web analytics
Connect with us

Rilis

1Billion Rising Indonesia

Mitra Wacana WRC

Published

on

one billion rising

This post is also available in: Indonesia

Waktu dibaca: 3 menit

ONE BILLION RISING INDONESIA – BACKGROUNDER *

Apa itu One Billion Rising? Satu dari tiga perempuan di dunia mengalami perkosaan atau kekerasan dalam hidupnya. Satu miliar perempuan menjadi korban kekerasan adalah sebuah kekejaman. Satu miliar perempuan menari adalah sebuah revolusi.

Pada Peringatan ke 15 V-Day, 14 Februari 2013, ONE BILLION RISING Internasional mengundang SATU MILIAR perempuan dan siapa saja yang peduli untuk WALK OUT, MENARI, BANGKIT, dan MENUNTUT penghentian kekerasan terhadap perempuan. ONE BILLION RISING akan menggerakan dunia, mengaktifkan perempuan dan laki-laki di setiap negara. V-Day ingin dunia melihat kekuatan kolektif kita, jumlah kita, dan solidaritas lintas batas kita.

ONE BILLION RISING adalah Gerakan global.
Ajakan untuk menari, Seruan untuk laki-laki dan perempuan untuk menolak berpartisipasi dalam status quo sampai perkosaan dan budaya perkosaan berakhir.
Aksi solidaritas, menunjukkan kepada perempuan tentang kesamaan perjuangan dan kekuatan mereka dalam jumlah. Penolakan untuk menerima kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan sebagai sebuah takdir.
Jaman yang baru dan cara yang baru menjadi manusia.

Mengapa kita bergabung dengan One Billion Rising?

Secara statistik, jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan tidak jauh berbeda dari segi jumlah. Namun kekerasan terhadap perempuan di Indonesia adalah sebuah fenomena gunung es, dimana hanya sedikit kasus yang terlaporkan secara resmi. Perempuan memilih diam dan tidak melaporkan kasus kekerasan yang menimpa mereka dikarenakan banyak hal: sistem pelaporan dan perlindungan terhadap korban yang tidak berpihak terhadap korban dalam praktek hukum di Indonesia, stigma dan paradigma sosial yang menyalahkan korban kekerasan terutama kekerasan seksual, serta problem-problem psikologis lainnya.

Menurut catatan Komnas Perempuan, sepanjang tahun 2011 ada 119.107 kasus kekerasan terhadap perempuan yang dilaporkan, dimana 4311 diantaranya adalah kasus kekerasan seksual. Sepanjang 2011 – 2012, banyak kasus perkosaan yang diberitakan oleh media dan mendapat perhatian dari masyarakat.

Beberapa kasus yang mendapat banyak sorotan adalah kasus perkosaan di angkutan umum yang marak terjadi, salah satunya adalah perkosaan dan pembunuhan terhadap Livia, seorang mahasiswi, oleh lima laki-laki. Oktober tahun lalu, seorang siswi SMP di Depok juga mengalami perkosaan. Saat tulisan ini ditulis, media melaporkan kasus perkosaan terhadap siswi kelas 5 SD (berusia 11 tahun) yang mengalami koma dan akhirnya meninggal dunia.

Kasus perkosaan dan kekerasan terhadap perempuan adalah sebuah krisis global. Terjadi di semua negara di seluruh dunia, terhadap satu di antara tiga perempuan dari berbagai latar belakang yang berbeda. Maka menjadi tugas dan tanggung jawab kita bersama untuk berjuang secara kolektif untuk menghentikan kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan.
Sudah saatnya kita berhenti bersikap tidak peduli, sebab saya, anda, saudara perempuan, ibu, tante, anak perempuan, istri, kekasih kita bisa menjadi korban kapan saja.

Itu sebabya kita, ONE BILLION RISING INDONESIA akan bergabung bersama jutaan perempuan, laki-laki dan semua yang yang peduli untuk bangkit dan berteriak ‘CUKUP SUDAH!” terhadap kekerasan terhadap perempuan.

Apa yang akan kita lakukan di Indonesia?

ONE BILLION RISING INDONESIA akan mengadakan V-Dialogs di beberapa tempat di Jakarta untuk bicara tentang kekerasan terhadap perempuan dan bagaimana membangun sebuah gerakan untuk menghentikan segala bentuk kekerasan terhadap perempuan. Selain V-Dialogs, ONE BILLION RISING INDONESIA juga akan mengadakan beberapa screening film.

