web analytics
Connect with us

Uncategorized @id

Cuek dengan Aksi Sweeping Ormas, Berpotensi Terpapar Radikalisme

Mitra Wacana WRC

Published

on

Seminar Pencegahan Radikalisme Ekstremisme dan Terorisme serta optimalisasi peran perempuan. Foto 1 Tnt

This post is also available in: Indonesia

Waktu dibaca: < 1 menit

Harianjogja.com, KULONPROGO–Kulonprogo diyakini memiliki embrio radikalisme ektremisme dan terorisme (RET). Pasalnya jumlah warga miskin di wilayah ini tergolong tinggi di DIY. Tingginya kemiskinan dan kesenjangan ekonomi dianggap memicu suburnya RET.

Hal tersebut dikatakan Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme RI, Irjen. Pol. Hamli dalam seminar di Kulonprogo yang dihadiri ratusan perserta dari Pembelajaran Perempuan dan Anak Kulonprogo dan Sri Kandi Lintas Iman DIY, Selasa (23/1/2018). “Namanya ketidakadilan, kemiskinan, kesenjangan menjadi lahan subur untuk terorisme itu tadi,” kata Hamli, Selasa.

Adapun menurut Hamli, cara paling efektif untuk menangkal berkembangnya gerakan RET di Kulonprogo ialah dengan menjunjung tinggi kearifan lokal. Masyarakat yang masih Tepo Sliro ia nilai susah untuk disusupi pemikiran radikal dan ekstrem yang nantinya membuat tindakan teror. “Kalau sudab sendiri sendiri, masyarakat hidup secara ekslusif, maka mereka tinggal masuk saja,” kata Hamli.

Narasumber lainnya Kyai M. Mustafid mengatakan penelitiannya terhadap polisi, TNI, tokoh agama, dan masyarakat di Kulonprogo, menunjukkan kecenderungan mereka diam ketika terjadi aksi sweeping dan pembubaran diskusi yang ada di DIY. Padahal kebanyakan narasumber dalam penelitian itu tidak setuju dengan adanya akasi pembubaran alias persekusi yang kerap dilakukan ormas tersebut.

“Mereka menolak praktek kekerasan di DIY yang bertentangan dengan ajaran Islam dan dakwah Islam, tetapi mereka tidak menyalahkan, juga tidak mengkritisi hal tersebut,” tegas Mustafid.

Mustafid menambahkan, hal tersebut membuat masyarakat Kulonprogo diam atas sikap ketidakadilan, di mana hal tersebut akan menumbuhkan bibit-bibit radikalisme, ektremisme dan terorisme di Kulonprogo.

Mustafid menginginkan setiap desa baiknya memberikan ruang diskusi masyarakat atau sosialisasi untuk mencegah tumbuhnya RET di Kulonprogo. Terlebih saat ini setiap desa telah memiliki kewenangannya sendiri dalam mengatur kebijakan atas dana desa yang didapat. “Bisa melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa, karena masyarakat harus waspada dan hati-hati dalam konteks ini,” katanya.

sumber: http://www.harianjogja.com/baca/2018/01/23/cuek-dengan-aksi-sweeping-ormas-berpotensi-terpapar-radikalisme-887597

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Opini

BISNIS ONLINE MENJADI PILIHAN UNTUK MEWUJUDKAN HUBUNGAN GENDER

Mitra Wacana WRC

Published

on

This post is also available in: Indonesia

Waktu dibaca: 3 menit

Oleh : Ewinda Adlina Hashifa (Mahasiswa Magang di Mitra Wacana WRC)

Dalam budaya patriarki, biasanya sulit bagi perempuan untuk memasuki sektor publik dan menghasilkan uang secara mandiri. Mereka harus bekerja di sektor domestik saja dan sesuai sifatnya. Mereka dilarang bekerja di luar karena dianggap melanggar aturan dan nilai-nilai di masyarakat. Tetapi saat ini, banyak wanita dapat bekerja di luar dan menjadi wanita karier. Pola pikir masyarakat telah berubah sehingga peran gender harus sama untuk mewujudkan kesejahteraan bersama di masyarakat.

Di era modern ini, beberapa wanita dapat bekerja di sektor publik untuk mencari penghasilan seperti halnya pria yang mencari penghasilan di luar. Perempuan dengan keterbatasan dalam hal pendidikan, keterampilan dan pengalaman kerja, peluang kerja, faktor biologis dan kemampuan fisik dapat bekerja dengan menjadi pekerja berbasis rumahan perempuan. Menjadi perempuan pekerja berbasis rumahan membuat perempuan dapat bekerja di ruang publik dan memiliki penghasilan tanpa meninggalkan pekerjaan rumah tangga mereka sehingga mereka dapat menyeimbangkan kedua pekerjaan pada saat yang sama.

