas warga.

Sebagai tindak lanjut dari hasil temuannya dalam sensus adminduk, Panitia kecil bentukan KUB Srikandi juga melakukan pendampingan terhadap warga yang akan melakukan pengurusan administrasi kependudukan. Panitia ini memberikan edukasi informasi terkait syarat dan proses pembuatan adminstrasi kependudukan. ” Tujuane ya kepengin bantu masyarakat, wong Jalatunda akeh sing ora due KTP karo akte” Tutur bu Sarti(ketua KUB) saat ditanya apa tujuan dari adanya tim pendamping ini.Tim ini juga tak segan mendampingi secara langsung saat proses pengurusan administrasi kependudukan. (Feri Jalanews)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Opini

BISNIS ONLINE MENJADI PILIHAN UNTUK MEWUJUDKAN HUBUNGAN GENDER

Mitra Wacana WRC

Published

on

This post is also available in: Indonesia

Waktu dibaca: 3 menit

Oleh : Ewinda Adlina Hashifa (Mahasiswa Magang di Mitra Wacana WRC)

Dalam budaya patriarki, biasanya sulit bagi perempuan untuk memasuki sektor publik dan menghasilkan uang secara mandiri. Mereka harus bekerja di sektor domestik saja dan sesuai sifatnya. Mereka dilarang bekerja di luar karena dianggap melanggar aturan dan nilai-nilai di masyarakat. Tetapi saat ini, banyak wanita dapat bekerja di luar dan menjadi wanita karier. Pola pikir masyarakat telah berubah sehingga peran gender harus sama untuk mewujudkan kesejahteraan bersama di masyarakat.

Di era modern ini, beberapa wanita dapat bekerja di sektor publik untuk mencari penghasilan seperti halnya pria yang mencari penghasilan di luar. Perempuan dengan keterbatasan dalam hal pendidikan, keterampilan dan pengalaman kerja, peluang kerja, faktor biologis dan kemampuan fisik dapat bekerja dengan menjadi pekerja berbasis rumahan perempuan. Menjadi perempuan pekerja berbasis rumahan membuat perempuan dapat bekerja di ruang publik dan memiliki penghasilan tanpa meninggalkan pekerjaan rumah tangga mereka sehingga mereka dapat menyeimbangkan kedua pekerjaan pada saat yang sama.

Pekerja berbasis rumahan wanita dapat ditemukan di industri rumah tangga seperti toko kerajinan tangan, dan wanita membangun bisnis mereka dengan toko online tanpa membangun toko. Lebih jauh, membangun bisnis mereka sendiri dapat menjadi pilihan bagi perempuan yang memiliki keterbatasan latar belakang pendidikan dan keterampilan untuk menghasilkan pendapatan tetapi tetap di rumah, karena sifatnya yang informal. Saat ini, bisnis berbasis rumah menarik minat wanita untuk membantu suami mereka mendapatkan penghasilan tetapi masih melakukan pekerjaan rumah tangga di rumah.

Peningkatan peluang kerja bagi perempuan di sektor industri rumah tangga disebabkan oleh beberapa hal. Pertama, memasuki usaha tidak membutuhkan pendidikan kelas tinggi. Kedua, kondisi yang dituntut oleh pekerja perempuan lebih mudah daripada pekerja laki-laki yang harus bekerja di luar. Sebagian besar, wanita yang memiliki latar belakang sosial berkualitas rendah memiliki keinginan kuat untuk bekerja. Rendahnya standar latar belakang ekonomi keluarga juga menjadi dorongan bagi perempuan untuk bekerja. Seiring dengan perkembangan zaman dalam teknologi, bisnis online mulai meningkat dan menjadi mudah diakses melalui banyak tempat pasar atau media sosial yang dapat membantu menjual produk secara luas dan cepat. Ini bisa menjadi pengaruh bagi wanita saat ini untuk menjadi lebih maju dengan mengembangkan bisnis rumah tangga mereka.

Bisnis online adalah peluang bagi perempuan untuk dapat mewujudkan kesetaraan gender dan membuktikan bahwa perempuan dapat menghasilkan pendapatan seperti halnya laki-laki tetapi dengan cara yang berbeda. Selain itu, banyak wanita mengembangkan bisnis berdasarkan hasil dari kebiasaan memasak mereka di rumah dan kemudian mereka memiliki ide untuk membuka restoran atau menjual beberapa jenis makanan ringan melalui sistem toko online. Selain itu, wanita juga melakukan bisnis mereka dengan sistem re-seller atau drop-ship yang diambil dari toko online lainnya sehingga mereka tidak memiliki produk yang dibuat sendiri. Selain itu, barang yang dibeli adalah pakaian, tas, dan lainnya.

Bagi wanita yang memiliki hobi berbelanja, maka mereka dapat membuka layanan pribadi melalui toko online. Di sisi lain, bagi wanita yang memiliki keterampilan lain seperti menenun, membuat kerajinan tangan, dan keterampilan kreatif lainnya, barang dapat dibeli di pasar online atau oleh toko fisik. Saat ini wanita mulai memajukan hubungan gender dalam keluarga mereka untuk berkontribusi bersama untuk menghasilkan pendapatan untuk digunakan sebagai keuangan keluarga. Hal ini dapat meningkatkan tingkat kesejahteraan keluarga.

Hubungan gender adalah hubungan sosial antara pria dan wanita di masyarakat dan keluarga. Dalam kehidupan sosial, istri dan suami membangun interaksi dan kewajiban yang baik sebagai pasangan dalam keluarga. Tampaknya ada keterlibatan antara istri dan suami melakukan kolaborasi peran dan interaksi sosial. Hubungan gender dapat muncul dari kolaborasi antara suami dan istri yang bekerja baik berdasarkan tujuannya untuk meningkatkan keuangan keluarga agar dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga.

 Hubungan gender juga terlihat ketika seorang istri diizinkan oleh suaminya untuk membangun bisnis seperti industri rumahan atau hanya menjual kembali dan mengirim melalui toko online. Memberi izin kepada istri juga termasuk dalam hubungan gender karena laki-laki memberikan kebebasan kepada istri mereka untuk membuat keputusan. Wanita saat ini tidak lagi menjadi objek bawahan. Mereka memiliki kebebasan untuk bekerja dan menghasilkan pendapatan sendiri, dan tidak bergantung pada suami mereka lagi. Selain itu, penghasilan yang mereka dapatkan juga untuk kepentingan keluarga. Wanita saat ini dapat membantu menjadikan peran sebagai sumber keuangan keluarga. Tampaknya istri dan suami berkolaborasi untuk mewujudkan hubungan gender. Kesimpulannya, saat ini perempuan dapat bekerja dari rumah dengan menjadi pekerja berbasis rumahan perempuan.

Toko online adalah alternatif bagi wanita untuk menghasilkan pendapatan secara mandiri tanpa tergantung pada jumlah mereka. Ada banyak pasar melalui aplikasi atau melalui media sosial untuk menjual barang-barang mereka secara luas. Wanita yang membuka toko online mereka dapat membantu keuangan keluarga karena sumber keuangan tidak hanya dari suami tetapi juga dari istri. Istri dan suami membangun kolaborasi peran yang meningkatkan kesejahteraan keluarga. Ini menunjukkan bahwa hubungan gender antara suami dan istri dapat bekerja dengan baik.

Continue Reading

Who is Online

No one is online right now

Advertisement

Twitter

Trending

Mari bergabung bersama Mitra Wacana

Silahkan bergabung dan menjadi bagian dari Mitra Wacana.
Akan ada penghargaan untuk tulisan yang terpilih.
Terima Kasih

Gabung