web analytics
Connect with us

Rilis

Cerdas Menjelang Lebaran

Mitra Wacana WRC

Published

on

menjelang lebaran
Waktu dibaca: 2 menit

Tingginya tingkat konsumsi masyarakat menjelang dan saat lebaran boleh dikatakan gila-gilaan. Artinya ada permainan pasar yang coba diramu dengan sedemikian masifnya agar masyarakat tergoda dan terseret pada lembah pemborosan. Penggiringan yang paling nyata dengan godaan yang muncul di berbagai media, dengan tawaran diskon ataupun paket murah yang sangat menggiurkan.

Pola konsumtif yang membudaya maka dipastikan akan menjadi pembiasaan yang dibiasakan mengarah pada kebiasaan yang sulit dihilangkan dan pasti melekat pada pikiran dan akan menjadi paham atau pertautan kehendak (ideology). Ideologi yang mengawinkan paham konsumerisme dan kapitalisme yang begitu kencang merasuki setiap pola pikir dan perilaku.

Di tengah ketatnya persaingan bisnis, tidak bisa dipungkiri kadang ada produsen atau perusahaan yang “nakal” ketika berhubungan konsumen. Berbagai tawaran iklan yang membanjir, memaksa kita untuk sedikit berpikir atau bahkan tidak berpikir sama sekali ketika memutuskan untuk membeli barang. Menjadi konsumen cerdas adalah jawaban tepat untuk bisa kritis dan berhati-hati ketika hendak mengkonsumsi barang, sehingga konsumen mampu melindungi dirinya terhadap barang/jasa yang tidak memenuhi aspek kesehatan, keselamatan, dan keamanan Lingkungan (K3L).

Konsumen harus memperhatikan hak-haknya, mencari dan mengolah informasi serta melakukan penilaian terhadap produk yang akan dikonsumsi. Di situs Kementerian Perdagangan disebutkan, konsumen juga harus bertanggung jawab dalam memilih dan menentukan produk yang akan dikonsumsi.

Beberapa langkah yang harus Anda lakukan untuk menjadi konsumen cerdas:

1. Teliti sebelum membeli. Dengan langkah ini konsumen diajak untuk terbiasa teliti atas barang yang ditawarkan, jika ada yang kurang jelas bertanya atau meminta penjelasan informasi atas barang tersebut.
2. Perhatikan label dan masa kadaluarsa. Dengan langkah ini konsumen diajak untuk lebih kritis dengan barang yang akan dan telah dikonsumsi. Selain itu kehati-hatian juga diperlukan terhadap barang yang akan dikonsumsi karena termasuk dalam K3L
3. Pastikan produk bertanda SNI, karena pada umumnya konsumen kurang begitu akrab dengan produk bertanda SNI. Melalui gerakkan ini konsumen diajak untuk memperhatikan bahwa sudah saatnya setiap produk harus memiliki tanda SNI.
4. Beli sesuai kebutuhan, bukan keinginan. Konsumen diajak untuk terbiasa mempunyai perilaku tidak konsumtif, artinya bukan barang atau jasa yang menguasai konsumen, tapi sebaliknya justru konsumen yang seharusnya bisa menguasai keinginannya.

Saat mudik, membeli makanan dan minuman di pinggir jalan, dimana kualitas makanan dan minuman yang belum tentu terjaga baik, karena selalu terpapar debu dan panas. Terutama untuk makanan dan minuman rumahan (hand made). Makanan dan minuman jenis ini berpotensi terkontaminasi, baik dari debu dan kotoran lain karena memang dijajakan di jalan raya. Begitu juga dengan tempat dan wahana rekreasi, sudah kita memilihkan tempat yang aman dan nyaman?

*)disarikan dari berbagai sumber

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Kulonprogo

Launching Film ” Tanpa Sadar Aku Jadikan Barang Dagangan” karya Media Desa Demangrejo x Mitra Wacana

Mitra Wacana WRC

Published

on

Waktu dibaca: < 1 menit

Minggu (06/02/2022), Media Desa Demangrejo bersama Mitra Wacana menggelar launching film yang berjudul ” Tanpa Sadar Aku Jadikan Barang Dagangan” di Balai Desa Demangrejo, Kecamatan Sentolo, Kabupaten Kulon Progo.

Film tersebut diproduksi oleh Media Desa Demangrejo yang di sutradarai oleh Rofik Rohadi yang disupport oleh Mitra Wacana, isi dari film tersebut menceritakan kisah Senja yang dipekerjakan oleh ibunya melalui jasa penyaluran kerja yang ilegal hingga Senja depresi dan harus dirawat.

Selain pemutaran film acara tersebut juga diramaikan dengan Talkshow bedah film dan hiburan musik oleh Band ANGBER.

Acara disiarkan secara langsung melalui kanal youtube Demangan Media, sedangkan di venue acara menerapkan protokol kesehatan dengan jumlah undangan terbatas.

Tayangan Youtube bisa disaksikan di link berikut:

Continue Reading

Who is Online

No one is online right now

Advertisement
Advertisement

Twitter

Trending

EnglishGermanIndonesian
Mari bergabung bersama Mitra Wacana

Silahkan bergabung dan menjadi bagian dari Mitra Wacana.
Akan ada penghargaan untuk tulisan yang terpilih.
Terima Kasih

Gabung