Log In

Kepala Desa Nomporejo Kulon Progo Apresiasi Putri Pertiwi

Pusat pembelajaran perempuan dan anak (P3A) Putri Pertiwi Nomporejo, Galur, Kulonprogo melakukan pertemuan rutin di balai desa pada Sabtu (19/3). Pertemuan dihadiri oleh kepala desa, Suyono. Dalam sambutannya Yono mengatakan bahwa keberadaan orgnaisasi perempuan Putri Pertiwi menjadi tambahan energi bagi pemerintah desa. Perempuan memang harus berorganisasi, supaya memiliki pengalaman dan tambahan wawasan, karena dengan berorganisasi perempuan akan memberikan sumbangan ide bagi desanya, Yono menuturkan.

Dianah Karmilah, manajer program Mitra Wacana WRC untuk Kulonprogo mengungkapkan bahwa pertemuan rutin ini juga dimanfaatkan untuk melakukan monitoring perkembangan organisasi Putri Pertiwi dalam melakukan pencegahan trafficking. Kita tahu bahwa perdagangan manusia adalah musuh bersama, oleh karena itu kita perlu berjuan bersama untuk memeranginya, ungkap Dianah. Dianah menambahkan bahwa saat ini organisasi Putri Pertiwi sudah menjadi anggota Forum Perlindungan Korban Kekerasan (FPKK) Kulonprogo.

Kordinator lapangan Kulonprogo, Septy Wulandari menuturkan bahwa keberadaan organisasi ini sudah mulai dikenal oleh pemerintah desa, karenanya saya mengapresiasi langkah pemerintah desa yang akan menerbitkan Surat Keputusan (SK) serta memberikan kemudahan bagi organisasi dalam mendapatkan anggaran untuk program penguatan perempuan dan pencegahan perdagangan manusia. Saya juga mengusulkan kepada pemerintah desa agar mulai memikirkan membangun Badan usaha Milik Desa yang dapat dikelola oleh kelompok perempuan untuk menciptakan pusat ekonomi desa, Septi menambahkan.

Para peserta pertemuan yang merupakan ibu-ibu rumah tangga menuturkan merasa senang dengan kehadiran organisasi Putri pertiwi karena menambah pengetahuan tentang bahaya perdagangan manusia. Mereka berharap Mitra Wacana WRC, organisasi P3A Putri Pertiwi selalu dilibatkan dalam rapat dan musyawarah pengambilan keputusan di desa.

Tagged under