web analytics
Connect with us

Uncategorized @id

Perempuan di Kulon Progo Belajar Melakukan Pendataan

Mitra Wacana WRC

Published

on

OPSD di Nomporejo Kulon Progo

This post is also available in: Indonesia

Waktu dibaca: 2 menit

Hidup ditengah lingkungan dengan tingkat kemiskinan yang tinggi, memicu munculnya hasrat untuk melakukan segala cara demi mendapatkan penghidupan yang layak. Salah satu langkah instan yang dilakukan oleh beberapa oknum adalah melakukan perdagangan manusia. Satu daerah yang cukup rawan terjadi aksi trafficking berada di DIY, tepatnya kabupaten Kulon Progo. Bukti tingginya tingkat kemiskinan di Kulonprogo dapat dilihat dari kurangnya lahan pekerjaan untuk kaum perempuan, serta dipicu oleh tingkat pendidikan yang rendah.

Tidak hanya di Kulon Progo, beberapa wilayah di Indonesia pun mengalami hal serupa. Mayoritas lapangan pekerjaan mengutamakan tenaga kerja laki-laki. Ketimpangan sosial itu justu menjebak kaum perempuan berada dalam garis marjinal. Konsep berfikir patriarki yang beranggapan bahwa perempuan adalah kaum lemah masih terus tertanam di beberapa wilayah pedesaan. Namun, kedudukan perempuan serta kesamaan hak hidup justru bertolak belakang dengan kehidupan kota-kota besar.

Ditengah melejitnya kebutuhan pokok sehari-hari, serta perkembangan informasi yang memberikan kemudahan untuk mengakses informasi, harapan tentang hidup yang lebih baik dan kebutuhan ekonomi dapat terpenuhi, semakin tinggi. Selain itu harapan untuk mendapat kesamaan hak bekerja semakin menggebu-gebu. Sehingga, iming-iming akan tawaran pekerjaan tentu menjadi kesempatan emas yang selalu dinanti-nanti. Dorongan yang bersifat hasrat inilah yang menjebak beberapa perempuan dan menjadi peluang beberapa oknum melakukan perdagangan manusia. Garis marjinal perempuan pun semakin kuat dan jelas.

Kurangnya pemahaman tentang bagaimana menempatkan peran antara laki-laki dan perempuan, serta kurangnya informasi tentang aksi perdagangan manusia menjadi salah satu alasan banyaknya tindakan kekerasan yang terjadi. Oleh karena itu, sejak tanggal 28 september hingga 29 September 2017 di balai desa Nomperejo Kecamatan Galur Kabupaten Kulon Progo diadakan pertemuan Omah Perempuan Sinau (OPSD). Pertemuan itu di damping oleh Mitra Wacana WRC.

Antusias peserta untuk mengikuti pertemuan tersebut terlihat dari banyaknya jumlah perwakilan yang turut serta. Pertemuan itu dihadiri oleh 25 perempuan perwakilan dari Pusat Pembelajaran Perempuan dan Anak (P3A), desa Banaran, Nomporejo, dan Tirtorahayu. Di dalam OPSD ini peserta diajak untuk membahas kesetaraan laki-laki dan perempuan (jender), pencegahan perdagangan orang, tata kelola desa, pengorganisasian dan tata cara melakukan pendataan.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Opini

BISNIS ONLINE MENJADI PILIHAN UNTUK MEWUJUDKAN HUBUNGAN GENDER

Mitra Wacana WRC

Published

on

This post is also available in: Indonesia

Waktu dibaca: 3 menit

Oleh : Ewinda Adlina Hashifa (Mahasiswa Magang di Mitra Wacana WRC)

Dalam budaya patriarki, biasanya sulit bagi perempuan untuk memasuki sektor publik dan menghasilkan uang secara mandiri. Mereka harus bekerja di sektor domestik saja dan sesuai sifatnya. Mereka dilarang bekerja di luar karena dianggap melanggar aturan dan nilai-nilai di masyarakat. Tetapi saat ini, banyak wanita dapat bekerja di luar dan menjadi wanita karier. Pola pikir masyarakat telah berubah sehingga peran gender harus sama untuk mewujudkan kesejahteraan bersama di masyarakat.

Di era modern ini, beberapa wanita dapat bekerja di sektor publik untuk mencari penghasilan seperti halnya pria yang mencari penghasilan di luar. Perempuan dengan keterbatasan dalam hal pendidikan, keterampilan dan pengalaman kerja, peluang kerja, faktor biologis dan kemampuan fisik dapat bekerja dengan menjadi pekerja berbasis rumahan perempuan. Menjadi perempuan pekerja berbasis rumahan membuat perempuan dapat bekerja di ruang publik dan memiliki penghasilan tanpa meninggalkan pekerjaan rumah tangga mereka sehingga mereka dapat menyeimbangkan kedua pekerjaan pada saat yang sama.

