Log In

Keluarga Pasca Sarjana UIN Gelar Diskusi Peran Perempuan

Perbandingan populasi perempuan dan laki-laki saat ini mendekati rasio 1:1, artinya populasi perempuan dan laki-laki di dunia ini hampir berjumlah sama banyak, tidak heran jika perempuan juga banyak jadi sorotan publik dalam berbagai hal. Aksi perempuan juga banyak tergabung dalam kegiatan sosial yang umumnya hanya diikuti oleh laki-laki, namun saat ini perempuan juga banyak terlibat dalam kegiatan sosial. Peran perempuan dalam suatu organisasi atau kelompok juga berpengaruh demi tercapainya tujuan bersama yang telah disepakati oleh anggota kelompok atau organisasi.

Pada Sabtu (25/11/2017) Ikatan Keluarga Mahasiswa Pascasarja (IKMP) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta mengadakan kegiatan rutin yakni Saturday Morning Lecture (SML), yang berlokasi di Ruang Pertemuan Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga membahas tentang “Tantangan dan Peluang Bagi Gerakan Perempuan Saat Ini”. Sana, selaku pemateri berpendapat bahwa “Peran perempuan dalam pertanian tradisional dahulunya sangat besar, karena perempuan yang dipercaya memiliki kemampuan memilih bibit yang baik bakal ditanam, namun saat ini tradisi itu telah bergeser karena adanya perubahan orientasi pemerintah”.

Peran perempuan saat ini mengalami banyak perubahan, beberapa maju dan beberapa mundur. Maju (banyak peminat) dalam mengeluarkan pendapat, perempuan berhak mengeluarkan pendapat walau tidak semua pendapat yang didengar oleh masyarakat atau pemerintah. Mundur (kurang diminati) dalam menegakkan tradisi dan adat yang seharusnya dijaga dan dilestarikan oleh perempuan, karena saat ini teknologi telah menang jauh dibandingkan dengan adat dan tradisi.

“Perempuan juga banyak sekali menjadi korban trafficking saat ini, bahkan banyak diantaranya yang meninggal di luar negeri” tambah Arif selaku pemateri.

Nilai perempuan sangat rendah di Indonesia ini, banyak yang beranggapan kalau perempuan itu lemah dan menyusahkan, sedangkan Rasulullah S.A.W. bersabda “Aku wasiatkan kepada kalian untuk berbuat baik kepada para perempuan.” (HR Muslim: 3729). Namun masih banyak juga yang memperlakukan perempuan sebagai alat jual beli, dihina bahkankekerasan seksual juga banyak menimpa perempuan, baik anak-anak maupun dewasa.

Tantangan inilah yang menyebabkan perempuan tidak mudah untuk memulai aksi atau kegiatan sosial, namun tidak semua perempuan sama, telah banyak perempuan yang ikut serta mengeluarkan aksi dan ikut kegiatan sosial. Mencoba berubah dari hal kecil sekalipun akan merubah Indonesia menjadi lebih baik untuk perempuan. (Ridha/Tnt)

Tagged under