web analytics
Connect with us

Uncategorized @id

Musyawarah RT di Kebakalan, Banjarnegara

Mitra Wacana WRC

Published

on

Dokumentasi pertemuan warga. Foto: Mutoharoh

This post is also available in: Indonesia

Waktu dibaca: < 1 menit

Aspirasi dari warga sangat di butuhkan guna mewujudkan desa membangun. Kita sebagai warga negara mempunyai hak dan kewajiban yang sama dalam upaya mendukung suksesnya pembangunan di daerah yang kita tempati. Selain itu sebagai warga negara yang aktif kita harus selalu tanggap dengan segala kebijakan publik yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah. Dukungan warga negara terhadap pemerintahan di daerah dapat diwujudkan dalam berbagai kegiatan yang positif. Usul, saran atau pendapat serta partisipasi masyarakat dalam merumuskan kebijakan publik terutama di daerah akan memberikan dampak positif dalam kehidupan masyarakat daerah.

Maka dari itu tim Mitra Wacana WRC bekerja sama dengan warga Kebakalan, Mandiraja, Banjarnegara, Jawa tengah. Mengadakan pertemuan RT, guna menyelenggarakan diskusi mengenai pentingnya usulan warga. Selama ini warga belum banyak yang berani menyuarakan kebutuhan mereka karena belum wadah untuk menampung aspirasi. Momen berkumpul digunakan sebatas pertemuan seperti yasinan atau arisan. Padahal aspirasi warga sangat dibutuhkan untuk mewujudkan desa membangun. Aspirasi warga adalah bentuk keaktifan warga demi kemajuan desa.

Kegiatan ini berlangsung pada hari Selasa, (17/10/2017) pukul 18.30-20.30 bertempat di rumah Alan (tim media kebakalan). Kegiatan ini di hadiri oleh 12 laki-laki dan 2 perempuan dari warga kebakalan, selain itu juga di bantu oleh Sudartono (kadus kebakalan) juga Muthoharoh (tim pendamping mitra wacana di desa kebakalan).

Muthoharoh , tim pendamping Mitra Wacana WRC di Desa Kebakalan menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dimaksudkan sebagai masukan atau saran dari aspirasi warga untuk turut andil dalam membangun desa, harapannya supaya warga ternasuk perempuan juga bisa berpartisipasi dalam setiap pertemuan, termasuk untuk mengajukan pendapat atau usulan.

Diskusi tersebut ditutup dengan sambutan dari Sudartono selaku Kepala Dusun Kebakalan. Dalam penyampaiannya Sudartono menghimbau kepada warga untuk menulis kebutuhan mereka dalam lembar kertas (form) yang telah dibagikan kepada warga. Sudartono juga juga meminta warga untuk turut serta dalam menghadiri musyawarah dusun. (Mutoharoh/Lintang)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Opini

KONSTRUKSI MEDIA MASSA TERHADAP CITRA PEREMPUAN

Mitra Wacana WRC

Published

on

Sumber: Freepik

This post is also available in: Indonesia

Waktu dibaca: 3 menit
TANTANGAN GERAKAN PEREMPUAN DI ERA DIGITAL

Lilyk Aprilia Volunteer Mitra Wacana

Di era globalisasi, media massa menjadi salah satu hal yang penting dalam kehidupan masyarakat baik digunakan sebagai alat untuk komunikasi, mencari informasi, atau hiburan. Media massa terus mengalami perkembangan dari yang mulanya konvensional hingga sekarang menjadi modern . Berbicara mengenai media massa tentu ada hal yang menjadikan media massa memiliki nilai tarik tersendiri terlebih jika dihubungkan dengan keberadaan perempuan.

      (Suharko, 1998)  bahwa tubuh perempuan digunakan sebagai simbol untuk menciptakan citra produk tertentu atau paling tidak berfungsi sebagai latar dekoratif suatu produk.  Media massa dan perempuan merupakan dua hal yang sulit dipisahkan. Terutama dalam bisnis media televisi. Banyaknya stasiun televisi yang berlomba-lomba dalam menyajikan sebuah program agar diminati oleh masyarakat membuat mereka mengemas program tersebut semenarik mungkin salah satunya dengan melibatkan perempuan. Perempuan menjadi kekuatan  media untuk menarik perhatian masyarakat. Bagi media massa tubuh perempuan seolah aset terpenting yang harus dimiliki oleh media untuk memperindah suatu tayangan yang akan disajikan kepada masyarakat sehingga memiliki nilai jual yang tinggi.

