web analytics
Connect with us

Opini

Anakku Mandiri

Mitra Wacana WRC

Published

on

Anakku Mandiri. Sumber gambar: https://www.slideshare.net

This post is also available in: Indonesia

Waktu dibaca: 4 menit

Oleh TM. Handayani

Bagaimana caranya mendidik anak menjadi mandiri? Berikut beberapa poin yang bisa dijadikan acuan, menurut terapis Lynn Lott dan Riki Intner dari California.

Semua anak memerlukan kesempatan untuk terlibat dalam kerja rumah tangga.
Jangan pernah menyepelekan anak hanya karna mereka terlalu kecil. Berikut beberapa pembagian tugas yang bisa dijadikan acuan, meskipun tidak ada pembatasan kaku sehingga tidak membatasi apa yang bisa dikerjakan anak.

Usia 2 – 3 tahun:
Alternatif tugasnya: membereskan dan merapikan mainan, memberi makan binatang piaraan, membersihkan tumpahan, mengembalikan sepatu pada tempatnya.
Usia 4 tahun:
Alternatif tugas: merapikan tempat tidur, menata meja, merapikan tanaman dan kebun, membantu memasukkan belanjaan ke dalam lemari.
Usia 5 tahun:
Membantu berbelanja, membuang sampah, membersihkan kamar.
Usia 6 tahun:
Menjemur pakaian, memasak menu sederhana, membereskan lemari, menyiapkan bekal makanan.
Usia 7 – 8 tahun:
Menerima telepon, mengurus sepeda, merapikan kamar, mencuci sepatu sekolah.
Usia 9 – 10 tahun:
Menyapu lantai, mencuci pakaian dan sepatu sendiri, menyapu halaman.

Hindari pembagian tugas menurut jenis kelamin

Akan lebih baik mengajari anak untuk melakukan aneka tugas yang berbeda-beda. Anak laki-laki juga bisa mencuci piring, memasak, melipat pakaian. Begitu juga anak perempuan bisa juga mencuci kendaraan atau membabat rumput. Anak-anak harus dilatih untuk menghadapi hidup dengan menghilangkan stereotip pembedan tugas perempuan dan laki-laki. Semakin banyak yang dipelajari, maka semakin mudah hidup mereka bila sudah mandiri.

Hindari mudah merasa kasihan

Bila kita merasa kasihan pada anak, dan mengerjakan tugas-tugas mereka, tanpa kita sadari, kita justru meremehkan anak karena menganggap mereka tidak mampu mengerjakan tanggung jawab mereka. Kita juga sudah tidak menghormati kesepakatan yang sudah kita sepakati dengan anak. Kita akan menjadi terbebani dan kesal. Diperlukan konsistensi terhadap keterlibatan anak, dengan aharapan anak akan berdalih dan melepas tanggung jawabnya. Misal: malas melipat selimut karena terburu-buru.

Menciptakan tradisi keluarga

Buatlah kegiatan yang menjadi tradisi dalam keluarga dimana seluruh keluarga hadir dan terlibat. Misalnya kumpul di waktu sore atau di malam Minggu, dimana anak bisa membantu menyiapkan makanan kecil dan minuman dan ayah atau ibu bisa memesan atau membuat makanan dan minumannya.

Bertanyalah kepada anak dan dengarkan pendapat mereka

Anak-anak sangat senang didengar dan ditanggapi. Coba dengar pendapat anak, baju apa yang akan dipakai untuk acara malam nanti? Atau apa pendapat anak tentang sekolahnya, teman-temannya atau yang lain.

Berikan mereka pilihan
Kamu mau pakai baju Cinderella dengan sepatunya? Atau pakai baju peri?

Bantulah anak memikirkan akibat dari tindakan mereka
Bila anak lupa menaruh sepatu pada tempatnya, maka akibat logis yang timbul adalah anak kebingungan mencari sesuatu dan akhirnya terlambat ke sekolah. Bantulah anak memahami akibat dari setiap akibat logis yang timbul dari kelalaiannya mengerjakan tugasnya.

