web analytics
Connect with us

Uncategorized @id

Membaca Partisipasi Perempuan Desa

Mitra Wacana WRC

Published

on

Talkshow MBS FM. Foto: Wahyu T

This post is also available in: Indonesia

Waktu dibaca: 2 menit

Pembahasan mengenai peran partisipasi perempuan dalam desa, akan bermuara pada  persoalan budaya patriarkhi (menganggap laki-laki paling unggul) yang masih membelenggu perempuan hingga saat ini. Selain budaya patriarkhi, kurangnya partisipasi perempuan juga disebabkan oleh kurangnya rasa percaya diri, sehingga sangat sering ditemui perempuan yang hanya bergerak mengikuti bukan membentuk pola gerak yang baru, ungkap Ngatiyar, narasumber talkshow di radio MBS FM Jl.Tegalgendu Kotagede Yogyakarta pada Jum’at (13/10/17) membahas mengenai partisipasi perempuan dalam desa.

Ngatiyar menambahkan untuk meningkatkan partisipasi perempuan minimal ada dua hal penting yang dapat dilakukan dalam upaya meningkatkan kualitas perempuan di desa. Pertama, hadirkan pihak yang mampu dan mau mengorganisir serta memperkuat perempuan. Permulaan dalam memperkuat perempuan adalah mendorong secara psikis, sehingga perempuan yang semula kurang percaya diri memiliki motivasi untuk bergerak. Memiliki keinginan untuk ikut berproses dan berkontribusi dalam pembangunan desa. Mengingat, upaya pembentukan karakter selalu berasal dari keinginan diri sendiri untuk mau membentuk diri.

Kedua, pemerintah memberikan ruang bagi perempuan secara terbuka lebar untuk meaksimalkan perannya. Keterbatasan ruang gerak perempuan di desa-desa cenderung berasal dari segala lini. Baik dari diri perempuan itu sendiri, lingkungan sekitar, pemerintah setempat, dan kesepakatan tidak langsung mengenai hak perempuan di desa.

“ Proses pembangunan desa akan berjalan dengan baik ketika pemerintah desa responsif dan masyarakat aktif. Jika kedua katup ini dapat bertemu, maka proses pembangunan desa akan berjalan dengan tepat ”, Ngatiyar mengungkapkan. Kendala dari pernyataan tersebut adalah, seringnya terjadi ketimpangan kerja antara dua komponen pembangun desa itu. Seiring berlalunya waktu, banyak perempuan warga desa yang berperan aktif dalam pembangunan, dan  munculnya banyak relawan yang ikut bekerja sama sebagai pihak yang mencoba mendampingi perempuan.

Mitra Wacana WRC mengorganisir dan mendukung peran perempuan di desa untuk mendirikan P3A (Pusat Pembelajaran Perempuan dan Anak).  Dalam proses mengembangkan potensi perempuan di desa, ada beberapa fase yang telah dilewati. Pertama, pertumbuhan. Dalam hal ini diperlukan upaya untuk menumbukan kesadaran perempuan mengenai siapa dirinya dan dalam posisi seperti apa mereka dalam struktur sosial di desanya. Hal ini dapat diketahui melalui upaya untuk membaca diri sendiri. Dengan harapan perempuan mampu, sadar, dan tahu peran dan posisinya.

Kedua, fase perkembangan. Setelah menyadari posisinya selanjutnya perempuan akan mulai berfikir mengenai apa yang dapat dilakukan oleh desa dan untuk desa yang memberikan keuntungan bagi perempuan. Ketiga, aksi. Pada fase ini mulai muncul gagasan dan argumentasi. Para perempuan mencoba untuk mengeluarkan suaranya, dan menyampaikan gagasan pada forum-forum desa. Seluruh fase ini membutuhkan satu kunci utama yakni kesadaran personal akan keberadaan diri sebagai bagian dari kelompok, dan peran dalam kesadaran komunal. Karena hal ini akan berkaitan dengan kedekatan psikologis antar anggota kelompok, sehingga mampu memperkuat diri. (Windi Meilita)

 

 

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Uncategorized @id

E-Sertifikat Ngobras Bareng Mitra Wacana

Robi Setiyawan

Published

on

This post is also available in: Indonesia

Waktu dibaca: 2 menit

        1. Sertifikat 1 Shafa Rizki Salsabil

        2. Sertifikat 2 SITI ZUBAIDAH

        3. Sertifikat 3 EKA FAJAR SETIAWAN

        4. Sertifikat 4 NIKEN AYUNINGTYAS

        5. Sertifikat 5 SRI NOVENI

        6. Sertifikat 6 MUFLIHATURROHMAH

        7. Sertifikat 7 ARINA MANASIKANA

        8. Sertifikat 8 ENJELIKA PALINOAN

        9. Sertifikat 9 RISKAWATI

        10. Sertifikat 10 HAPPY PUTRI FITRIN ARIYANA

        11. Sertifikat 11 KHOFIFATUN NISA

        12. Sertifikat 12 FATHIA CINTYANING

        13. Sertifikat 13 ANGGI CLARA NURITA

        14. Sertifikat 14 RIZKI NUR MAWANTI

        15. Sertifikat 15 ORYZHA WAHYU NUGRAHA

        16. Sertifikat 16 WAHYU CHOIRUNNISA P

        17. Sertifikat 17 ROHMAH FITRIYANA

        18. Sertifikat 18 AZIZAH FEBRIAN RAHMAWATI

        19. Sertifikat 19 ANGGI OKTAVIANDA

        20. Sertifikat 20 LARASATI INDAH SWASTI

        21. Sertifikat 21 USLUM MUFIDATUL LAILA

        22. Sertifikat 22 GIOVANI

        23. Sertifikat 23 ISTIQOMAH

        24. Sertifikat 24 WILLY KURNIAMAN LASE

        25. Sertifikat 25 NDARU TEJO LAKSONO

        26. Sertifikat 26 YHANU SURYO ASMORO

        27. Sertifikat 27 RADITYA RASYADUL IHSAN

        28. Sertifikat 28 DINI SITATUN NUR HIDAYATULLAH

        29. Sertifikat 29 ROBITHOTUL HUSNA

        30. Sertifikat 30 NOVARIA INTAN NABILLA

        31. Sertifikat 31 DEVI SYAMSYAH A.F

        32. Sertifikat 32 OKTHI RAIHAN UTAMI

Continue Reading

Who is Online

No one is online right now

Advertisement

Twitter

Trending

Mari bergabung bersama Mitra Wacana

Silahkan bergabung dan menjadi bagian dari Mitra Wacana.
Akan ada penghargaan untuk tulisan yang terpilih.
Terima Kasih

Gabung