web analytics
Connect with us

Uncategorized @id

Polisi Diajak Merasakan Jadi Korban KDRT

Mitra Wacana WRC

Published

on

dokumentasi pelatihan mitra wacana wrc

This post is also available in: Indonesia

Waktu dibaca: 2 menit

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rento Ari Nugroho
Tribun Jogja – Selasa, 29 Januari 2013 17:50 WIB

TRIBUNJOGJA.COM, PURWOREJO – Dalam berbagai kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) polisi tidak jarang berada dalam posisi sulit. Penanganan kasus KDRT yang menuntut kecermatan dan kehati-hatian terkadang menjadi tekanan tertentu untuk polisi. Namun apa jadinya ketika mereka diposisikan sebagai korban?

Dalam acara¬†“Training Membangun Layanan Berperspektif Korban kekerasan bagi Aparat Penegak Hukum” yang diadakan oleh Mitra Wacana Women Resource Center, Selasa (29/1/2013) di Aula KBPP Purworejo, sekitar 45 anggota kepolisian dari seluruh Polsek yang ada di Purworejo diajak menempatkan diri menjadi korban kekerasan. Dengan kata lain, mereka yang selama ini menanangani kasus KDRT diajak merasakan apa yang diderita oleh korban.

Aipda Jumadi, seorang peserta acara mengungkapkan, sejatinya kerumitan penanganan masalah KDRT bukan semata menjadi beban kepolisian. Ia menyatakan, selama ini masih banyak kalangan masyarakat yang kurang memiliki pengetahuan mengenai keseimbangan gender.

“Taruhlah, dalam beberapa kasus, korban KDRT tabu untuk melaporkan apa yang dialaminya. Selain itu banyak kasus KDRT terpaksa dihentikan karena kurang bukti,” jelasnya.

Tidak hanya itu, lanjut Aipda Jumadi, seringkali kekuatan komunal masyarakat menyebabkan polisi mengalami kesulitan dalam menjalankan penegakan hukum. Ia memaparkan, seringkali kekuatan massa yang besar, meski berada di pihak yang salah, berusaha memaksakan kebenaran versi mereka sendiri.

“Termasuk dalam kasus-kasus KDRT, banyak hal semacam ini terjadi,” ujar anggota Polsek Bruno ini.

Sementara itu Koordinator Mitra Wacana wilayah Purworejo Wahyu Tanoto menjelaskan, penegak hukum setiap kali menangani kasus kekerasan menempatkan dirinya hanya sebagai penegak hukum. Karena itu dalam acara ini ia ingin membangun perspektif seandainya penegak hukum tersebut menjadi korban.

“Dengan demikian, kami ingin membangun empati dan sensitivitas dalam pola pikir, pola sikap, dan pola perilaku dalam penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Kami ingin membagi mindset bagaimana tidak hanya penegakan hukum dilakukan, namun juga polisi memiliki kepekaan terhadap penderitaan korban,” jelasnya.(*)

Penulis : Rento Ari Nugroho || Editor : Rina Eviana Dewi
Ikuti Tribunjogja.com melalui sosial media twitter @tribunjogja
Sumber : http://jogja.tribunnews.com/2013/01/29/polisi-diajak-merasakan-jadi-korban-kdrt/

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Uncategorized @id

E-Sertifikat Ngobras Bareng Mitra Wacana

Robi Setiyawan

Published

on

This post is also available in: Indonesia

Waktu dibaca: 2 menit

        1. Sertifikat 1 Shafa Rizki Salsabil

        2. Sertifikat 2 SITI ZUBAIDAH

        3. Sertifikat 3 EKA FAJAR SETIAWAN

        4. Sertifikat 4 NIKEN AYUNINGTYAS

        5. Sertifikat 5 SRI NOVENI

        6. Sertifikat 6 MUFLIHATURROHMAH

        7. Sertifikat 7 ARINA MANASIKANA

        8. Sertifikat 8 ENJELIKA PALINOAN

        9. Sertifikat 9 RISKAWATI

        10. Sertifikat 10 HAPPY PUTRI FITRIN ARIYANA

        11. Sertifikat 11 KHOFIFATUN NISA

        12. Sertifikat 12 FATHIA CINTYANING

        13. Sertifikat 13 ANGGI CLARA NURITA

        14. Sertifikat 14 RIZKI NUR MAWANTI

        15. Sertifikat 15 ORYZHA WAHYU NUGRAHA

        16. Sertifikat 16 WAHYU CHOIRUNNISA P

        17. Sertifikat 17 ROHMAH FITRIYANA

        18. Sertifikat 18 AZIZAH FEBRIAN RAHMAWATI

        19. Sertifikat 19 ANGGI OKTAVIANDA

        20. Sertifikat 20 LARASATI INDAH SWASTI

        21. Sertifikat 21 USLUM MUFIDATUL LAILA

        22. Sertifikat 22 GIOVANI

        23. Sertifikat 23 ISTIQOMAH

        24. Sertifikat 24 WILLY KURNIAMAN LASE

        25. Sertifikat 25 NDARU TEJO LAKSONO

        26. Sertifikat 26 YHANU SURYO ASMORO

        27. Sertifikat 27 RADITYA RASYADUL IHSAN

        28. Sertifikat 28 DINI SITATUN NUR HIDAYATULLAH

        29. Sertifikat 29 ROBITHOTUL HUSNA

        30. Sertifikat 30 NOVARIA INTAN NABILLA

        31. Sertifikat 31 DEVI SYAMSYAH A.F

        32. Sertifikat 32 OKTHI RAIHAN UTAMI

Continue Reading

Who is Online

No one is online right now

Advertisement

Twitter

Trending

Mari bergabung bersama Mitra Wacana

Silahkan bergabung dan menjadi bagian dari Mitra Wacana.
Akan ada penghargaan untuk tulisan yang terpilih.
Terima Kasih

Gabung