Connect with us

Berita

Uji Coba Monitoring Program PEKERTi

Mitra Wacana WRC

Published

on

This post is also available in: Indonesia

Jumat, 21 Juni 2019 Pegiat Mitra Wacana melakukan uji coba monitoring untuk kader perempuan dan perempuan muda dalam program PEKERTi (Peningkatan Kesehatan Reproduksi Terintegrasi) di kantor Mitra Wacana. Monitoring ditujukan untuk mengevaluasi seberapa jauh pemahaman kader dalam pendampingan materi program PEKERTi. Monitoring akan dilaksanakan pada tanggal 26 Juni 2019 di Hotel Arjuna Yogyakarta bersamaan dengan acara syawalan bersama kader dan stakeholder dalam program PEKERTi.

Program PEKERTi merupakan program kerjasama Mitra Wacana bersama Inisiatif Perubahan Akses menuju Sehat (IPAS). Penerima manfaat langsung  program Pekerti adalah perempuan dan perempuan muda. Tujuan dari program ini adalah untuk penurunan kematian ibu melalui pemberian informasi HKSR komprehensif, termasuk tentang perencanaan kehamilan dan kontrasepsi, pencegahan dan penanganan KTD, termasuk diantaranya tentang APK komprehensif.

Program ini dilakukan dengan strategi pendampingan dan dilaksanakan di 3 Kecamatan (Jetis, Tegalrejo dan Mergangsan) Kota Yogyakarta dengan wilayah sebagai berikut; Kecamatan Jetis (Kelurahan Bumijo, Cokrodiningratan dan Gowongan), Kecamatan Tegalrejo (Kelurahan Karangwaru, Kricak, Tegalrejo dan Bener), dan Kecamatan Mergangsan ( Kelurahan Brotokusuman, Keparakan, dan Wirogunan).

 

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Mitra Wacana adakan Sosialisasi PTPPO (Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang) di balai desa Hargorejo, Kulon Progo

Mitra Wacana WRC

Published

on

This post is also available in: Indonesia

Minggu (16/2/2020), Mitra Wacana mengadakan sosialisasi PTPPO (Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang) di balai desa Hargorejo, Kulon Progo.

Acara ini dihadiri oleh P3A Sekar Melati dan karang taruna desa Hargorejo yang berasal dari karang taruna unit (dusun) dengan rentang usia 18 sampai 30 tahun sebagai calon tenaga kerja. Sebagai pembicara yaitu Bu Sri Purwanti, S.E dari BP3TKI DIY dan Muhammad Mansur dari Mitra Wacana. Acara tersebut mengupas tentang proses perekrutan dan penempatan tenaga kerja dan tentang perdagangan orang.

Dalam acara tersebut juga disampaikan peranan desa dalam proses perekrutan dan penempatan adalah untuk memberikan akses kepada warga desa terkait syarat administrasi kerja keluar negeri, informasi lowongan kerja dari disnaker, dan pendataan warga desa yang bekerja merantau keluar desa.

Sementara itu peranan komunitas warga desa seperti Karang Taruna dan P3A adalah mengkampanyekan mengenai proses perekrutan sampai penempatan tenaga kerja agar terhindar dari perdagangan orang (trafficking).

Perlu diketahui Kulonprogo adalah kabupaten dengan angka Pekerja Migran tertinggi se-DIY. Dan pembangunan kota bandara dengan infrastrukturnya akan mengubahnya menjadi kota industri yang menunjang pariwisata yang rentan akan praktek perdagangan orang. Sehingga diupayakan tindakan pencegahan perdagangan orang dengan pembinaan dan pemberdayaan masyarakatnya akan meminimalisir hal tersebut.

Credit foto : Restu Baskara

 

 

 

Continue Reading

Trending