Connect with us

Arsip

Jaringan APKB Bangun Sinergi Advokasi

Published

on

bersama

Jaringan APKB (Aliansi Peduli Kebijakan Bantul) mengadakan diskusi sekaligus rapat mengenai langkah advokasi terhadap peraturan daerah (Perda) diskriminatif yang ada di Kabupaten Bantul. Diskusi diselenggarakan di kantor Rifka Annisa pada Senin (9/7). Ada sejumlah lembaga yang bisa hadir, yaitu Mitra Wacana, RTND, Mahardika, SP Kinasih, PKBI, Yasanti, LABH, dan Rifka Annisa selaku tuan rumah.  Selama diskusi, APKB membahas langkah-langkah strategis dalam upaya advokasi terhadap Perda diskriminatif, khususnya Perda No 5 Tahun 2007.

Acara diskusi awalnya akan dimulai pada pukul 10.00 wib tapi baru bisa dimulai pukul 11.00 wib dan diakhiri pada pukul 13.30 wib. Acara di buka oleh mba Nina selaku tuan rumah mewakili Rifka Annisa, sekaligus memberikan prolog alasan kenapa diskusi dan rapat tersebut perlu dilakukan.diskusipun berjalan mengalir dan penuh dinamika. Banyak masukan dari peserta diskusi berkaitan langkah-langkah strategis yang mesti diambil dalam melakukan advokasi perda no 5 tahun 2007 di Bantul. Sampai pada sesi akhir diskusi yang sekaligus rapat, teman-teman APKB menyusun rencana tindak lanjut yang perlu dilakukan sebagai langkah tindak lanjut diskusi tersebut.

APKB sudah empat tahun lebih mengadvokasi perda diskriminatif yang ada di Bantul khususnya perda no 5 tahun 2007  yang bikin resah warga parangkusumo dan sekitarnya. APKB menganggap perda ini tidak layak dan perlu langkah-langkah hukum untuk merevisi atau bahkan membatalkannya. Langkah yang telah dilakukan teman-teman APKB adalah menyusun JR (Judicial Review) untuk dimohonkan ke MA. pada awal-awal advokasi Jaringan APKB telah memasukkan JR ke MA tapi di tolak karena dianggap oleh MA telah terlambat dari batas waktu akhir memasukkan JR. berhubung waktu itu pengajuan JR dibatasi waktu dan dinyatakan terlambat oleh MA maka langkah JR otomatis tidak bisa dilanjutkan. Tapi peraturan baru pemerintah saat ini pengajuan JR tidak dibatasi waktu, hal ini membuat jaringan APKB semangat lagi untuk mengajukan JR ke MA berkaitan perda no 5 tahun 2007 di Kabupaten Bantul.  (rif)

Continue Reading
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Arsip

Kisah Sukses Women Care Karangjati

Published

on

Purwanti (kiri) dan Darini (kanan)
Purwanti

Purwanti

Oleh Purwanti (pendamping komunitas Mitra Wacana di Banjarnegara)

Darini, perempuan yang tergabung dalam organisasi P3A (Pusat Pembelajaran Perempuan dan Anak) Women Care Karangjati menjadi juara umum BKL (Bina Keluarga Lansia) antar kecamatan se-kabupaten Banjarnegara. Darini berasal dari desa Karangjati kecamatan Susukan, merupakan anggota P3A di bagian konseling. Menurut Darini, sangat terkesan dengan lomba BKL tersebut dikarenakan peserta merupakan beberapa kecamatan di Banjarnegara.

Banyak pertanyaan yg diajukan oleh juri, salah satunya ternyata mengenai konseling dalam penanganan kasus, terutama kekerasan terhadap perempuan dan anak. Darini merasa terbantu dengan pengetahuan yang dimilikinya karena mengikuti P3A dan belajar bersama Mitra Wacana selama ini, sehingga beliau bisa menjawab dengan lancar. Bahkan ada juri merasa heran dan terkejut atas pengetahuan yang dimiliki oleh Darini. “ini kader kecamatan Susukan sudah nglotok (diluar kepala) untuk soal konseling dan bisa dipastikan bisa jadi konselor sejati”, ungkap seorang juri.

Untuk lomba BKL, kecamatan Susukan meraih juara 1 tingkat kabupaten. Peserta yang menjadi juara akan menjadi peserta dalam pelatihan ditingkat propinsi. Selain lomba BKL masih ada berapa prestasi dan peran P3A Women Care, yaitu:

1. Mengikuti BKR (Bina Keluarga Remaja) tingkat kabupaten mewakili kecamatan Susukan pada 16 Februari 2016 (pengumuman pemenang Mei 2016)
2. Mengikuti Lomba PKK tingkat kabupaten  (juara 5)
3. Mengikuti lomba Public Speaking pada ulang tahun Rumah Sakit Emanuel Banjarnegara (Juara 2)

Semua perlombaan di atas berkaitan dengan materi yang pernah kami pelajari bersama Mitra Wacana, Darini menuturkan. Anggota P3A lainnya, Kustati juga mengungkapkan hal yang sama. Selain itu, ketika mengikuti pelatihan BKL tingkat propinsi di Semarang, Darini didaulat sebagai juru bicara se-karsidenan Banyumas pada lomba cerdas cermat tribina. Beliau merasa disinilah pembelajaran mengenai Public Speaking bermanfaat untuk dipraktikan. (ASW)

Continue Reading

Trending