web analytics
Connect with us

Opini

Fenomena Kehamilan Tidak Dikehendaki

Mitra Wacana WRC

Published

on

Ilustrasi KTD

This post is also available in: Indonesia

Waktu dibaca: 3 menit
Purwanti

Purwanti

Oleh Purwanti

HAMPIR semua orang sepakat, pernikahan adalah sebuah impian bagi setiap pasangan dengan tujuan untuk membina keluarga yang sakinah (penuh ketenangan), mawaddah (penuh cinta), wa-rahmah (penuh kasih sayang).

Secara teologis, menikah merupakan satu dari sekian banyak perintah agama. Tidak terlalu berlebihan apabila menikah adalah mekanisme-proses melahirkan keturunan yang lebih baik. Sementara secara sosiologis dan biologis manusia membutuhkan kelompok atau grup sebagai bentuk eksistensi, yaitu dimulai dari lingkungan terkecil yang lazim disebut keluarga.

Yang menjadi persoalan, pernikahan akibat dari Kehamilan Tidak Dikehendaki (KTD). Tentu saja hal ini menjadi persoalan serius di tengah masyarakat. Anak perempuan yang mengalami kehamilan biasanya akan ‘dipaksa’ menikah oleh keluarga terdekatnya. Dengan alasan yang kerapkali dibuat-buat sebagai alat untuk melegitimasi seperti dengan menaikkan status umur.

Secara global menurut Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) ada sekitar 16 juta remaja di dunia yang hamil di luar nikah setiap tahun. Sementara di Indonesia, menurut hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS) 2012, kehamilan pada remaja usia 15-19 tahun mencapai 48 dari 1.000 kehamilan.

Tingginya angka kehamilan remaja merupakan penyumbang jumlah kematian ibu dan bayi di tanah air. Pada tahun 2013, jumlahnya meningkat drastis. Selama 2013, tercatat anak-anak usia 10-11 tahun yang mengalami kehamilan di luar nikah mencapai 600 ribu kasus. Remaja usia 15-19 tahun yang hamil di luar nikah mencapai 2, 2 juta.

Kita semua mafhum, jumlah remaja di Indonesia berdasarkan proyeksi penduduk 2014 mencapai 65 juta jiwa atau sekitar 25 persen dari total penduduk. Artinya ada sekian juta remaja yang terancam atau bahkan berisiko mengalami kehamilan tidak diinginkan.

Menurut saya, persoalan kehamilan remaja seperti fenomena gunung es di tengah lautan. Kehamilan di luar nikah bukanlah hal yang aneh-salah, bahkan secara kasat mata dapat kita saksikan betapa seringnya menjumpai persoalan itu. Memang benar belum ditemukan sebab pasti makin meluasnya kehamilan di luar nikah. Entah karena keadaan zaman yang makin liberal, demoralisasi, atau bahkan karena adanya pergeseran budaya yang menganggap jika hamil di luar nikah merupakan peristiwa ‘biasa’ saja. Atau boleh jadi karena sudah menjadi gaya hidup. Lalu pertanyaan yang muncul dalam benak kita adalah ketika jumlah kehamilan di luar nikah makin bertambah, siapakah yang bertanggung jawab?

Sementara ini, ada pendapat yang tengah berkembang di sebagian masyarakat yaitu zaman siki nek ra metengi disit ya ora gaul, mengko ora mbojo-mbojo (zaman sekarang kalau tidak hamil duluan tidak gaul, nanti sulit menikah).

Menurut saya, pendapat ini merupakan ungkapan ketidakberdayaan-keputusasaan yang tidak bisa kita benarkan. Bayangkan, bagaimana bila kehamilan tersebut karena kasus perkosaan atau perbuatan lain yang tidak bisa dibenarkan? Bukankah tidak adil rasanya menggeneralisir setiap kehamilan di luar nikah?