Tolong dan Terima kasih

Gunakan bahasa tolong untuk setiap bantuan yang kita minta, dan jangan lupa ucapkan terimakasih sesudahnya. “Terima kasih ya nak, ayah atau ibu senang berkat bantuanmu, kebun menjadi lebih rapi dan cepat selesai”. Melibatkan anak-anak dalam tugas-tugas rumah tangga, berarti membantu mereka belajar bagaimana merencanakan, mengatur waktu, bekerja dalam suasana memberi dan menerima, menjadi bagian dalam tim, dan belajar dari kesalahan. Adalah realistis memandang perubahan sebagai sebuah proses dan berpusat pada kemajuan, tapi bukan pada kesempurnaan. Mulailah dengan langkah kecil dan bersyukur atas setiap kemajuan yang dicapai.

Anakku Kok Nilainya Jelek

Semua orang tua menginginkan anaknya memiliki prestasi, baik untuk menguasai sesuatu keterampilan atau berprestasi di sekolah. Namun orang tua lah yang menentukan tolok ukur prestasi dan jenis keterampilan yang baik untuk anaknya. Akibatnya banyak orang tua mengeluh karena anaknya kurang bersemangat dan gagal dalam kegiatan yang semestinya ditekuni. Sebenarnya semua anak dapat berprestasi asal orang tua mengetahui dan memberdayakan minat anak.

Pentingnya Minat

Minat atau interest merupakan sumber motivasi yang mendorong anak untuk melakukn apa yang ia inginkan bila ia bebas memilih. Minat turut menentukan keunikan pribadi masing-masing anak karena dianggap sebagai sesuatu yang dipilih anak untuk menunjukkan eksistensi dirinya. Munculnya minat melibatkan mental anak secara kognitif maupun afektif. Secara kognitif, jika kegiatan yang dilakukan anak merupakan tempat anak beljaar tentang hal-hal yang menimbulkan rasa ingin tahu. Termasuk dalam kegiatan ini adalah mempelajari bidang studi tertentu di sekolah. Secara afektif, jika kegiatan yang dilakukan memberikan pengalaman emosional yang meyenangkan.

Minat bersifat egosentris. Karena, macam minat pada setiap anak berbeda tergantung kebutuhan dan apa yang dirasa menguntungkan anak. Minat bisa muncul secara kebetulan ketika anak menemukan bahwa sesuatu begitu menarik perhatian mampu meniru dari orang sekitar yang dicintai. Dengan munculnya minat, anak terdorong melakukan apasaja yang ia inginkan. Daya dorong yang ditimbulkan oleh minat sangat kuat. Akan memberikan kepuasan dan kebahagiaan baginya jika anak dapat mengekspresikannya dalam suatu kegiatan.

Minat memainkan peran penting dalam kehidupan seseorang, terutama pada masa kanak-kanak. Minat turut menentukan bentuk aspirasi anak, dapat menjadi daya dorong yang kuat untuk mempelajari sesuatu dan menambah kegembiraan pada setiap kegiatan yang ditekuni.

Mengenali Minat Anak

Tidak mudah mengenali minat anak karena ada perbedaan antara minat sesungguhnya dengan kesenangan sementara. Oleh karena itu, orang tua harus rajin mengamati keseharian anak. Minat bisa lebih bertahan, semakin sering diekspresikan pada kegiatan, minat tersebut semakin kuat. Berbeda dengan kesenangan yang intensitasnya dapat menurun atau kemudian menjadi bosan.

Dua kesulitan yang dihadapi orang tua dalam menemukan minat anak yaitu, pertama dari diri anak sendiri yang belum menemukan minatnya. Dan yang kedua, tidak semua anak menyatakan minatnya. Untuk dapat menemukan minatnya, anak-anak harus dapat kesempatan melihat, menjelajah, bahkan terjun dalam berbagai lingkungan dan kegiatan.

