web analytics
Connect with us

Uncategorized @id

Tolak Bandara, Pengurus PBNU Hadiri Mujahaddah Akbar

Mitra Wacana WRC

Published

on

Pengajian Akbar di Palihan, Temon ft Genk

This post is also available in: Indonesia

Waktu dibaca: < 1 menit

Saya tidak menolak bandara namun sangat menolak pembangunan bandara. Ungkap KH. Imam Aziz dari Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU) dalam pengajian di kecamatan Temon, Kulon Progo dalam mujahaddah dan pengajian akbar yang diselenggarakan oleh Wahana Tri Tunggal (WTT), pada Kamis (10/3). Menurut Imam, rencana pembangunan bandara sudah mencederai hati rakyat karena diduga kuat pemerintah mengambil secara paksa tanah milik rakyat. Selain itu, adanya kekerasan dan intimidasi yang dialami oleh para warga mencerminkan kegagalan Negara dalam melindungi warganya.

Sementara itu direktur lembaga Bantua Hukum (LBH), Hamzal Wahyudin dalam sambutannya menyatakan dengan tegas bahwa rencana pembangunan bandara telah melanggar hak-hak dasar warga Negara. Ini adalah bentuk pelanggaran HAM yang dilakukan oleh Negara melalui pemerintah yang sedang berkuasa saat ini, oleh karena itu kami dari LBH tidak memposisikan diri hanya sebagai kuasa hokum namun sebagai bagian dari keluarga masyarakat terutama WTT, terangnya.

Ketua WTT, Sumartono mengungkapkan bahwa kami melawan karena tanah yang kami duduki adalah milik rakyat. Setiap tahun kami membayar pajak kepada Negara, mengapa kami dipaksa pergi, ungkapnya. Sumartono menyayangkan tindakan kekerasan yang dialami oleh para warga yang menolak rencana pembangunan bandara. Alasan penolakan ini bukan karena soal uang tapi karena alasan mempertahankan kepemilikan atas lahan, diberi uang seratus jutapun kami tidak mau, kami memilih tanah yang kami pijak ini, tuturnya.

Para peserta yang terdiri dari perempuan, laki-laki, anak dan dewasa tidak kurang dari tiga ratus warga tampak antusias dan merasa mendapat dukungan dari nahdhatul ulama. Selesai mujahaddah, sekitar jam 13.00 WIB KH. Imam dan rombongan diajak keliling oleh warga sekitar untuk melihat lahan yang terdampak rencana pembangunan bandara. (tnt)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Uncategorized @id

E-Sertifikat Ngobras Bareng Mitra Wacana

Robi Setiyawan

Published

on

This post is also available in: Indonesia

Waktu dibaca: 2 menit

        1. Sertifikat 1 Shafa Rizki Salsabil

        2. Sertifikat 2 SITI ZUBAIDAH

        3. Sertifikat 3 EKA FAJAR SETIAWAN

        4. Sertifikat 4 NIKEN AYUNINGTYAS

        5. Sertifikat 5 SRI NOVENI

        6. Sertifikat 6 MUFLIHATURROHMAH

        7. Sertifikat 7 ARINA MANASIKANA

        8. Sertifikat 8 ENJELIKA PALINOAN

        9. Sertifikat 9 RISKAWATI

        10. Sertifikat 10 HAPPY PUTRI FITRIN ARIYANA

        11. Sertifikat 11 KHOFIFATUN NISA

        12. Sertifikat 12 FATHIA CINTYANING

        13. Sertifikat 13 ANGGI CLARA NURITA

        14. Sertifikat 14 RIZKI NUR MAWANTI

        15. Sertifikat 15 ORYZHA WAHYU NUGRAHA

        16. Sertifikat 16 WAHYU CHOIRUNNISA P

        17. Sertifikat 17 ROHMAH FITRIYANA

        18. Sertifikat 18 AZIZAH FEBRIAN RAHMAWATI

        19. Sertifikat 19 ANGGI OKTAVIANDA

        20. Sertifikat 20 LARASATI INDAH SWASTI

        21. Sertifikat 21 USLUM MUFIDATUL LAILA

        22. Sertifikat 22 GIOVANI

        23. Sertifikat 23 ISTIQOMAH

        24. Sertifikat 24 WILLY KURNIAMAN LASE

        25. Sertifikat 25 NDARU TEJO LAKSONO

        26. Sertifikat 26 YHANU SURYO ASMORO

        27. Sertifikat 27 RADITYA RASYADUL IHSAN

        28. Sertifikat 28 DINI SITATUN NUR HIDAYATULLAH

        29. Sertifikat 29 ROBITHOTUL HUSNA

        30. Sertifikat 30 NOVARIA INTAN NABILLA

        31. Sertifikat 31 DEVI SYAMSYAH A.F

        32. Sertifikat 32 OKTHI RAIHAN UTAMI

Continue Reading

Who is Online

No one is online right now

Advertisement

Twitter

Trending

Mari bergabung bersama Mitra Wacana

Silahkan bergabung dan menjadi bagian dari Mitra Wacana.
Akan ada penghargaan untuk tulisan yang terpilih.
Terima Kasih

Gabung