web analytics
Connect with us

Radio SONORA FM

Ada Apa Dengan KPK ?

Mitra Wacana WRC

Published

on

Ada apa dengan KPK ?

This post is also available in: Indonesia

Waktu dibaca: 2 menit
Ada apa dengan KPK ?

Agus Rahmad Hidayat
Mahasiswa Magang

Kamis (17/6/2021) Talkshow Mitra Wacana kali ini mengangkat tema “Ada Apa Dengan KPK?” di Radio Sonora 974-FM Yogyakarta bersama narasumber Anang Saptoto (Seniman, Desainer Grafis, CO-director Ruang MES 56, Founder Panen Apa Hari Ini).

Tema ini diambil seiring dengan berhembusnya kencang isu upaya pelemahan KPK dari berbagai pihak terutama dari tubuh pemerintahan pusat yang merasa kepentingannya terancam. Beberapa upaya pelemahan ini terlihat jelas mulai dari Revisi UU KPK, Pembentukan Dewan Pegawas, sampai pada pengalihan status pegawai menjadi ASN (Aparatur Sipil Negara).

Dalam tema ini narasumber  membahas “KPK merupakan lembaga pemerintah satu-satunya  yang masih kita andalkan negara ini untuk memberantas korupsi”  runtutan kejadian pelemahan KPK tidak hanya terjadi saat ini, sejak mulai di revisi UU KPK sampai pada persyaratan menjadi PNS, syarat tes wawasan kebangsaan sebenarnya syarat standar, hanya kenapa yang tidak dianggap berwawasan kebangsaan adalah penyidik yang sedang menyelidiki kasus-kasus besar, penyidik yang tidak lulus ini tidak bisa menjadi PNS sehingga dinyatakan tidak berkualitas untuk bekerja di KPK dan tidak bisa melanjutkan pekerjaanya, hal ini yang menjadi pertanyaan banyak publik.

Melihat permasalahan tersebut narasumber mengingatkan kita “sebagai warga negara perlu menyatakan sikap bahwa kita membutuhkan KPK yang tegas, mempunyai  integritas, tidak memiliki relasi dengan kepolisian mauapun militer, independent seperti dulu lagi”.  

Di sesi terakhir narasumber mengajak kita bersama-sama untuk mendorong adanya tekanan dari masyarakat sipil sebagai wujud konkrit dalam mencegah upaya pelemahan KPK, bentuk tekanan bisa meggunakan berbagai macam cara seperti pemeran, diskusi, seminar, menulis, ataupun aksi massa sebagai wujud kongkrit kita dalam memberikan tekanan agar suara rakyat di dengar.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Solidaritas Waria Yogyakarta di Masa Pandemi

Mitra Wacana WRC

Published

on

solidaritas waria yogyakarta

This post is also available in: Indonesia

Waktu dibaca: 2 menit
Ada apa dengan KPK ?

Agus Rahmad Hidayat
Mahasiswa Magang

Senin (5/7/2021) Talkshow Radio Mitra Wacana kali ini mendiskusikan buku “Solidaritas Waria Yogyakarta” di Radio Sonora 97.4FM Yogykarta bersama narasumber Masturiyah Sa’dan (penulis buku Solidaritas Waria Yogyakarta).

Dalam talkshow radio tersebut narasumber mengugapkan terlebih dulu latar belakang pembuatan buku. Dimasa pandemi teman-teman waria bersolidaritas antar sesama komunitas waria untuk bertahan hidup dengan mengadakan kegiatan seperti membuka dapur umur, membuat hand sanitizer, menjahit masker dan distribusi sembako ke sembilan titik komunitas di Yogyakarta.

Dalam kegiatan penulis ikut membantu dan mendokumentasikan selama kegiatan solidaritas antar waria berlangsung dan dituangkan menjadi sebuah buku. Seperti yang kita ketahui buku literasi tentang waria yang berpihak pada kelompok minoritas gender sangat sedikit di Indonesia. Harapan penulis dengan adanya buku tersebut mampu merubah stigma masyarakat kepada teman-teman waria, mereka juga merupakan bagian manusia yang memiliki hak sama.

Didalam buku menceritakan kehidupan teman-teman waria di Yogyakarta selama pandemi secara penghasilan masih banyak yang mengandalkan mengamen dan menjadi pekerja seks. Masih sedikit yang mendalkan pekerjaan formal maupun usaha. Penghasilan dari mengamen sering sekali tidak mencukupi untuk membeli sesuap nasi. Melihat hal tersebut komunitas waria menggalang solidaritas dan membuat program tanggap covid-19 dengan mengadakan kegiatan-kegiatan seperti diatas.

Kelompok minoritas gender ini sulit untuk mendapatkan akses kesehatan maupun sosial dan tidak termasuk dalam bantuan yang diproritaskan oleh pemerintah untuk mendapatkan bantuan sosial (bansos) karena tidak diakui sebagai bagian dari warga negara. Stigma dan diskriminasi masyarakat juga terhadap waria umunya berpikir menjadi pekerja seks dan pengamen karena minimnya pengetahuan, padahal pada kehidupan yang lainnya ada yang memiliki usaha angkringan, modistik, warmindo, masker batik, jual kaos, pekerja sosial dan lainnya sebagainya seperti yang diceritakan di dalam buku dalam mengenalkan dan merubah stigma masyarakat.

Usaha yang dilakukan oleh komunitas waria dalam merubah stigma masyarakat yaitu penguatan organisasi, advokasi, peningkatan perspektif gender dan seksualitas didalam masyarakat, kampanye positif, kegiatan tanggap darurat bencana, membangun relasi dengan masyarakat dan lain sebagainya selama dari 2004 yang merupakan sebuah rangakainya panjang edukasi dalam merubah pandangan masyarakat. Suport yang dibutuhkan oleh kaum minoritas gender hanya penerimaan dan sikap yang bijaksana dalam kehidupan bermasyarakat.

Buku ini dapat beli dengan menghubungi langsung penulisnya dan seluruh keuntungan dari buku ini akan di berikan kepada Rumah KEBAYA tempat pelaksaan kegiatan solidaritas waria tanggap covid -19.

Continue Reading

Who is Online

No one is online right now

Advertisement
Advertisement

Twitter

Trending

Mari bergabung bersama Mitra Wacana

Silahkan bergabung dan menjadi bagian dari Mitra Wacana.
Akan ada penghargaan untuk tulisan yang terpilih.
Terima Kasih

Gabung