     Media massa memiliki beberapa fungsi diantaranya sebagai wadah untuk memberikan informasi kepada masyarakat. Informasi yang diberikan kepada masyarakat salah satunya dalam bentuk iklan sebuah produk atau layanan jasa . Iklan merupakan sebuah informasi yang diberikan kepada masyarakat mengenai hal yang berhubungan dengan suatu produk atau jasa yang dikemas dengan semenarik mungkin.  Memiliki tujuan untuk menarik minat konsumen membuat salah satu pihak menjadi dirugikan . Pasalnya pemasang iklan dalam mengenalkan produknya kepada masyarakat sering kali memanfaatkan perempuan sebagai objek  utama untuk memikat para konsumen. Memanfaatkan wajah dan bentuk tubuh sebagai cara untuk menarik perhatian masyarakat membuat citra perempuan yang dimuat pada iklan terus menjadi sumber perdebatan karena dinilai menjadikan tubuh perempuan sebagai nilai jual atas produk yang ditawarkan . Ironisnya hal ini terus menerus dilakukan. 

         Memanfaatkan fisik sebagai objek untuk diekploitasi sudah bukan menjadi rahasia umum lagi. Terlihat dari citra perempuan yang digambarkan oleh tayangan iklan ataupun acara program televisi. Kecantikan perempuan dijadikan sebagai penghias tampilan dari suatu program acara. Dipoles sedemikian rupa untuk mendapatkan tampilan yang cantik kemudian dikonsumsi oleh publik. Demi untuk mengedepankan kepentingan media bahkan hak hak perempuan yang seharusnya dimiliki mereka dikesampingkan oleh media .  

     Selain sebagai wadah informasi untuk masyarakat media massa juga berfungsi sebagai hiburan.. Tayangan televisi yang sampai saat ini menempati rating tertinggi yaitu dalam kategori sinetron. Gambaran dalam tayangan tersebut banyak yang melibatkan perempuan dengan menggambarkan posisi perempuan selalu dibawah laki-laki. Tidak terlalu memperhatikan  pesan tersirat apa yang terkandung dalam tayangan tersebut, masyarakat terus-menerus mengkonsumsinya seolah tayangan tersebut tidak memiliki pesan yang bermasalah. Jika diperhatikan lebih lanjut banyak sekali peran perempuan yang digambarkan dari sisi lemahnya atau hanya melakukan pekerjaan domestik saja. Dengan begitu apa yang disajikan oleh media akan tertanam difikiran mereka sehingga menganggap pesan media massa sebagai realitas yang benar dan menjadi nilai yang kemudian diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

 

 Kekuatan Media Massa Dalam Membentuk Citra Perempuan

      Media massa memiliki kemampuan dalam membentuk citra . Bermula dari gambaran atas kenyataan yang ada dimasyarakat kemudian dikembangkan dengan menggunakan bahasa yang mengandung makna baru  namun masih memiliki acuan terhadap fakta yang ada kemudian disajikan kepada masyarakat secara terus menerus.  Dengan begitu citra yang dibentuk oleh media massa akan mempengaruhi realitas kehidupan dimasyarakat. Mengingat minat masyarakat terhadap objektifikasi perempuan cukup tinggi, media massa berlomba-lomba membentuk citra perempuan yang sempurna untuk mencapai target pasar dengan menggiring opini publik dalam menetapkan standar ‘cantik’ menurut media. Perempuan kerap kali dijadikan alat oleh media massa sebagai ladang untuk mendapatkan keuntungan dengan menampilkan kemolekan dan kecantikan fisiknya. Konstruksi sosial pada citra perempuan yang terjadi pada media massa bukan lagi hal baru dan tabu, fenomena ini terus berulang seolah menjadi kebenaran dalam mengkotakkan citra perempuan. 

     Selain itu pembenaran yang terus dilanggengkan oleh media massa terkait citra perempuan menjadikan sudut pandang masyarakat berkiblat pada standar yang digaungkan media massa tersebut sehingga menjadi salah satu agen budaya yang berpengaruh terhadap realita di kehidupan masyarakat.  Penggambaran terhadap perempuan oleh media massa semakin memperjelas bahwa posisi perempuan diranah publik masih lemah.

Continue Reading

Who is Online

No one is online right now

Advertisement
Advertisement

Twitter

Trending

Mari bergabung bersama Mitra Wacana

Silahkan bergabung dan menjadi bagian dari Mitra Wacana.
Akan ada penghargaan untuk tulisan yang terpilih.
Terima Kasih

Gabung