Log In

Lentera Hati Desa Berta Dirikan Bilik Konseling Korban Kekerasan

Para perempuan yang tergabung dalam organisasi Pusat Pembelajaran Perempuan dan Anak (P3A) Lentera Hati desa Berta, Susukan, Banjarnegara mengadakan pertemuan rutin untuk membahas rencana kegiatan dan rencana anggaran belanja organisasi sebagai respon atas keberhasilan P3A melakukan advokasi kepada pemerintah desa untuk terlibat dalam penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) di rumah Samiarti pada Sabtu (18/3).

Dalam upaya pencegahan dan pelayanan terhadap korban kekerasan, P3A menyusun dua program pendidikan. Pertama, melakukan promosi anti kekerasan terhadap perempuan dan anak bagi anak sekolah menengah, posyandu (perempuan), dan orang tua. Kedua, menginisiasi pembentukan bilik konseling di desa sebagai tempat pengaduan dan konsultasi permasalahan perempuan dan anak. Menurut para peserta pertemuan, program ini sebagai upaya untuk mendekatkan masyarakat terutama perempuan dengan pemerintah desa dan P3A.

Masuknya rencana kegiatan P3A dalam pembangunan dikarenakan peran P3A sebagai satu-satunya organisasi perempuan yang memiliki semangat anti kekerasan terhadap permasalahan perempuan dan anak di tingkat pedesaan. Mengingat masih tingginya potensi permasalahan sosial yang dialami perempuan dan anak terutama terkait kekerasan.

Meskipun tidak semua anggota P3A menghadiri pertemuan rutin, diskusi berjalan lancar dan tidak mengurangi semangat anggota untuk membahas rencana kegiatan organisasi yang akan di usulkan kepada pemerintah desa. Para anggota P3A tampak sumringah mendengar pengumuman dari ketua P3A Lentera Hati, Samiarti menyatakan bahwa P3A masuk dalam pembahasan RPJMDes. (Msr)

Tagged under
0 comments