Saya khawatir merebaknya kehamilan remaja di luar nikah telah menjadi tanda-tanda ketidak-berkahan dalam masyarakat. Dengan kata lain telah mulai muncul benih-benih permisivisme. Tentu saja adanya pendapat yang menyatakan remaja memiliki karakter khas yaitu ingin mencoba sesuatu yang baru. Namun bukan berarti kita akan memaklumi apabila tindakan yang dilakukan oleh remaja tersebut jauh dari kata benar atau merugikan orang lain.

Dalam kacamata sosiologis ada beberapa faktor yang mendorong meningkatnya jumlah kehamilan di luar nikah di kalangan remaja. Pertama, pengetahuan kesehatan reproduksi yang tidak benar dan komprehensif. Kita tahu, remaja biasanya lebih terbuka, senang bertanya dengan teman sebayanya karena merasa lebih nyaman meskipun belum tentu informasi yang didapatkan benar.

Kedua, remaja belum dibiasakan untuk berperilaku asertif oleh orang tua. Kita semua mafhum sebagian besar orang tua masih menganggap tabu membicarakan seputar pubertas. Ketiga makin mudahnya akses teknologi informasi. Teknologi ibarat dua sisi mata uang yang apabila digunakan secara positif maka akan menambah pengetahuan. Sebaliknya, bila kita gunakan untuk mengakses informasi yang berbau pornografi, saya khawatir hal tersebut akan menstimulus melakukan tindakan-tindakan yang tidak bertanggungjawab. Keempat adalah pergaulan bebas (gonta-ganti pasangan) yang seolah tengah menjadi ‘tren’, tidak hanya di kalangan remaja namun juga dewasa.

Tidak ada jalan keluar lain untuk mengurangi atau setidaknya merespon supaya tidak main merebaknya kehamilan remaja di luar nikah, yaitu dengan terus-menerus meningkatkan pengetahuan yang cukup untuk ilmu kesehatan seksual dan reproduksi. Supaya kelak di masa yang akan datang, remaja semakin paham bagaiamana dan apa risiko kehamilan di luar nikah serta risiko pernikahan dini yang saat ini tengah menjadi ‘momok’ menakutkan terutama bagi orangtua, penggiat kemanusiaan,dan praktisi kesehatan. Saya meyakini apapun alasannya kehamilan di luar nikah pasti berdampak besar bagi perkembangan-pertumbuhan remaja. (*)

opini ini pernah dimuat di http://satelitnews.co/berita-fenomena-kehamilan-tidak-dikehendaki.html

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Opini

Mengenal penyebab Cerebral Palsy pada anak

Mitra Wacana WRC

Published

on

This post is also available in: Indonesia

Waktu dibaca: 4 menit
Nofi Tri Susanti S.Pd Aud

Nofi Tri Susanti S.Pd Aud

Anak merupakan salah satu titipan dari Tuhan yang harus dijaga oleh semua orang tua, ada orang tua yang dianugrahi anak-anak yang sehat jasmani dan rohaninya, ada pasangan orang tua yang bahkan tidak dikaruniani anak, ada juga orang tua yang dianugrahi anak dengan berbagai kekurangan atau gangguan, salah satu gangguan pada anak yaitu cerebral palsy.

Cerebral palsy atau lumpuh otak adalah penyakit yang menyebabkan gangguan pada gerakan dan koordinasi tubuh. Penyakit ini disebabkan oleh gangguan perkembangan otak yang biasanya terjadi saat anak masih di dalam kandungan. Gangguan otak ini juga bisa terjadi pada saat persalinan atau dua tahun pertama setelah lahir, Maka dari itu ketika ibu sedang hamil harus memperhatikan asupan-asupan makanan yang dikonsumsinya, obat-obatan yang dikonsumsi dan juga pola hidup yang harus dijaga sampai dengan 1000 hari kehidupan pertama pada anak atau 2 tahun setelah dilahirkan.