Pekerja berbasis rumahan wanita dapat ditemukan di industri rumah tangga seperti toko kerajinan tangan, dan wanita membangun bisnis mereka dengan toko online tanpa membangun toko. Lebih jauh, membangun bisnis mereka sendiri dapat menjadi pilihan bagi perempuan yang memiliki keterbatasan latar belakang pendidikan dan keterampilan untuk menghasilkan pendapatan tetapi tetap di rumah, karena sifatnya yang informal. Saat ini, bisnis berbasis rumah menarik minat wanita untuk membantu suami mereka mendapatkan penghasilan tetapi masih melakukan pekerjaan rumah tangga di rumah.

Peningkatan peluang kerja bagi perempuan di sektor industri rumah tangga disebabkan oleh beberapa hal. Pertama, memasuki usaha tidak membutuhkan pendidikan kelas tinggi. Kedua, kondisi yang dituntut oleh pekerja perempuan lebih mudah daripada pekerja laki-laki yang harus bekerja di luar. Sebagian besar, wanita yang memiliki latar belakang sosial berkualitas rendah memiliki keinginan kuat untuk bekerja. Rendahnya standar latar belakang ekonomi keluarga juga menjadi dorongan bagi perempuan untuk bekerja. Seiring dengan perkembangan zaman dalam teknologi, bisnis online mulai meningkat dan menjadi mudah diakses melalui banyak tempat pasar atau media sosial yang dapat membantu menjual produk secara luas dan cepat. Ini bisa menjadi pengaruh bagi wanita saat ini untuk menjadi lebih maju dengan mengembangkan bisnis rumah tangga mereka.

Bisnis online adalah peluang bagi perempuan untuk dapat mewujudkan kesetaraan gender dan membuktikan bahwa perempuan dapat menghasilkan pendapatan seperti halnya laki-laki tetapi dengan cara yang berbeda. Selain itu, banyak wanita mengembangkan bisnis berdasarkan hasil dari kebiasaan memasak mereka di rumah dan kemudian mereka memiliki ide untuk membuka restoran atau menjual beberapa jenis makanan ringan melalui sistem toko online. Selain itu, wanita juga melakukan bisnis mereka dengan sistem re-seller atau drop-ship yang diambil dari toko online lainnya sehingga mereka tidak memiliki produk yang dibuat sendiri. Selain itu, barang yang dibeli adalah pakaian, tas, dan lainnya.

Bagi wanita yang memiliki hobi berbelanja, maka mereka dapat membuka layanan pribadi melalui toko online. Di sisi lain, bagi wanita yang memiliki keterampilan lain seperti menenun, membuat kerajinan tangan, dan keterampilan kreatif lainnya, barang dapat dibeli di pasar online atau oleh toko fisik. Saat ini wanita mulai memajukan hubungan gender dalam keluarga mereka untuk berkontribusi bersama untuk menghasilkan pendapatan untuk digunakan sebagai keuangan keluarga. Hal ini dapat meningkatkan tingkat kesejahteraan keluarga.

Hubungan gender adalah hubungan sosial antara pria dan wanita di masyarakat dan keluarga. Dalam kehidupan sosial, istri dan suami membangun interaksi dan kewajiban yang baik sebagai pasangan dalam keluarga. Tampaknya ada keterlibatan antara istri dan suami melakukan kolaborasi peran dan interaksi sosial. Hubungan gender dapat muncul dari kolaborasi antara suami dan istri yang bekerja baik berdasarkan tujuannya untuk meningkatkan keuangan keluarga agar dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga.

 Hubungan gender juga terlihat ketika seorang istri diizinkan oleh suaminya untuk membangun bisnis seperti industri rumahan atau hanya menjual kembali dan mengirim melalui toko online. Memberi izin kepada istri juga termasuk dalam hubungan gender karena laki-laki memberikan kebebasan kepada istri mereka untuk membuat keputusan. Wanita saat ini tidak lagi menjadi objek bawahan. Mereka memiliki kebebasan untuk bekerja dan menghasilkan pendapatan sendiri, dan tidak bergantung pada suami mereka lagi. Selain itu, penghasilan yang mereka dapatkan juga untuk kepentingan keluarga. Wanita saat ini dapat membantu menjadikan peran sebagai sumber keuangan keluarga. Tampaknya istri dan suami berkolaborasi untuk mewujudkan hubungan gender. Kesimpulannya, saat ini perempuan dapat bekerja dari rumah dengan menjadi pekerja berbasis rumahan perempuan.

Toko online adalah alternatif bagi wanita untuk menghasilkan pendapatan secara mandiri tanpa tergantung pada jumlah mereka. Ada banyak pasar melalui aplikasi atau melalui media sosial untuk menjual barang-barang mereka secara luas. Wanita yang membuka toko online mereka dapat membantu keuangan keluarga karena sumber keuangan tidak hanya dari suami tetapi juga dari istri. Istri dan suami membangun kolaborasi peran yang meningkatkan kesejahteraan keluarga. Ini menunjukkan bahwa hubungan gender antara suami dan istri dapat bekerja dengan baik.

Continue Reading

Who is Online

No one is online right now

Advertisement

Twitter

Trending

Mari bergabung bersama Mitra Wacana

Silahkan bergabung dan menjadi bagian dari Mitra Wacana.
Akan ada penghargaan untuk tulisan yang terpilih.
Terima Kasih

Gabung