web analytics
Connect with us

Ekspresi

Menyusui di Bulan Puasa

Mitra Wacana WRC

Published

on

This post is also available in: Indonesia

Waktu dibaca: 2 menit

Cahyani Hijriafitri
Kadiv Advokasi – Konselor Menyusui
AIMI Bantul

Dalam ajaran Islam, sesuai dalam Al Quran bahwa puasa adalah kewajiban seorang muslim yang telah memenuhi syarat wajib dan syarat sah puasa. Bagaimana dengan ibu menyusui?

Sesungguhnya Allah ‘azza wa jalla menghilangkan pada musafir separuh shalat. Allah pun menghilangkan puasa pada musafir, wanita hamil dan wanita menyusui.” (HR. Ahmad)

Islam memberikan keringanan pada ibu hamil atau menyusui untuk tidak berpuasa. Ada beberapa pendapat terkait apakah perlu meng qadla puasa di lain hari atau membayar fidyah. Silakan hal tersebut bisa dikonsultasikan dengan alim ulama. Pada ilmu laktasi produksi ASI dipengaruhi oleh supply and demand sehingga ASI akan tetap diproduksi. Ketika bayi menyusui sesuai kehendak bayi, dan perah ASI saat ibu jauh dari si bayi (bekerja/beraktivitas).

Hal ini sama juga saat ibu memutuskan menyusui di bulan Ramadhan. Sebagai tambahan prinsip berpuasa pada ibu menyusui adalah ibu memahami alarm tubuhnya sendiri dan bayi. Untuk bayi usia 0-6 bulan, AIMI merekomendasikan untuk ibu tidak berpuasa mengingat ASI menjadi satu-satunya pemenuhan kebutuhan nutrisi bayi. Jika ibu tetap menginginkan berpuasa, beberapa tips bisa dilakukan seperti himpun dukungan, penuhi asupan makan & minum sesuai gizi seimbang, perhatikan alarm apakah ibu merasa lemas dan juga alarm si bayi: apakah lebih sering menangis meskipun sudah disusui dan BAK pekat.

Tentunya yang paling dipahami bahwa menyusui pun adalah suatu ibadah, sehingga perlu diperhatikan beberapa hal di atas untuk memutuskan tetap berpuasa atau tidak pada kondisi ibu menyusui.

Sumber:
– Aimi-asi.org
– rumasho.com

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ekspresi

Qurban di Masa Pandemi

Mitra Wacana WRC

Published

on

qurban di masa pandemi

This post is also available in: Indonesia

Waktu dibaca: 2 menit
Ada apa dengan KPK ?

Agus Rahmad Hidayat
Mahasiswa Magang

Kamis (15/7/2021) Talkshow Mitra Wacana kali ini mengangkat tema “Qurban di Masa Pandemi” di Radio Smart 102.1 FM Yogyakarta bersama narasumber Drs Abd Samik (Wakil Ketua 2 Baznas Kota Yogyakarta).

Dalam talkshow kali ini narasumber membahas terlebih dahulu dimasa pandemi dan menjelang Idul Adha ini adal hal yang bisa dimanfaatkan seperti perintah dalam Surah Al-kausar melakukan qurban. Qurban berasal dari istilah qoroba yang memiliki arti mendekatkan diri, perintah dalam surah ini adalah melakukan qurban untuk mendekatkan diri pada tuhan. Tetapi dalam praktiknya dibuktikan dengan berbagi dengan sesama.

Perintah ini dilakukan dengan dua kegiatan yaitu pendekatan dengan tuhan dan pendekatan kepada sesama manusia, itulah yang dinamakan qurban. Sehingga wujudnya adalah berbagi dengan sesama. Qurban yang paling utama adalah memberikan manfaat kepada orang di saat yang tepat dan dibutuhkan. Terutama di masa pandemi dan PPKM ini banyak orang yang terkena covid-19 yang melakukan isolasi dan usaha yang menurun bantuan, hal ini bagi muhammadiyah yang perlu disalurkan kepada yang membutuhkan dan tepat sasaran.

Berqurban di masa pandemi harus sesuai dengan anjuran agama dalam menyembelih hewan, menjaga lingkungan yang sehat dan bersih dan menerapkan protokol kesehatan merupakan ibadah yang sering kita anggap bukan ibadah padahal itu bagian dalam ibadah. Qurban secara online di dalam agama di perbolehkan.  

Menyembelih sendiri ataupun mengikuti proses penyembelihan di dalam agama tidak keharusan untuk mengikuti hal tersebut. Qurban online merupakan bagian dari ikhtiar dalam menjaga untuk tidak langsung melakukannya sendiri, karena banyak orang yang tidak mampu menjalankan qurban mulai dari pemeliharaan, proses penyembelihan, proses pemotongan dan sebagainya. 

Berqurban harus sesaui dengan anjaran agama dalam memperlakukan hewan qurbannya, fasilitas atau tempat yang menyediakan tempat qurban di tangani oleh ahli atau orang yang mampu melakukan penyembelihan secara halal sesuai ajaran dalam agama seperti proses sebelum berqurban yaitu menyiapkan tempat layak bagi hewan qurban, tempat harus terpisah dengan tempat penyembelihan, memperhatikan kesejahteraan hewan qurban, kesehatan harus di periksa, 12 jam sebelum penyembelihan harus di istirahatkan makan agar tenaga berkurang, isi kotoran di dalam perut berkurang agar bakteri dari makan tidak banyak tentu akan menjadi sehat ketika hendak di sembelih

Continue Reading

Who is Online

No one is online right now

Advertisement
Advertisement

Twitter

Trending

Mari bergabung bersama Mitra Wacana

Silahkan bergabung dan menjadi bagian dari Mitra Wacana.
Akan ada penghargaan untuk tulisan yang terpilih.
Terima Kasih

Gabung