Log In

Desa Karangjati, Banjarnegara Gelar Diskusi SID

DSC_0368Undang-Undang Desa sudah disahkan, pemberitaan dan pembahasan mengenai implementasi undang-undang desa sudah cukup sering muncul di beberapa media baik cetak maupun elektronik. Diskusi-diskusi formal dan informal yang membicarakan masalah UU Desa dan implementasinya menjadi pembicaraan sehari-hari khususnya para perangkat desa. Diskusi awal beberapa diawali dengan adanya anggaran yang diperuntukkan bagi desa dengan kisaran yang cukup besar. Banyak yang senang dengan adanya anggaran khusus tersebut tapi ada juga yang khawatir dan juga takut dangan adanya anggaran yang cukup besar tersebut. Banyak yang tidak tahu untuk apa dan bagaimana pengelolaan anggaran yang diperuntukkan untuk desa tersebut. Desa yang pada masa lalu tidaklah mendapatkan perhatian yang cukup dari pemerintah dari banyak segi kini seperti terkejut dengan kebijakan pemerintah yang menyanangkan membangun dari desa. Keterkejutan ini muncul dengan harus benar-benar menyiapkan tatakelola desa baik dari perangkat SDM nya, pengetahuannya dan juga partisipasi warganya. Banyak yang harus disiapkan untuk menciptakakn tata kelola desa yang bisa bermanfaat untuk semua.

Banyak yang harus disiapkan dalam menyongsong implementasi Undang-Undang Desa tersebut baik dari tata kelola anggaran, tata kelola sumber daya manusianya, tata kelola sumber daya alamnya, lalu partisipasi warganya dll. Hal tersebut tentunya bukanlah hal yang mudah dan bisa dilakukan secara instan tapi butuh pengkondisian yang matang. Salah satu yang penting untuk dipelajari dan menjadi wawasan masyarakat dan perangkat desa adalah mengenai Sistem Informasi Desa (SID). Banyak yang bertanya-tanya apa sebenarnya yang dimaksud dengan SID, dari definisinya, latarbelakangnya, sapa yang terlibat dan bagaimna implementasinya. Tentu penting mendiskusikannya secara khusus untuk memberikan pemahaman secara utuh kepada masyarakat apa yang dimaksud dengan SID dan juga hal-hal apa yang berkaitan dengannya. Informasi mengenai SID akan mampu memberikan gambaran umum dan bekal dasar bagi warga dalam implementasi Undang-undang Desa.

Salah satu desa yang tertarik untuk untuk mendapatkan pengetahuan mengenai SID adalah desa Karang Jati di kecamatan Susukan Banjarnegara, Jawa Tengah. Desa karang jati adalah salah satu desa dampingan Mitra Wacana untuk program perlindungan perempuan dan anak dari kekerasan khususnya kekerasan seksual. Sudah setahun lebih Mitra Wacana mendampingi kelompok perempuan dan kelompok remaja dalam berbagai aktivitas baik pelatihan, workshop, pertemuan-pertemuan dan juga diskusi. Dalam beberapa kesempatan terakhir kelompok dampingan di Karangjati dan juga pemerintah desa berkinginan untuk mendapatkan pengetahuan baru mengenai SID yang beberapa kali mereka dengar dan diskusikan berkaitan dengan implementasi Undang-Undang Desa. Oleh karena itu Mitra Wacana mencoba memfasilitasi dengan mengundang dari teman jaringan yang punya konsen terhadap isu desa khsusnya untuk bisa berbagi pengetahuan mengenai SID. salah satu jaringan yang punya perhatian khusus berkaitan dengan SID adalah Infest Jogja. Infest mendampingi beberapa kabupaten di Indonesia berkaitan dengan penerapan Undang-Undang Desa. Acara di balai desa Karangjati pada Selasa, 16 juni 2015.

Beberapa Poin yang jadi panduan untuk disampaikan dalam diskusi warga dengan narasumber dari INFEST.
Latarbelakang SID
a. Munculnya SID
b. Pentingnya SID
c. Cantolan hukum SID/UU Desa
Bentuk dan Ruang Lingkup SID
a. Pengertian SID
b. Materi/point yang ada dalam SID
c. Untuk apa SID/Kegunaan
d. Cara kerja SID (secara sosiologis dan teknis)
Sinergi SID dengan kebijakan untuk kabupaten
a. SID hak desa
b. Posisi desa, kabupaten, provinsi

Tagged under