web analytics
Connect with us

Asuhan Pasca Keguguran (APK)

This post is also available in: Indonesia

  1. Definisi APK

APK (Asuhan Pasca Keguguran) adalah serangkaian tindakan yang dirancang untuk perempuan yang mengalami keguguran baik spontan maupun induksi (dengan atau tanpa komplikasi). APK merupakan bagian penting dalam layanan reproduksi yang lengkap. Oleh karena itu APK perlu berpusat pada perempuan. APK yang berpusat pada perempuan adalah pendekatan komprehensif yang memperhatikan kebutuhan dan keadaan kesehatan fisik, emosional individu dan kemampuan mengakses layanan. Hal itu termasuk penatalaksanaan pasca keguguran, konseling, layanan kontrasepsi, layanan kesehatan seksual reproduksi dan kemitraan penyedia layanan dengan masyarakat.

 

Data Riskesdas 2010 menyebutkan bahwa 4 perempuan kawin usia 10-59 tahun di Indonesia yang mengalami kehamilan dalam 5 tahun terakhir memiliki riwayat keguguran. Keguguran adalah salah satu masalah kesehatan bagi perempuan dan menjadi salah satu penyumbang kematian ibu di Indonesia. Layanan pasca keguguran menjadi penting untuk memastikan perempuan tidak mengalami kesakitan dan kematian. Berdasarkan kerangka HAM semua perempuan yang mengalami keguguran berhak mendapatkan layanan tanpa memandang status perkawinan. Dalam proses layanan asuhan pasca keguguran secara komprehensif ada 5 elemen antara lain:

 

a. Penatalaksanaan/ Penanganan

Penanganan pasca keguguran dimulai saat keguguran berlangsung dengan mengeluarkan sisa hasil konsepsi dalam rahim sampai dengan tidak lagi terjadi pendarahan. Ada beberapa metode yang direkomendasikan secara internasional karena lebih ramah terhadap perempuan sebagai berikut:

Medikamentosa

Metode penanganan keguguran ini dengan menggunakan obat–obat yang dikonsumsi oleh perempuan yang mengalami keguguran.

Bedah

Metode bedah harus dilakukan oleh dokter yang berkompeten. Layanan yang disediakan oleh rumah sakit / puskesmas dengan tenaga terlatih. Proses diawali dengan konseling agar siap baik fisik maupun psikis. Metode bedah yang direkomendasi oleh WHO dan FIGO dengan menggunakan Aspirasi Vakum Manual (AVM) atau Aspirasi Vakum elektronik (AVE). Metode penanganan keguguran dengan kuret tajam sudah tidak direkomendasikan.

b. Konseling

Setiap perempuan yang telah mengalami keguguran harus mendapatkan layanan konseling. Ada berbagai konseling yang bisa didapatkan oleh perempuan antara lain:

(1) konseling kedukaan yang diberikan untuk perempuan karena sedih kehilangan calon bayinya

(2) konseling penggunaan alat kontrasepsi (KB) untuk perencanaan kehamilan. Kebutuhan konseling setiap perempuan berbeda-beda tergantung kondisi psikologis perempuan tersebut.

c. Layanan kontrasepsi

Penyedia layanan akan memberikan informasi secara lengkap tentang alat kontrasepsi dan kondisi kesehatan reproduksi perempuan tersebut. Layanan ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap perempuan merencanakan kehamilannya dan mencegah terjadinya KTD. Setiap perempuan berhak untuk memilih alat kontrasepsi yang aman dan nyaman. Pemilihan alat kontrasepsi perlu mempertimbangkan efektifitas dan efek samping.

d. Layanan kesehatan reproduksi terpadu

Layanan kesehatan reproduksi terpadu merupakan layanan yang diberikan kepada perempuan sebagai langkah pencegahan, deteksi dini dan rujukan apabila ada permasalahan. Jika ada tanda–tanda masalah kesehatan reproduksi maka akan segera ditangani. Layanan yang bisa didapatkan diantaranya:

  • Kebutuhan (Inspeksi Visual Asam Asetat) IVA test dan pap smear
  • Vaksin untuk mencegah kanker serviks
  • Penatalaksanaan IMS, HIV dan AIDS
  • Penatalaksanaan infeksi saluran kemih
  • Diabetes mellitus, kolestrol tinggi, darah tinggi dan sebagainya

e. Kerjasama antara tenaga kesehatan dan masyarakat

Kerjasama masyarakat dan tenaga kesehatan bertujuan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada perempuan. Dengan adanya kerjasama ini berbagai informasi bisa disebar luaskan dengan lebih cepat dan proses rujukan dari masyarakat terbangun.

Perwakilan masyarakat maupun tenaga kesehatan memberikan informasi kepada masyarakat tentang perencanaan kehamilan, penggunaan alat kontrasepsi, perawatan kehamilan, masalah kehamilan sampai dengan pasca melahirkan / keguguran.

Apabila terjadi masalah kehamilan pada perempuan di wilayahnya, masyarakat akan segera memberitahukan kepada tenaga kesehatan untuk mendapatkan pelayanan yang dibutuhkan. Dengan adanya kerjasama yang baik tersebut maka bisa memberikan rasa aman dan nyaman bagi setiap perempuan.Kerjasama antara tenaga kesehatan dan masyarakat berupa:

  • Promosi kesehatan sebagai langkah pencegahan
  • Pemberdayaan dan penyadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan
  • Merujuk warga ke fasilitas kesehatan
  • Pendataan di wilayah

Who is Online

No one is online right now

Advertisement

Twitter

Mari bergabung bersama Mitra Wacana

Silahkan bergabung dan menjadi bagian dari Mitra Wacana.
Akan ada penghargaan untuk tulisan yang terpilih.
Terima Kasih

Gabung