web analytics
Connect with us

Uncategorized @id

Perempuan Harus Terlibat Aktif Cegah Radikalisme dan Terorisme

Mitra Wacana WRC

Published

on

Seminar Pencegahan Radikalisme Ekstremisme dan Terorisme serta optimalisasi peran perempuan. Foto 6 Tnt

This post is also available in: Indonesia

Waktu dibaca: 2 menit

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO – Pelibatan kaum perempuan secara aktif dalam upaya pencegahan radikalisme, ekstrimisme, dan terorisme (RET) dipandang perlu digiatkan.

Hal ini tak lepas dari pergeseran tren di mana perempuan juga kerap direkrut sebagai pelaku.

Direktur Mitra Wacana Woman Resource Centre, Rindang Farihah mengatakan, penelitian pada 2017 menunjukkan adanya kecenderungan pergeseran peran perempuan tindak RET.

Yakni, perempuan mulai dilibatkan langsung dalam aksi kekerasan seperti sebagai pelaku bom bunuh diri, perekrut pelaku, atau bahkan perancang bom.

“Mereka secara sadar bergabung dengan kelompok RET. Ada beberapa faktor yang memotivasi peran tersebut. Mulai dari ekonomi, pernikahan, budaya, hingga agama,” kata Rindang dalam seminar Pencegahan RET bagi Masyarakat Desa serta Optimalisasi Peran Kelompok Perempuan di Gedung Kaca kompleks Pemkab Kulonprogo, Selasa (23/1/2018).

Menurut Rindang, dalam sisi agama dan budaya, perempuan di Indonesia cenderung diajarkan untuk taat dan mematuhi lelaki dan dipandang sebagai pihak yang lemah sekaligus luwes.

Hal itu lalu menjadi setereotip yang berkembang di masyarakat dan kemudian dilegitimasi oleh kaum perempuan itu sendiri.

Dari situ, kelompok RET tertarik untuk merekrut mereka jadi pelaku melalui kaderisasi.

Perempuan dimanfaatkan untuk menjadi penyusup, mata-mata, mediator, hingga penggalang dana.

Eksploitasi perempuan dalam RET disebutnya menyebabkan terjadinya domestifikasi yang berujung pada pemiskinan serta eksploitasi seksual.

Hal itu banyak terjadi pada perempuan di tengah konflik Afganistan di mana mereka dijual atau dinikahi secara siri oleh para pelaku RET.

Mereka lalu dieksploitasi sebagai mesin reproduksi karena adanya keyakinan bahwa banyak anak mendatangkan banyak rezeki.

Padahal, kondisi itu justru rentan memunculkan dampak penyakit reproduksi karena jarak kehamilan dan melahirkan yang terlalu rapat.

“Dari sini juga muncul predikat negatif istri atau anak teroris padahal dia tidak melakukan apapun. Karena itu, seluruh elemen masyarakat perlu memperhatikan peran-peran kelompok perempuan ini dalam upaya pencegahan RET. Perempuan harus aktif pula dalam pencegahan RET,” kata Farikhah.

Mitra Wacana saat ini sudah menginiasi terbentuknya Pusat Pembelajaran Perempuan dan Anak (P3A) di sembilan desa di Kecamatan Galur, Kokap, dan Sentolo.

P3A dipandang sebagai langkah positif dalam mengoptimalkan peran perempuan dalam pencegahan RET.

Organisasi ini mentransfer kewaspadaan, kepedulian, danpeningkatan kapasitas masyarakat desa dalam pencegahan RET melalui pengkaderan dan kampanye publik.(TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: http://jogja.tribunnews.com/2018/01/23/perempuan-harus-terlibat-aktif-cegah-radikalisme-dan-terorisme?page=2

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Uncategorized @id

E-Sertifikat Ngobras Bareng Mitra Wacana

Robi Setiyawan

Published

on

This post is also available in: Indonesia

Waktu dibaca: 2 menit

        1. Sertifikat 1 Shafa Rizki Salsabil

        2. Sertifikat 2 SITI ZUBAIDAH

        3. Sertifikat 3 EKA FAJAR SETIAWAN

        4. Sertifikat 4 NIKEN AYUNINGTYAS

        5. Sertifikat 5 SRI NOVENI

        6. Sertifikat 6 MUFLIHATURROHMAH

        7. Sertifikat 7 ARINA MANASIKANA

        8. Sertifikat 8 ENJELIKA PALINOAN

        9. Sertifikat 9 RISKAWATI

        10. Sertifikat 10 HAPPY PUTRI FITRIN ARIYANA

        11. Sertifikat 11 KHOFIFATUN NISA

        12. Sertifikat 12 FATHIA CINTYANING

        13. Sertifikat 13 ANGGI CLARA NURITA

        14. Sertifikat 14 RIZKI NUR MAWANTI

        15. Sertifikat 15 ORYZHA WAHYU NUGRAHA

        16. Sertifikat 16 WAHYU CHOIRUNNISA P

        17. Sertifikat 17 ROHMAH FITRIYANA

        18. Sertifikat 18 AZIZAH FEBRIAN RAHMAWATI

        19. Sertifikat 19 ANGGI OKTAVIANDA

        20. Sertifikat 20 LARASATI INDAH SWASTI

        21. Sertifikat 21 USLUM MUFIDATUL LAILA

        22. Sertifikat 22 GIOVANI

        23. Sertifikat 23 ISTIQOMAH

        24. Sertifikat 24 WILLY KURNIAMAN LASE

        25. Sertifikat 25 NDARU TEJO LAKSONO

        26. Sertifikat 26 YHANU SURYO ASMORO

        27. Sertifikat 27 RADITYA RASYADUL IHSAN

        28. Sertifikat 28 DINI SITATUN NUR HIDAYATULLAH

        29. Sertifikat 29 ROBITHOTUL HUSNA

        30. Sertifikat 30 NOVARIA INTAN NABILLA

        31. Sertifikat 31 DEVI SYAMSYAH A.F

        32. Sertifikat 32 OKTHI RAIHAN UTAMI

Continue Reading

Who is Online

No one is online right now

Advertisement

Twitter

Trending

Mari bergabung bersama Mitra Wacana

Silahkan bergabung dan menjadi bagian dari Mitra Wacana.
Akan ada penghargaan untuk tulisan yang terpilih.
Terima Kasih

Gabung