Kesempatan ini tidak mungkin diperoleh apabila orang tua membatasi lingkungan dan kegiatan anak. Juga jika sejak awal orang tua turut menentukan kegiatan yang dirasa baik untuk anaknya. Sehingga waktu anak akan habis untuk mengikuti kegiatan tersebut dan kehilangan kesempatan untuk bereksplorasi. Untuk anak yang lebih kecil, perlu diamati kesehariannya misalnya, apasaja yang sering diperbincangkan, apa pilihan bukunya, apa hal-hal yang terus menerus ditanyakan, benda yang dikumpulkan anak dan sering mengajaknya berkomunikasi.

Merespon dan Mengembangkan Minat

Begitu orang tua menemukan minat anak, orang tua semestinya menghargai dan mendukungnya dengan menunjukkan persetujuan dan membantu mengekspresikan minat anak. Anak akan merasa senang jika apa yang diminatinya “direstui” orang tuanya. Ingat, bahwa dalam keadaan minat anak besar pada sesuatu, anak berada pada “siap belajar” saat inilah kesempatan emas anak untuk merih prestasi dan kebahagiaan dalam hidupnya. Tidak diharapkan apabila orang tua menilai bahwa kegiatan tertentu yang diminati anak tidak menguntungkan bahkan mendesak anaknya supaya tertarik pada kegiatan yang menurut orang tua baik dan bergengsi. Lain halnya jika minat anak menyimpang dari norma sosial, orang tua yang demokratis, melalui komunikasi menyadarkan akan dampak negati dari minatnya.

Anak yang dipaksa mengikuti kegiatan yang tidak menarik atau membosankan akan memunculkan sikap dan perilaku yang akan mengganggu penyesuaian sosial dan pribadi anak. Anak menjadi tidak serius dengan aktivitas yang tidak disukainya, cenderung kurang memperhatikan dan ujung-ujungna aktivitas itu jadi kurang maksimal karena dilakukan dengan setengah hati.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Opini

Mengenal penyebab Cerebral Palsy pada anak

Mitra Wacana WRC

Published

on

This post is also available in: Indonesia

Waktu dibaca: 4 menit
Nofi Tri Susanti S.Pd Aud

Nofi Tri Susanti S.Pd Aud

Anak merupakan salah satu titipan dari Tuhan yang harus dijaga oleh semua orang tua, ada orang tua yang dianugrahi anak-anak yang sehat jasmani dan rohaninya, ada pasangan orang tua yang bahkan tidak dikaruniani anak, ada juga orang tua yang dianugrahi anak dengan berbagai kekurangan atau gangguan, salah satu gangguan pada anak yaitu cerebral palsy.

Cerebral palsy atau lumpuh otak adalah penyakit yang menyebabkan gangguan pada gerakan dan koordinasi tubuh. Penyakit ini disebabkan oleh gangguan perkembangan otak yang biasanya terjadi saat anak masih di dalam kandungan. Gangguan otak ini juga bisa terjadi pada saat persalinan atau dua tahun pertama setelah lahir, Maka dari itu ketika ibu sedang hamil harus memperhatikan asupan-asupan makanan yang dikonsumsinya, obat-obatan yang dikonsumsi dan juga pola hidup yang harus dijaga sampai dengan 1000 hari kehidupan pertama pada anak atau 2 tahun setelah dilahirkan.