Pekerja berbasis rumahan wanita dapat ditemukan di industri rumah tangga seperti toko kerajinan tangan, dan wanita membangun bisnis mereka dengan toko online tanpa membangun toko. Lebih jauh, membangun bisnis mereka sendiri dapat menjadi pilihan bagi perempuan yang memiliki keterbatasan latar belakang pendidikan dan keterampilan untuk menghasilkan pendapatan tetapi tetap di rumah, karena sifatnya yang informal. Saat ini, bisnis berbasis rumah menarik minat wanita untuk membantu suami mereka mendapatkan penghasilan tetapi masih melakukan pekerjaan rumah tangga di rumah.

Peningkatan peluang kerja bagi perempuan di sektor industri rumah tangga disebabkan oleh beberapa hal. Pertama, memasuki usaha tidak membutuhkan pendidikan kelas tinggi. Kedua, kondisi yang dituntut oleh pekerja perempuan lebih mudah daripada pekerja laki-laki yang harus bekerja di luar. Sebagian besar, wanita yang memiliki latar belakang sosial berkualitas rendah memiliki keinginan kuat untuk bekerja. Rendahnya standar latar belakang ekonomi keluarga juga menjadi dorongan bagi perempuan untuk bekerja. Seiring dengan perkembangan zaman dalam teknologi, bisnis online mulai meningkat dan menjadi mudah diakses melalui banyak tempat pasar atau media sosial yang dapat membantu menjual produk secara luas dan cepat. Ini bisa menjadi pengaruh bagi wanita saat ini untuk menjadi lebih maju dengan mengembangkan bisnis rumah tangga mereka.

Bisnis online adalah peluang bagi perempuan untuk dapat mewujudkan kesetaraan gender dan membuktikan bahwa perempuan dapat menghasilkan pendapatan seperti halnya laki-laki tetapi dengan cara yang berbeda. Selain itu, banyak wanita mengembangkan bisnis berdasarkan hasil dari kebiasaan memasak mereka di rumah dan kemudian mereka memiliki ide untuk membuka restoran atau menjual beberapa jenis makanan ringan melalui sistem toko online. Selain itu, wanita juga melakukan bisnis mereka dengan sistem re-seller atau drop-ship yang diambil dari toko online lainnya sehingga mereka tidak memiliki produk yang dibuat sendiri. Selain itu, barang yang dibeli adalah pakaian, tas, dan lainnya.

Bagi wanita yang memiliki hobi berbelanja, maka mereka dapat membuka layanan pribadi melalui toko online. Di sisi lain, bagi wanita yang memiliki keterampilan lain seperti menenun, membuat kerajinan tangan, dan keterampilan kreatif lainnya, barang dapat dibeli di pasar online atau oleh toko fisik. Saat ini wanita mulai memajukan hubungan gender dalam keluarga mereka untuk berkontribusi bersama untuk menghasilkan pendapatan untuk digunakan sebagai keuangan keluarga. Hal ini dapat meningkatkan tingkat kesejahteraan keluarga.

Hubungan gender adalah hubungan sosial antara pria dan wanita di masyarakat dan keluarga. Dalam kehidupan sosial, istri dan suami membangun interaksi dan kewajiban yang baik sebagai pasangan dalam keluarga. Tampaknya ada keterlibatan antara istri dan suami melakukan kolaborasi peran dan interaksi sosial. Hubungan gender dapat muncul dari kolaborasi antara suami dan istri yang bekerja baik berdasarkan tujuannya untuk meningkatkan keuangan keluarga agar dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga.

 Hubungan gender juga terlihat ketika seorang istri diizinkan oleh suaminya untuk membangun bisnis seperti industri rumahan atau hanya menjual kembali dan mengirim melalui toko online. Memberi izin kepada istri juga termasuk dalam hubungan gender karena laki-laki memberikan kebebasan kepada istri mereka untuk membuat keputusan. Wanita saat ini tidak lagi menjadi objek bawahan. Mereka memiliki kebebasan untuk bekerja dan menghasilkan pendapatan sendiri, dan tidak bergantung pada suami mereka lagi. Selain itu, penghasilan yang mereka dapatkan juga untuk kepentingan keluarga. Wanita saat ini dapat membantu menjadikan peran sebagai sumber keuangan keluarga. Tampaknya istri dan suami berkolaborasi untuk mewujudkan hubungan gender. Kesimpulannya, saat ini perempuan dapat bekerja dari rumah dengan menjadi pekerja berbasis rumahan perempuan.

Toko online adalah alternatif bagi wanita untuk menghasilkan pendapatan secara mandiri tanpa tergantung pada jumlah mereka. Ada banyak pasar melalui aplikasi atau melalui media sosial untuk menjual barang-barang mereka secara luas. Wanita yang membuka toko online mereka dapat membantu keuangan keluarga karena sumber keuangan tidak hanya dari suami tetapi juga dari istri. Istri dan suami membangun kolaborasi peran yang meningkatkan kesejahteraan keluarga. Ini menunjukkan bahwa hubungan gender antara suami dan istri dapat bekerja dengan baik.

Continue Reading

Who is Online

No one is online right now

Advertisement

Twitter

Trending

Mari bergabung bersama Mitra Wacana

Silahkan bergabung dan menjadi bagian dari Mitra Wacana.
Akan ada penghargaan untuk tulisan yang terpilih.
Terima Kasih

Gabung