Sebagai puncaknya, pada tanggal 14 Februari 2013, ONE BILLION RISING INDONESIA akan bergabung dengan One Billion Rising di seluruh dunia untuk menari bersama dan menyerukan Stop Perkosaan dan Hentikan Kekerasan Terhadap Perempuan.
Sedangkan Jogja akan menari di Jalan Malioboro pada tanggal tersebut. Informasi lebih detail akan kami bagikan lewat fan page fb dan twitter.

Bagaimana anda bisa terlibat dalam One Billion Rising Indonesia?

Jika anda ingin terlibat langsung untuk acara-acara One Billion Rising Indonesia (Jakarta), silahkan kirimkan data diri anda (nama lengkap, usia, alamat e-mail, dan nomor telepon) ke vday.id@gmail.com. Anda juga bisa follow Twitter @OBR_Indonesia dan like page Facebook One Billion Rising Indonesia. One Billion Rising-Jogja, yang ingin terlibat silahkan hubungi Tia: 085743554134, Emma: 085234831703 dan selalu ikuti update dari kami lewat twitter @OBRJogja dan like page facebook One Billion Rising Jogja.

Salam,
Witri

* Facebook Kursus Parlemen Perempuan DIY diposting oleh Renny Frahesty

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Arsip

Pelayanan Kesehatan Reproduksi Yang Inklusif Bagi Difabel

Mitra Wacana WRC

Published

on

This post is also available in: Indonesia

Waktu dibaca: 2 menit
Ada apa dengan KPK ?

Agus Rahmad Hidayat
Mahasiswa

Jum’at (9/7/2021) Talkshow sinau sareng #36 Mitra Wacana kali ini ditemani oleh narasumber Solih Muhdlor, Koordinator Divisi GEDSI Sentra Advokasi Perempuan, Difabel, dan Anak (SAPDA) Yogyakarta, dengan tema yang diangkat “Pelayanan Kesehatan Reproduksi Yang Inklusif Bagi Difabel” selama satu jam.

Dalam talkshow kali ini, narasumber mengungkapkan problem pelayanan kesehatan reproduksi dan informasi bagi disabilitas saat ini sering sekali tidak memiliki akses pelayanan kesehatan reproduksi yang memadai. Kebutuhan-kebutuhan seperti pendidikan, KTP, perawatan dan lain-lain sangat sulit mereka dapatkan, apalagi menyangkut kebutuhan kesehatan reproduksi. 

Pemenuhan layanan kesehatan reproduksi memiliki banyak hambatan dan tantangan bagi teman-teman penyandang disabilitas, seperti layanan dalam mengakses informasi. Hal tersebut juga dipengaruhi oleh faktor eksternal dalam sulitnya mengakses informasi terkait dengan layanan-layanan kesehatan seksual dan reproduksi yang berada di dekat mereka. Informasi yang didapatkan belum tentu dimengerti dan dipahami dalam tindak lanjut informasi tersebut. 

Penyandang disabilitas membutuhkan informasi kesehatan reproduksi yang lengkap, ramah, inklusif dan mudah di pahami. Penting juga mendapatkan sosialisasi kesehatan reproduksi agar terhindar dari kekerasan seksual, penyakit menular seksual, kekerasan fisik, aborsi tidak aman, beban ganda, nikah dini yang tentunya sesuai dengan kebutuhan ragam disabilitas.

Pemenuhan layanan kesehatan reproduksi bagi disabilitas memiliki hak yang sama seperti haid, kehamilan yang bermasalah, menghadapi sistem reproduksi yang bermasalah sejak awal dan lain sebagainya. Upaya pemenuhan kesehatan seksual reproduksi dapat dilakukan dengan memberikan aksesbilitas informasi, pelayanan dan fasilitas, pelibatan pendampingan atau orang tua, lembaga pendidikan untuk sosialisasi dan peningkatan pemahaman kesehatan reproduksi, dan  kerjasama pemerintah  

Layanan yang diperlukan bagi disabilitas adalah layanan yang inklusif dan ramah bagi disabilitas serta memiliki program layanan yang menjangkau disabilitas, akomodasi dalam akses layanan yang penuh, memanfaatkan dan mencegah kondisi disablitas agar tidak menjadi lebih buruk.

Continue Reading

Who is Online

No one is online right now

Advertisement
Advertisement

Twitter

Trending

Mari bergabung bersama Mitra Wacana

Silahkan bergabung dan menjadi bagian dari Mitra Wacana.
Akan ada penghargaan untuk tulisan yang terpilih.
Terima Kasih

Gabung