The American Academy of Cerebral Palsy mendefinisikan cerebral palsy yaitu berbagai perubahan gerakan atau fungsi motor tidak normal dan timbul sebagai akibat kecelakaan luka atau penyakit pada susunan saraf yang terdapat pada rongga tengkorak atau otak. Pengertian selengkapnya dapat dikutip dari the united cerebral palsy association, cerebral palsy menyangkut gambaran klinis yang diakibatkan oleh luka pada otak terutama pada komponen yang menjadi penghalang dalam gerak sehingga keadaan anak yang dikategorikan cerebral palsy (CP) dapat digambarkan sebagai kondisi semenjak kanak-kanak dengan kondisi nyata. Seperti lumpuh, lemah, tidak adanya kordinasi atau penyimpangan fungsi gerak yang disebabkan oleh patologi pusat kontrol gerak di otak. Efendi (2006:118)

Penyebab cerebral palsy biasanya adanya kelainan pada anak, hal ini dapat dideteksi pada saat anak berada dalam kandungan, kelahiran atau dalam usia 2-3 tahun kehidupan seorang anak, penyebab cerebral palsy antara lain adalah:

  • Masalah kelahiran prematur
  • Tidak cukup darah, oksigen atau nutrisi lain sebelum atau selama kelahiran
  • Ciderakepala yang serius
  • Infeksi serius yang dapat mempengaruhi otak, seperti miningitis
  • Beberapa masalah menurun dari orang tua ke anak (kondisi genetik yang mempengaruhi perkembangan otak)

Ada banyak faktor resiko yang meningkatkan resiko anak mengalami cerebral palsy. Ketika ibu mengalami cidera atau infeksi selama kehamilan, anak tidak mendapatkan cukup oksigen di dalam kandungan, cidera atau infeksi pada masa awal anak-anak. Karena itu sangat penting seorang ibu menjaga pola makan dan pola asuh yang tepat selama mulai hamil dan juga saat anak dilahirkan sampai dengan 2-3 tahun kehidupan awal masa kanak-kanak.

Penyebab Pada saat kehamilan seorang ibu. Selama masa kehamilan ada banyak kondisi yang dapat meningkatkan resiko cerebral palsy, selain infeksi TORCH (Toxoplasmosis, Rubella, Cytomegalovirus dan Herpes) yang menjadi salah satu penyebab cerebral palsy pada kehamilan antara lain:

  • Cukup sering terjadi pendarahan
  • Mengalami hipertensi atau tekanan darah tinggi
  • Adanya peradangan pada ginjal dan diabetes akibat proteinuria
  • Penumpukan volume air ketuban lebih dari normal yaitu sebanyak 2 liter, kondisi ini dapat memungkinkan terjadinya komplikasi karena air ketuban bertugas mengelilingi janin selama berada di dalam perut.
  • Lambatnya pertumbuhan janin bisa membuat cacat bawaan pada janin dan memicu cerebral palsy.

Pencegahan cerebral palsy pada saat kehamilan bisa melalui upaya secara optimal seperti:

  • Mempertahankan kebiasaan untuk mengkonsumsi makanan sehat yang membantu sistem imun tubuh
  • Tetap berkonsultasi dengan dokter kandungan secara rutin
  • Melakukan vaksinasi yang tepat sebelum hamil untuk menjaga kesehatan.

Penyebab cerebral palsy pada anak saat lahir (perinatal)

  • Terkena infeksi jalan lahir

Kejadian ini cukup sering mengakibatkan ketidaknormalan bayi karena terjadi gangguan pada proses persalinan, jalan lahir kotor dan banyak kuman.

  • Hipoksis Iskemik Ensefalopati/HIE

Pada saat bayi dilahirkan dalam keadaan tidak sadar, bahkan tidak menangis dan mengalami kejang sehingga kekurangan oksigen ke otak yang mengakibatkan jaringan otak rusak.

  • Kelahiran yang sulit

Pemakaian alat bantu seperti vakum saat persalinan tidak bermasalah, yang bisa mengganggu bayi adalah lamanya dijalan lahir karena berbagai penyebab, kepala bayi lebih besar dari pinggul ibu atau lilitan tali pusat sehingga tertarik tak mau keluar atau ibu tidak kuat menahannya.

  • Asfiksia

Bayi lahir tidak bernafas, bisa dikarenakan paru-parunya penuh cairan atau karena ibu mendapatkan anestesi (obat bius) terlalu banyak.

