web analytics
Connect with us

Rilis

Mitra Wacana Sebagai Nafas Literasi Kesetaraan Gender di Yogyakarta

Mitra Wacana WRC

Published

on

Koleksi buuku di Mitra Wacana. Foto: Ruly

This post is also available in: Indonesia

Waktu dibaca: < 1 menit

Topik tentang Kesetaraan Gender merupakan suatu isu yang selalu hangat diperbincangkan. Dimana isu ini berangkat dari perjuangan hak ketidakadilan yang kerap kali dirasakan kaum perempuan, baik kekerasa dalam rumah tangga, pelecehan seksual, marginalisasi hingga subordinasi terhadap perempuan. Oleh karena itu tak heran jika paham ini pun menumbuhkan berbagai ideologi pembelaan terhadap perempuan hingga merambat kepada suatu sistem gerakan sampai melembaga. Perpustakaan Mitra Wacana adalah salah satunya, perpustakaan yang berada di Yogyakarta yang berfokuskan kepada isu-isu tentang keperempuanan, mulai dari kasus kekerasaan seksual dalam rumah tangga, kekerasan dalam berpacaran, pernikhan dini, hingga aktifitas-aktifitas diskusi yang tak jauh membahas tentang isu-isu lainnya tentang perempuan. Sebagai lembaga berbasisi sosial.

Perpustakaan Mitra Wacana tidak hanya bergerak dalam perkara yang menyinggung perempuan saja, melainkan juga berpartisipasi dan peduli dalam masalah sosial lainnya seperti bencana alam. Sebagai bentuk manifestasi sumbangsih masyarakat, Perpustakaan Mitra Wacana juga melakukan sosialisasi tentang keperempuanan sarta pembagian wacana seperti majalah, komik, kaos dan lain sebagainya ini merupakan sebagai upaya memberikan transparsi akan pentingnya perlindungan anak. Walaupun notabenya suatu lembaga yang mengarah kepada gerakan feminisme tidak lantas kemudian membuat sudut pandangnya terkhususkan pada salah satu ideologi suatu paham saja, melainkan mandiri dengan tiga prinsip utama yang dipegang yakni, Keadilan Gender, Inklusi dan Kesetaran.

Di bawah ini adalah laporan hasil temuan penelitian mahasiswi UIN Sunan Kalijaga selama proses pelenilitian di Mitra Wacana, silahkan unduh dokumennya.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Arsip

Pelayanan Kesehatan Reproduksi Yang Inklusif Bagi Difabel

Mitra Wacana WRC

Published

on

This post is also available in: Indonesia

Waktu dibaca: 2 menit
Ada apa dengan KPK ?

Agus Rahmad Hidayat
Mahasiswa

Jum’at (9/7/2021) Talkshow sinau sareng #36 Mitra Wacana kali ini ditemani oleh narasumber Solih Muhdlor, Koordinator Divisi GEDSI Sentra Advokasi Perempuan, Difabel, dan Anak (SAPDA) Yogyakarta, dengan tema yang diangkat “Pelayanan Kesehatan Reproduksi Yang Inklusif Bagi Difabel” selama satu jam.

Dalam talkshow kali ini, narasumber mengungkapkan problem pelayanan kesehatan reproduksi dan informasi bagi disabilitas saat ini sering sekali tidak memiliki akses pelayanan kesehatan reproduksi yang memadai. Kebutuhan-kebutuhan seperti pendidikan, KTP, perawatan dan lain-lain sangat sulit mereka dapatkan, apalagi menyangkut kebutuhan kesehatan reproduksi. 

Pemenuhan layanan kesehatan reproduksi memiliki banyak hambatan dan tantangan bagi teman-teman penyandang disabilitas, seperti layanan dalam mengakses informasi. Hal tersebut juga dipengaruhi oleh faktor eksternal dalam sulitnya mengakses informasi terkait dengan layanan-layanan kesehatan seksual dan reproduksi yang berada di dekat mereka. Informasi yang didapatkan belum tentu dimengerti dan dipahami dalam tindak lanjut informasi tersebut. 

Penyandang disabilitas membutuhkan informasi kesehatan reproduksi yang lengkap, ramah, inklusif dan mudah di pahami. Penting juga mendapatkan sosialisasi kesehatan reproduksi agar terhindar dari kekerasan seksual, penyakit menular seksual, kekerasan fisik, aborsi tidak aman, beban ganda, nikah dini yang tentunya sesuai dengan kebutuhan ragam disabilitas.

Pemenuhan layanan kesehatan reproduksi bagi disabilitas memiliki hak yang sama seperti haid, kehamilan yang bermasalah, menghadapi sistem reproduksi yang bermasalah sejak awal dan lain sebagainya. Upaya pemenuhan kesehatan seksual reproduksi dapat dilakukan dengan memberikan aksesbilitas informasi, pelayanan dan fasilitas, pelibatan pendampingan atau orang tua, lembaga pendidikan untuk sosialisasi dan peningkatan pemahaman kesehatan reproduksi, dan  kerjasama pemerintah  

Layanan yang diperlukan bagi disabilitas adalah layanan yang inklusif dan ramah bagi disabilitas serta memiliki program layanan yang menjangkau disabilitas, akomodasi dalam akses layanan yang penuh, memanfaatkan dan mencegah kondisi disablitas agar tidak menjadi lebih buruk.

Continue Reading

Who is Online

No one is online right now

Advertisement
Advertisement

Twitter

Trending

Mari bergabung bersama Mitra Wacana

Silahkan bergabung dan menjadi bagian dari Mitra Wacana.
Akan ada penghargaan untuk tulisan yang terpilih.
Terima Kasih

Gabung