web analytics
Connect with us

Kehamilan

This post is also available in: Indonesia

a. Definisi dan Tanda Bahaya Kehamilan

Menurut Federasi Obstetri Ginekologi (FOGI) International, kehamilan diartikan sebagai fertilisasi atau penyatuan dari spermatozoa dan ovum dan dilanjutkan dengan nidasi atau implantasi. Jika dihitung saat terjadi fertilisasi hingga kelahiran bayi, maka kehamilan normal akan berlangsung dalam kurun waktu 40 minggu. Kehamilan terbagi dalam 3 trimester, yaitu: trimester 1 berlangsung 12 minggu, trimester kedua 15 minggu (minggu 13 hingga ke 27) dan trimester ketiga berlangsung 13 minggu (minggu 28 hingga minggu ke 40).

Berdasarkan pengertian yang dikeluarkan BKKBN, kehamilan adalah sebuah proses yang diawali dengan keluarnya sel telur yang matang pada saluran telur yang kemudian bertemu dengan sperma dan keduanya menyatu membentuk sel yang akan bertumbuh. Ditandai dengan berhentinya menstruasi dan berbagai macam gejala atau perubahan pada tubuh perempuan. Pada kondisi kehamilan ini terjadi perubahan hormon sehingga menyebabkan perbedaan kondisi pada setiap perempuan baik secara fisik maupun psikis. Berikut ini beberapa tanda awal kehamilan:

 

Beberapa perempuan hanya mengalami beberapa tanda tersebut, bahkan ada yang tidak sama sekali, tetapi dimungkinkan sedang hamil. Kehamilan dapat dikonfirmasi dengan tes kehamilan di layanan kesehatan atau dengan membeli alatnya di apotek.

Tanda bahaya pada kehamilan:

  • Muntah terus-menerus dan tidak mau makan
  • Demam tinggi
  • Bengkak pada tangan, kaki, dan wajah atau sakit kepala disertai kejang
  • Janin dirasakan kurang bergerak dibanding sebelumnya
  • Pendarahan pada hamil muda dan hamil tua
  • Air ketuban keluar sebelum waktunya

b. Perencanaan Kehamilan

Kehamilan adalah proses alami yang sangat mungkin terjadi pada saat perempuan yang sudah pubertas berhubungan seksual dengan seorang laki-laki tanpa menggunakan alat kontrasepsi. Perencanaan kehamilan menjadi penting dilakukan untuk mencegah terjadinya kehamilan yang tidak direncanakan, tidak diinginkan dan tidak tepat waktu. Perencanaan kehamilan dapat dilakukan dengan cara menggunakan alat kontrasepsi untuk mencegah kehamilan disaat perempuan belum siap atau belum merencanakan untuk hamil. Perencanaan kehamilan juga dapat dilakukan dengan berkonsultasi ke layanan kesehatan

 

c. Pengaturan Jarak Kehamilan

Dalam pengaturan kehamilan memerlukan pemahaman dan sosialisasi tentang 4T; yaitu Terlalu muda (usia kehamilan di bawah 20 tahun), Terlalu tua (diatas 35 tahun), Terlalu dekat (jarak kehamilan antara kelahiran sebelum dan sesudahnya), Terlalu sering melahirkan dengan jumlah anak yang banyak. Empat terlalu ini membawa risiko reproduksi bagi perempuan sehingga setiap kehamilan dibutuhkan perencanaan dengan pengaturan jarak kehamilan. Pengaturan jarak kehamilan dilakukan dengan penggunaan kontrasepsi.

Kontrasepsi adalah sebuah istilah yang digunakan untuk mewakili semua tindakan atau usaha mencegah dan mengatur terjadinya kehamilan. Usaha ini dapat bersifat sementara atau bersifat permanen. Secara umum, metode kontrasepsi terbagi atas dua jenis, yaitu: barrier (pembatas atau penghalang) dan hormonal.

Kontrasepsi pada laki-laki:

Kondom
Merupakan alat kontrasepsi yang biasa digunakan oleh laki-laki. Kondom juga mempunyai fungsi Dual Protection yakni Jenis kontrasepsi yang memiliki fungsi perlindungan ganda sebagai alat pencegah kehamilan dan efektif dalam pencegahan Infeksi Menular Seksual (IMS). Namun, kondom mempunyai efektifitas yang lebih rendah dalam mencegah kehamilan dibandingkan dengan alat kontrasepsi lain.

Vasektomi
Dilakukan dengan menutup saluran sperma (vas deverens) yang membawa sperma dari testis / buah pelir. Tindakan ini disebut vasektomi. Vasektomi bukan “kebiri”. Laki – laki yang menjalani vasektomi masih terangsang secara seksual, ereksi dan ejakulasi, serta mampu mengeluarkan air mani. Namun, air mani ini tidak mengandung sperma sehingga tidak akan terjadi pembuahan

Kontrasepsi pada perempuan

Kontrasepsi Hormon: pil, suntik, susuk (implant).

Meskipun cara pemakaiannya berbeda, namun cara kerjanya sama karena jenisjenis kontrasepsi hormonal ini semuanya mengeluarkan hormon ke dalam darah. Hormon yang dikeluarkan kontrasepsi jenis hormonal bekerja dengan cara mencegah keluarnya sel telur dari indung telur, serta mengentalkan lendir pada rahim sehingga menghambat sperma bertemu dengan sel telur (sperma mengalami kesulitan berenang “menembus” lendir yang kental).

Intra Uterine Devices (IUD)
Contohnya spiral, atau Copper T. IUD membuat terjadinya peradangan lokal pada rahim, sehingga rahim akan menolak sperma atau sel telur yang telah dibuahi (jika pembuahan tetap terjadi). Untuk IUD yang mengandung hormon, selain membuat peradangan lokal juga akan mengentalkan lendir leher rahim sehingga menghalangi perjalanan sperma.

Tubektomi
Sterilisasi pada perempuan yang dilakukan dengan menutup (mengikat atau mengikat dan memutuskan) saluran telur. Saluran ini merupakan tempat sel telur bergerak dari indung telur ke rahim. Baik sterilisasi pada perempuan maupun pada laki-laki adalah metode kontrasepsi yang permanen. Pada gambar di bawah ini dapat dilihat masing-masing efektifitas dari kontrasepsi.

 

Who is Online

No one is online right now

Advertisement

Twitter

Mari bergabung bersama Mitra Wacana

Silahkan bergabung dan menjadi bagian dari Mitra Wacana.
Akan ada penghargaan untuk tulisan yang terpilih.
Terima Kasih

Gabung