web analytics
Connect with us

Uncategorized @id

Mengapa RUU Penghapusan Kekerasan Seksual Harus Disahkan?

Mitra Wacana WRC

Published

on

Diskusi RUU Penghapusan Kekerasan Seksual Mitra Wacana WRC. Foto: Aini

This post is also available in: Indonesia

Waktu dibaca: 2 menit

Kekerasan seksual semakin marak terjadi di masyarakat Indonesia, baik di perkotaan maupun di pedesaan. Kekerasan yang terjadi tidak hanya pemerkosaan saja namun ada banyak bentuknya, seperti menggoda atau pelecehan secara verbal. Bahkan tidak hanya terjadi pada orang dewasa, anak-anak yang masih bersekolah dasar juga rawan menjadi korban kekerasan seksual. Sehingga hadirnya RUU Penghapusan Kekerasan Seksual pun menjadi bahan yang menarik untuk dikritisi oleh berbagai kalangan, seperti para pelajar dan aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat.

Selasa, (17/10/2017), Mitra Wacana WRC mengadakan diskusi tentang RUU Penghapusan Kekerasan Seksual bersama beberapa mahasiswa Jurusan Hubungan Internasional, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Diskusi yang dimulai pukul 13.00 WIB tersebut diadakan di kantor Mitra Wacana WRC, Gedongan Baru No.42 Pelemwulung Banguntapan Bantul DIY. Hadir sebagai narasumber Eka Septy Wulandari (Pegiat Komunitas) dan Wariyatun (Aktivis Perempuan).

Septy dalam pemaparannyya Septy bercerita selama menjadi pendamping korban kekerasan di Banjarnegara yang mendampingi 4 desa di Kecamatan Susukan dan Punggelan. Berdasarkan penelitian, di empat desa tersebut banyak terjadi kekerasan, termasuk kekerasan seksual. Kecamatan Susukan menjadi kecamatan dengan tingkat kekerasan paling tinggi di Banjarnegara. Pada bulan September lalu terjadi pemerkosaan di sebuah tempat ibadah di desa Karangjati Kecamatan Susukan. Sedangkan pada bulan Agustus di Kecamatan Punggelan, terjadi kekerasan berupa penyekapan korban di rumah kosong selama berhari-hari. Selain menyampaikan pengalamannya mendampingi korban kekerasan, Bu septy juga menyampaikan kegiatan-kegiatan pendampingan, seperti melakukan sosialisasi pencegahan kekerasan pada perempuan dan anak di pertemuan-pertemuan dan di sekolah.

Sedangkan Wariyatun menjelaskan beberapa pasal di RUU Penghapusan Kekerasan Seksual. Ada 5 unsur yang terdapat dalam RUU Penghapusan Kekerasan Seksual yaitu pencegahan, penanganan, perlindungan, pemulihan korban dan penghukuman pelaku. Dari beberapa pasal yang dijelaskan, P3A (Pusat Pembelajaran Perempuan dan Anak) terakomodir pada BAB VIII tentang partisipasi masyarakat dalam upaya penghapusan kekerasan seksual.

Hingga saat ini, RUU Penghapusan Kekerasan Seksual belum disahkan. Salah satu faktor penyebabnya yakni terdapat beberapa peraturan yang belum diselaraskan dengan program pemerintah, misalnya program penggunaan alat kontrasepsi. (Listy/Tnt).

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Uncategorized @id

E-Sertifikat Ngobras Bareng Mitra Wacana

Robi Setiyawan

Published

on

This post is also available in: Indonesia

Waktu dibaca: 2 menit

        1. Sertifikat 1 Shafa Rizki Salsabil

        2. Sertifikat 2 SITI ZUBAIDAH

        3. Sertifikat 3 EKA FAJAR SETIAWAN

        4. Sertifikat 4 NIKEN AYUNINGTYAS

        5. Sertifikat 5 SRI NOVENI

        6. Sertifikat 6 MUFLIHATURROHMAH

        7. Sertifikat 7 ARINA MANASIKANA

        8. Sertifikat 8 ENJELIKA PALINOAN

        9. Sertifikat 9 RISKAWATI

        10. Sertifikat 10 HAPPY PUTRI FITRIN ARIYANA

        11. Sertifikat 11 KHOFIFATUN NISA

        12. Sertifikat 12 FATHIA CINTYANING

        13. Sertifikat 13 ANGGI CLARA NURITA

        14. Sertifikat 14 RIZKI NUR MAWANTI

        15. Sertifikat 15 ORYZHA WAHYU NUGRAHA

        16. Sertifikat 16 WAHYU CHOIRUNNISA P

        17. Sertifikat 17 ROHMAH FITRIYANA

        18. Sertifikat 18 AZIZAH FEBRIAN RAHMAWATI

        19. Sertifikat 19 ANGGI OKTAVIANDA

        20. Sertifikat 20 LARASATI INDAH SWASTI

        21. Sertifikat 21 USLUM MUFIDATUL LAILA

        22. Sertifikat 22 GIOVANI

        23. Sertifikat 23 ISTIQOMAH

        24. Sertifikat 24 WILLY KURNIAMAN LASE

        25. Sertifikat 25 NDARU TEJO LAKSONO

        26. Sertifikat 26 YHANU SURYO ASMORO

        27. Sertifikat 27 RADITYA RASYADUL IHSAN

        28. Sertifikat 28 DINI SITATUN NUR HIDAYATULLAH

        29. Sertifikat 29 ROBITHOTUL HUSNA

        30. Sertifikat 30 NOVARIA INTAN NABILLA

        31. Sertifikat 31 DEVI SYAMSYAH A.F

        32. Sertifikat 32 OKTHI RAIHAN UTAMI

Continue Reading

Who is Online

No one is online right now

Advertisement

Twitter

Trending

Mari bergabung bersama Mitra Wacana

Silahkan bergabung dan menjadi bagian dari Mitra Wacana.
Akan ada penghargaan untuk tulisan yang terpilih.
Terima Kasih

Gabung