  • Bayi lahir prematur

Termasuk bayi resiko tinggi mengalami gangguan karena lahir belum waktunya atau kurang dari 32 minggu, kemungkinan jaringan organ tubuh dan jaringan otaknya belum sempurna.

  • Berat lahir rendah

Selain bobotnya rendah bayi kekurangan nutrisi, meski lahir cukup bulan tetapi bobotnya kurang dari 2.500 gram, itu bisa terjadi karena ibu kekurangan gizi pada saat hamil.

  • Pendarahan otak

Pendarahan dibagian otak dapat mengakibatkan penyumbatan sehingga anak menderita Hidrocepalus ataupun Microcepalus, pendarahan juga dapat menekan jaringan otak sehingga terjadi kelumpuhan.

  • Bayi kuning

Bayi kuning yang berbahaya misalnya karena kelahiran inkompatibilitas golongan darah yaitu ibu bergolongan darah O sedangkan bayinya A atau B selain itu bayi yang mengalami hiperbilirubenimia atau kuning yang tinggi, lebih dari 20 mg/dl hingga bilirubin besarnya melekat di jaringan otak terganggu oleh sebab itu bayi kuning harus segera mendapatkan penanganan yang tepat pada mingg-minggu pertama kejadian.

 

 

Penyebab cerebral palsy pada anak yang sudah lahir (postnatal)

Biasanya paling rentang terjadi di usia-usia 0-3 tahun, terdapat penyebab yang muncul antara lain:

  • Infeksi pada selaput otak atau pada jaringan otak

Bayi usia muda sangat rentan dengan penyakit, misalnya tengingginis dan ensepalitis pada usia setahun pertama. Ada kemungkinan penyakit tersebut menyerang selaput otak bayi sehingga menimbulkan gangguan pada perkembangan otaknya. Bila infeksi terjadi dibawah 3 tahun umumnya akan mengakibatkan cerebral palsy, sebab pada waktu itu otak sedang dalam perkembangan menuju sempurna.

  • Kejang

Karena bayi terkena penyakit dan suhu tubuhnya tinggi kemudian timbul kejang. Kejang dapat pula karena infeksi yang dialami anak. Kemungkinan lain anak juga bisa menderita epilepsi.

  • Karena trauma benturan

Bayi yang sering mengalami jatuh dan menimbulkan luka dikepala, apalagi dibagian dalam kepala atau pendarahan di otak, dapat menyebabkan kerusakan jaringan otaknya. Kerusakan tergantung dari hebat atau tidaknya benturan, akibatnya sebagian kecil jarigan otak rusak. Memang tidak bisa dilihat secara pasti seberapa besar kerusakan otak yang terjadi.

Daftar Pustaka:

Gejala, penyebab dan mengobati cerebral palsy, https://www.alodokter.com/lumpuh-otak#:~:text=Cerebral%20palsy%20atau%20lumpuh%20otak,anak%20masih%20di%20dalam%20kandungan.

Cerebral palsy https://www.halodoc.com/kesehatan/cerebral-palsy

Kenali Cerebral palsy saat hamil, bisa sebabkan lumpuh otak pada anak https://www.popmama.com/pregnancy/second-trimester/fx-dimas-prasetyo/hati-hati-kelumpuhan-otak-pada-anak-kenali-cerebral-palsy-saat-hamil/3

Kajian teori cerebral palsy http://etheses.uin-malang.ac.id/2241/5/08410114_Bab_2.pdf

Jurnal medika udayana, Vol. 8 No. 8 agustus 2019 file:///C:/Users/Indy%20komp/Downloads/52991-205-124249-1-10-20190912.pdf

 

 

Continue Reading

Who is Online

No one is online right now

Advertisement

Twitter

Trending

Mari bergabung bersama Mitra Wacana

Silahkan bergabung dan menjadi bagian dari Mitra Wacana.
Akan ada penghargaan untuk tulisan yang terpilih.
Terima Kasih

Gabung