web analytics
Connect with us

Uncategorized @id

Sekolah Dusun P3A PWP Petuguran

Mitra Wacana WRC

Published

on

Sekolah Dusun Petuguran Punggelan. Foto: Vitrin H

This post is also available in: Indonesia

Waktu dibaca: 2 menit

Pernikahan dini masih menjadi masalah yang kerap di bicarakan saat ini, dalam kata lain pernikahan dini masih sering terjadi dilingkungan desa bahkan kota. Masih ingat dengan berita yang sempat menggemparkan jagat Indonesia, yaitu di Sulawesi Selatan pernikahan sepasang anak SD yang masih berumur 13 tahun dan 14 tahun. Kasus tersebut menambah daftar rentetan pernikahan dini. Pernikahan dini terjadi salah satunya akibat kekerasan dalam pacaran, posisi perempuan yang dianggap lemah dan hamil di luar nikah, sehingga menuntut anak-anak di bawah umur untuk menikah. Namun, ada pula kasus pernihakan dini karena tingkat pendidikan yang relatif rendah, serta minimnya pemahaman akan dampak pernikahan dini pada perempuan dan laki-laki.

Sekolah perempuan perdusun kembali diselenggarakan untuk para perempuan, program kerja ini dirintis oleh Pusat Permbelajaran Perempuan dan Anak (P3A) Pelita Wanita Petuguran (PWP) yang di laksanakan di Kroya, Jombok, Petuguran, Punggelan, Banjarnegara, Jawa Tengah. Acara ini dihadiri oleh ibu-ibu warga Kroya, sekitar 50 orang yang terdiri dari warga dusun, pengurus P3A Serikat Bondolharjo Peduli (Sejoli), Mitra Wacana WRC serta Elvince dan Elay dari AWO Internasional Kantor Regional Manila, Philipina dalam rangka kunjungan lapangan ke Indonesia pada Selasa, (9/10/2017).

Dalam pertemuan ini tema yang dijadikan bahan diskusi adalah Hak Anak dan pencegahan pernikahan usia dini, dimana acara ini para peserta diajak untuk sharing mengenai hak-hak apa saja yang wajib diberikan kepada anak-anak, serta bagaimana pencegahanan pernikahan dini pada anak.

Dalam sekolah perempuan per-dusun kali ini, warga masyarakat khususnya di Kroya diminta untuk mewaspadai akibat dan dampak pernikahan dini. Pernikahan dini akan berdampak pada hak pendidikan anak, kesehatan seksual dan reproduksi, munculnya permasalahan pkisis, serta berhentinya sosialisasi anak terhadap teman sebayanya.

Beberapa orang masih ada yang menganggap jika menikahkan anak-anaknya di usia dini, maka beban orang tua khususnya pada masalah ekonomi akan berkurang. Padahal dalam kenyataannya, justru menghilangkan hak anak untuk berproses menuju kemapaman, baik mapan secara psikis, sistem produksi siap untuk di buahi, ekonomi yang memadai dan pemikiran kedewasaan pada anak. (Vitrin/Yani).

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Uncategorized @id

E-Sertifikat Ngobras Bareng Mitra Wacana

Robi Setiyawan

Published

on

This post is also available in: Indonesia

Waktu dibaca: 2 menit

        1. Sertifikat 1 Shafa Rizki Salsabil

        2. Sertifikat 2 SITI ZUBAIDAH

        3. Sertifikat 3 EKA FAJAR SETIAWAN

        4. Sertifikat 4 NIKEN AYUNINGTYAS

        5. Sertifikat 5 SRI NOVENI

        6. Sertifikat 6 MUFLIHATURROHMAH

        7. Sertifikat 7 ARINA MANASIKANA

        8. Sertifikat 8 ENJELIKA PALINOAN

        9. Sertifikat 9 RISKAWATI

        10. Sertifikat 10 HAPPY PUTRI FITRIN ARIYANA

        11. Sertifikat 11 KHOFIFATUN NISA

        12. Sertifikat 12 FATHIA CINTYANING

        13. Sertifikat 13 ANGGI CLARA NURITA

        14. Sertifikat 14 RIZKI NUR MAWANTI

        15. Sertifikat 15 ORYZHA WAHYU NUGRAHA

        16. Sertifikat 16 WAHYU CHOIRUNNISA P

        17. Sertifikat 17 ROHMAH FITRIYANA

        18. Sertifikat 18 AZIZAH FEBRIAN RAHMAWATI

        19. Sertifikat 19 ANGGI OKTAVIANDA

        20. Sertifikat 20 LARASATI INDAH SWASTI

        21. Sertifikat 21 USLUM MUFIDATUL LAILA

        22. Sertifikat 22 GIOVANI

        23. Sertifikat 23 ISTIQOMAH

        24. Sertifikat 24 WILLY KURNIAMAN LASE

        25. Sertifikat 25 NDARU TEJO LAKSONO

        26. Sertifikat 26 YHANU SURYO ASMORO

        27. Sertifikat 27 RADITYA RASYADUL IHSAN

        28. Sertifikat 28 DINI SITATUN NUR HIDAYATULLAH

        29. Sertifikat 29 ROBITHOTUL HUSNA

        30. Sertifikat 30 NOVARIA INTAN NABILLA

        31. Sertifikat 31 DEVI SYAMSYAH A.F

        32. Sertifikat 32 OKTHI RAIHAN UTAMI

Continue Reading

Who is Online

No one is online right now

Advertisement

Twitter

Trending

Mari bergabung bersama Mitra Wacana

Silahkan bergabung dan menjadi bagian dari Mitra Wacana.
Akan ada penghargaan untuk tulisan yang terpilih.
Terima Kasih

Gabung