The American Academy of Cerebral Palsy mendefinisikan cerebral palsy yaitu berbagai perubahan gerakan atau fungsi motor tidak normal dan timbul sebagai akibat kecelakaan luka atau penyakit pada susunan saraf yang terdapat pada rongga tengkorak atau otak. Pengertian selengkapnya dapat dikutip dari the united cerebral palsy association, cerebral palsy menyangkut gambaran klinis yang diakibatkan oleh luka pada otak terutama pada komponen yang menjadi penghalang dalam gerak sehingga keadaan anak yang dikategorikan cerebral palsy (CP) dapat digambarkan sebagai kondisi semenjak kanak-kanak dengan kondisi nyata. Seperti lumpuh, lemah, tidak adanya kordinasi atau penyimpangan fungsi gerak yang disebabkan oleh patologi pusat kontrol gerak di otak. Efendi (2006:118)

Penyebab cerebral palsy biasanya adanya kelainan pada anak, hal ini dapat dideteksi pada saat anak berada dalam kandungan, kelahiran atau dalam usia 2-3 tahun kehidupan seorang anak, penyebab cerebral palsy antara lain adalah:

  • Masalah kelahiran prematur
  • Tidak cukup darah, oksigen atau nutrisi lain sebelum atau selama kelahiran
  • Ciderakepala yang serius
  • Infeksi serius yang dapat mempengaruhi otak, seperti miningitis
  • Beberapa masalah menurun dari orang tua ke anak (kondisi genetik yang mempengaruhi perkembangan otak)

Ada banyak faktor resiko yang meningkatkan resiko anak mengalami cerebral palsy. Ketika ibu mengalami cidera atau infeksi selama kehamilan, anak tidak mendapatkan cukup oksigen di dalam kandungan, cidera atau infeksi pada masa awal anak-anak. Karena itu sangat penting seorang ibu menjaga pola makan dan pola asuh yang tepat selama mulai hamil dan juga saat anak dilahirkan sampai dengan 2-3 tahun kehidupan awal masa kanak-kanak.

Penyebab Pada saat kehamilan seorang ibu. Selama masa kehamilan ada banyak kondisi yang dapat meningkatkan resiko cerebral palsy, selain infeksi TORCH (Toxoplasmosis, Rubella, Cytomegalovirus dan Herpes) yang menjadi salah satu penyebab cerebral palsy pada kehamilan antara lain:

  • Cukup sering terjadi pendarahan
  • Mengalami hipertensi atau tekanan darah tinggi
  • Adanya peradangan pada ginjal dan diabetes akibat proteinuria
  • Penumpukan volume air ketuban lebih dari normal yaitu sebanyak 2 liter, kondisi ini dapat memungkinkan terjadinya komplikasi karena air ketuban bertugas mengelilingi janin selama berada di dalam perut.
  • Lambatnya pertumbuhan janin bisa membuat cacat bawaan pada janin dan memicu cerebral palsy.

Pencegahan cerebral palsy pada saat kehamilan bisa melalui upaya secara optimal seperti:

  • Mempertahankan kebiasaan untuk mengkonsumsi makanan sehat yang membantu sistem imun tubuh
  • Tetap berkonsultasi dengan dokter kandungan secara rutin
  • Melakukan vaksinasi yang tepat sebelum hamil untuk menjaga kesehatan.

Penyebab cerebral palsy pada anak saat lahir (perinatal)

  • Terkena infeksi jalan lahir

Kejadian ini cukup sering mengakibatkan ketidaknormalan bayi karena terjadi gangguan pada proses persalinan, jalan lahir kotor dan banyak kuman.

  • Hipoksis Iskemik Ensefalopati/HIE

Pada saat bayi dilahirkan dalam keadaan tidak sadar, bahkan tidak menangis dan mengalami kejang sehingga kekurangan oksigen ke otak yang mengakibatkan jaringan otak rusak.

  • Kelahiran yang sulit

Pemakaian alat bantu seperti vakum saat persalinan tidak bermasalah, yang bisa mengganggu bayi adalah lamanya dijalan lahir karena berbagai penyebab, kepala bayi lebih besar dari pinggul ibu atau lilitan tali pusat sehingga tertarik tak mau keluar atau ibu tidak kuat menahannya.

  • Asfiksia

Bayi lahir tidak bernafas, bisa dikarenakan paru-parunya penuh cairan atau karena ibu mendapatkan anestesi (obat bius) terlalu banyak.

