web analytics
Connect with us

hksr

Pendidikan Kesehatan Reproduksi Untuk Remaja

Mitra Wacana WRC

Published

on

mitra wacana

This post is also available in: English Indonesia

Waktu dibaca: 2 menit
mitra wacana

Sri Murtiningsih

Oleh : Sri Murtiningsih (Sekretaris Program Pekerti)

Remaja adalah mereka yang berada pada tahap transisi antara masa kanak-kanak dan dewasa. Sedangkan untuk batasan usia remaja adalah 12 sampai 24 tahun (WHO). Pada masa transisi, remaja rentan sekali terjadi permasalahan kesehatan reproduksi seperti kehamilan yang tidak diinginkan, aborsi, infeksi menular seksual (IMS) dan HIV. Kerentanan tersebut diatas dikarenakan minimnya akses informasi tentang kesehatan reproduksi konprehensif.

Pendidikan kesehatan reproduksi penting bagi remaja agar tidak terjebak dengan mitos- mitos terkait reproduksi yang berkembang di masyarakat. Misalkan hubungan seksual untuk pertama kali tidak akan hamil atau perempuan bisa hamil kalau berenang dengan laki – laki di tempat yang sama dan mitos lainnya. Jika tidak segera mendapat informasi terkait kesehatan reproduksi secara konprehensif maka remaja akan terjebak dan mempercayai mitos – mitos yang menyesatkan.

Remaja kesulitan mengakses pelayanan kesehatan dan konseling. Selain karena waktu layanan di puskesmas bersamaan dengan jam sekolah, ada beberapa remaja yang mengakses stigma negatif kerap dilekatkan pada remaja sehingga mereka enggan mengakses layanan itu. Remaja yang berkonsultasi di fasilitas kesehatan reproduksi dipandang sebelah mata dan memiliki pergaulan yang tidak baik, Anggapan tersebut membuat remaja merasa tidak nyaman dan takut untuk mengakses layanan.

Menurut pengalaman penulis saat masih di duduk dibangku sekolah, mendapatkan pendidikan kesehatan reproduksi sebatas pada mata pelajaran biologi saja. Padahal, remaja butuh informasi lebih jelas dan mendalam tentang kesehatan reproduksi. Masih banyak orang yang beranggapan bahwa pendidikan reproduksi masih tabu untuk dibicarakan. Pada akhirnya remaja mencari informasi lewat internet dan sharing dengan teman sebaya yang informasinya masih belum jelas sumbernya.Untuk memberikan informasi kesehatan reproduksi secara komprehensif bagi remaja, maka perlu kepedulian dalam bentuk pelayanan dan penyediaan  informasi yang dapat diakses.

Hal-hal yang bisa diberikan  oleh sekolah terkait kesehatan reproduksi  yaitu :

  1. Meningkatkan pengetahuan remaja terkait kesehatan reproduksi.

Yaitu penjelasan dari fungsi-fungsi alat reproduksi dan juga cara merawatnya.

  1. Memberikan pemahaman terkait manajemen dorongan seksual.

Dorongan seksual merupakan keinginan untuk mendapatkan kepuasan secara seksual yang terjadi pada setiap orang. Dorongan ini terjadi secara naluriah pada laki-laki dan perempuan yang tidak dapat dihilangkan, namun pilihannya dapat disalurkan atau dikelola secara sehat.

  1. Pemahaman risiko dari perilaku seksual.

Memberikan pemahaman kepada remaja terkait risiko yang harus ditanggung apabila melakukan seksual yang tidak sehat

     4. Adanya konseling layanan kesehatan reproduksi disekolah, untuk memberikan informasi secara komprehensif terkait reproduksi yang tidak hanya terbatas pada pelajaran biologi, sehingga remaja tidak terjebak pada mitos dan jika ada kasus dapat segera tertangani.

 

 

 

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Mitra Wacana adakan edukasi kesehatan reproduksi di Kalibawang, Kulon Progo

Mitra Wacana WRC

Published

on

This post is also available in: English Indonesia

Waktu dibaca: < 1 menit

Rabu (5/1/2020), Ruliyanto dan Sri Murtiningsih dari Mitra Wacana menjadi narasumber dalam kegiatan pendampingan kesehatan reproduksi yang diadakan oleh KKN Universitas PGRI Yogyakarta di Dusun Duwet II Desa Banjarharjo, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo.

Pertemuan tersebut dihadiri sebanyak 25 orang dari PKK, posyandu dan kader kesehatan di Dusun Duwet ll. Pertemuan berlangsung dari pukul 13.00 – 15.00 WIB dengan di awali dengan menggali harapan, kekhawatiran dan kontribusi yang bisa dilakukan oleh peserta selama kegiatan berlangsung.

Terdapat juga brainstorming tentang alat kontrasepsi dimana peserta sangat antusias menceritakan pengalaman tentang kesehatan reproduksi yang mereka alami. Dengan pembentukan kelompok untuk mendiskusikan efektivitas alat kontrasepsi untuk mencegah kehamilan lalu dipresentasikan.

Ruliyanto dan Sri Murtiningsih selaku fasilitator menegaskan, pentingnya bagi setiap perempuan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter atau bidan dalam mengakses layanan kesehatan reproduksi,dimana layanan kesehatan yang aman sangat penting bagi perempuan untuk mencegah angka kematian ibu dan bayi.

[Red.robi]

 

 

 

 

 

Continue Reading

Who is Online

No one is online right now

Advertisement

Twitter

Trending

Mari bergabung bersama Mitra Wacana

Silahkan bergabung dan menjadi bagian dari Mitra Wacana.
Akan ada penghargaan untuk tulisan yang terpilih.
Terima Kasih

Gabung