Log In

Remaja, Belajar Kesehatan Reprodukasi Yuk !

Astriani

Astriani

oleh Astriani

Belum lama ini masyarakat dikejutkan dengan beberapa kasus kekerasan yang dialami oleh perempuan di yogyakarta. Pertama, ditemukannya perempuan yang meninggal akibat mengalami pendarahan di kamar kosnya, sedangkan kasus yang kedua ditemukannya perempuan penjual angkringan yang meninggal dunia karena dibunuh dan pelakunya juga masih tega melakukan kekerasan seksual terhadapnya. Kasus kekerasan seksual masih menjadi pekerjaan rumah bagi kita semua.

Berdasarkan catatan komisi nasional anti kekerasan terhadap perempuan dan anak (KOMNASPA), Januari-April 2014, terdapat 342 kasus kekerasan seksual terhadap anak. Data Polri 2014, mencatat ada 697 kasus kekerasan seksual terhadap anak yang terjadi di separuh tahun 2014. Dari jumlah itu, sudah 726 orang yang ditangkap dengan jumlah korban mencapai 859 orang. Sedangkan data KPAI dari bulan Januari hingga April 2014, terdapat 622 laporan kasus kekerasan terhadap anak.

Melihat kasus yang bagaikan gunung es, sebagai remaja tentunya harus selalu mawas diri. Penting untuk membekali remaja dengan pendidikan kesehatan reproduksi. Pengertian pendidikan kesehatan reproduksi sendiri adalah suatu keadaan kesehatan yang sempurna baik secara fisik, mental, dan sosial dan bukan semata-mata terbebas dari penyakit atau kecacatan dalam segala aspek yang berhubungan dengan sistem reproduksi, fungsi serta prosesnya. Pendidikan kesehatan reproduksi bukanlah hal yang tabu, karena dengan mendapatkan pendidikan kesehatan reproduksi, remaja menjadi tahu fungsi dan cara perawatannya.

Pendidikan kesehatan reproduksi bukan sekedar memberi informasi yang lengkap mengenai seksualitas kesehatan reproduksi dari sudut biologis saja. Pendidikan kesehatan reproduksi juga mengajarkan remaja memiliki keterampilan untuk memilih dan mengkomunikasikan pilihannya. selain itu juga melindungi resiko hubungan seks yang tidak aman.

Manfaat remaja mengetahui kesehatan reproduksi agar memiiliki informasi yang benar mengenai proses reproduksi serta berbagai  faktor yang ada disekitarnya sehingga remaja memiliki sikap dan tingkah laku yang bertujuan melindungi reproduksinya. Orangtua juga harus aktif untuk mengenalkan pendidikan kesehatan reproduksi sejak dini.

Pengetahuan dasar yang perlu diberikan kepada remaja agar mereka mempunyai  kespro yang baik diantaranya :

  1. Pengenalan mengenai sistem, proses dan fungsi alat reproduksi dan hak – hak reproduksi
  2. Mengapa remaja perlu mendewasakan usia kawin serta bagaimana merencanakan kehamilan agar sesuai dengan keinginnannya dan pasangannya
  3. Infeksi Menular Seksual ,HIV-AIDS serta dampaknya terhadap kondisi kesehatan reproduksi
  4. Bahaya narkoba dan miras pada kesehatan reproduksi
  5. Pengaruh sosial & media terhadap perilaku seksual
  6. Kekerasan seksual dan bagaimana menghindarinya.

Tagged under
0 comments