  • Bayi lahir prematur

Termasuk bayi resiko tinggi mengalami gangguan karena lahir belum waktunya atau kurang dari 32 minggu, kemungkinan jaringan organ tubuh dan jaringan otaknya belum sempurna.

  • Berat lahir rendah

Selain bobotnya rendah bayi kekurangan nutrisi, meski lahir cukup bulan tetapi bobotnya kurang dari 2.500 gram, itu bisa terjadi karena ibu kekurangan gizi pada saat hamil.

  • Pendarahan otak

Pendarahan dibagian otak dapat mengakibatkan penyumbatan sehingga anak menderita Hidrocepalus ataupun Microcepalus, pendarahan juga dapat menekan jaringan otak sehingga terjadi kelumpuhan.

  • Bayi kuning

Bayi kuning yang berbahaya misalnya karena kelahiran inkompatibilitas golongan darah yaitu ibu bergolongan darah O sedangkan bayinya A atau B selain itu bayi yang mengalami hiperbilirubenimia atau kuning yang tinggi, lebih dari 20 mg/dl hingga bilirubin besarnya melekat di jaringan otak terganggu oleh sebab itu bayi kuning harus segera mendapatkan penanganan yang tepat pada mingg-minggu pertama kejadian.

 

 

Penyebab cerebral palsy pada anak yang sudah lahir (postnatal)

Biasanya paling rentang terjadi di usia-usia 0-3 tahun, terdapat penyebab yang muncul antara lain:

  • Infeksi pada selaput otak atau pada jaringan otak

Bayi usia muda sangat rentan dengan penyakit, misalnya tengingginis dan ensepalitis pada usia setahun pertama. Ada kemungkinan penyakit tersebut menyerang selaput otak bayi sehingga menimbulkan gangguan pada perkembangan otaknya. Bila infeksi terjadi dibawah 3 tahun umumnya akan mengakibatkan cerebral palsy, sebab pada waktu itu otak sedang dalam perkembangan menuju sempurna.

  • Kejang

Karena bayi terkena penyakit dan suhu tubuhnya tinggi kemudian timbul kejang. Kejang dapat pula karena infeksi yang dialami anak. Kemungkinan lain anak juga bisa menderita epilepsi.

  • Karena trauma benturan

Bayi yang sering mengalami jatuh dan menimbulkan luka dikepala, apalagi dibagian dalam kepala atau pendarahan di otak, dapat menyebabkan kerusakan jaringan otaknya. Kerusakan tergantung dari hebat atau tidaknya benturan, akibatnya sebagian kecil jarigan otak rusak. Memang tidak bisa dilihat secara pasti seberapa besar kerusakan otak yang terjadi.

Daftar Pustaka:

Gejala, penyebab dan mengobati cerebral palsy, https://www.alodokter.com/lumpuh-otak#:~:text=Cerebral%20palsy%20atau%20lumpuh%20otak,anak%20masih%20di%20dalam%20kandungan.

Cerebral palsy https://www.halodoc.com/kesehatan/cerebral-palsy

Kenali Cerebral palsy saat hamil, bisa sebabkan lumpuh otak pada anak https://www.popmama.com/pregnancy/second-trimester/fx-dimas-prasetyo/hati-hati-kelumpuhan-otak-pada-anak-kenali-cerebral-palsy-saat-hamil/3

Kajian teori cerebral palsy http://etheses.uin-malang.ac.id/2241/5/08410114_Bab_2.pdf

Jurnal medika udayana, Vol. 8 No. 8 agustus 2019 file:///C:/Users/Indy%20komp/Downloads/52991-205-124249-1-10-20190912.pdf

 

 

Continue Reading

Who is Online

No one is online right now

Advertisement

Twitter

Trending

Mari bergabung bersama Mitra Wacana

Silahkan bergabung dan menjadi bagian dari Mitra Wacana.
Akan ada penghargaan untuk tulisan yang terpilih.
Terima Kasih

Gabung