Connect with us

Uncategorized @id

Lokakarya Hak Anak di Banjarnegara

Published

on

workshop perkembangan diri anak ft Desi

This post is also available in: idIndonesia

Kami sedang dalam perjalanan ke Banjarnegara, sebuah kabupaten di barat selatan Jawa Tengah. Akkhir pekan lalu, Sabtu dan Minggu (4 dan 5 Juni 2016), Mitra Wacana menyelenggarakan lokakarya hak-hak anak untuk 43 anak di kelas enam (tahun terakhir sekolah dasar di Indonesia; mereka berusia 11-13 tahun). Anak-anak tinggal di desa Berta dan Karangjati, kecamatan Susukan. Desa Bondolharjo dan Petuguran kecamatan Punggelan.

Hidup ini tidak mudah, terutama di daerah. Beberapa anak-anak di kecamatan Punggelan harus melakukan perjalanan melalui perbukitan setiap hari agar bisa sampai di sekolah. Mereka, ada yang berangkat sendiri dengan sepeda motor, karena orang tua mereka harus bekerja. Banyak anak-anak di sini tidak menyelesaikan sekolah, karena keluarga membutuhkan mereka untuk membantu mendapatkan uang. Mereka ada yang pindah ke kota untuk mencari pekerjaan, dengan pengetahuan tentang hak-hak yang sedikit, mereka berisiko di eksploitasi. Ini adalah salah satu alasan Mitra Wacana memutuskan untuk mulai mendidik anak-anak di desa-desa ini tentang hak-hak mereka di sekolah dasar. Ini pertama kalinya kami mengadakan lokakarya hak-hak anak dengan peserta anak-anak usia sekolah dasar.

Kami mengundang bapak Suranto dan bapak Arif Winarto dari Yayasan Sekretariat Anak Merdeka Indonesia (Yayasan Samin) untuk memfasilitasi lokakarya. Pada hari pertama, saya bergabung dengan bapak Suranto di Kecamatan Punggelan. Lokakarya diawali dengan perkenalan, kemudian dimulai dengan menyampaikan komitmen Mitra Wacana mengenai prinsip-prinsip perlindungan anak, kami meminta anak-anak jika mereka setuju untuk berpartisipasi dalam lokakarya maka akan difoto dan difilmkan. Mereka semua menyatakan setuju. Hal ini juga untuk menegaskan bahwa orang tua mereka sudah memberikan izin.

Bapak Suranto memperkenalkan beberapa konsep kunci tentang hak-hak anak. Pertama, bahwa “anak-anak” didefinisikan sebagai orang yang masih di bawah usia 18 tahun. Dia menggunakan gambar yang melambangkan agama dan etnis Indonesia untuk menggambarkan titik bahwa semua anak memiliki hak yang sama tanpa memandang ras atau agama. Dia meminta anak-anak untuk mengutarakan apa yang mereka inginkan ketika menjadi dewasa. Anak-anak menggambar diri mereka sebagai guru, dokter, pedagang, tentara dan pemain sepak bola. Dia juga meminta maereka untuk menggambar apa yang mereka pikirkan tentang hak. Mereka menuliskan makanan sehat, akses perawatan kesehatan, tidur, bermain dan kasih sayang.

Bapak Suranto memperkenalkan empat prinsip hak-hak anak:

1. Kesamaan, hak yang sama untuk semua anak.
2. Yang terbaik bagi anak, apa yang terbaik untuk anak.
3. Tumbuh kembang
4. Pendapat anak harus dihargai

Konsep-konsep ini sedikit rumit bagi anak yang berusia 12 dan 13 tahun untuk memahaminya. Kami menggunakan campuran lagu, game dan menggambar untuk membantu anak-anak memahami dan membuat lebih menyenangkan. peserta anak, merupakan tantangan namun hal ini penting dan perlu dilakukan. Penelitian awal yang dilakukan oleh Mitra Wacana di akhir 2013 menunjukkan prevalensi tinggi kekerasan seksual terhadap anak-anak di wilayah ini.

Sebagai bagian dari lokakarya akhir pekan ini, kami mengajarkan anak-anak tentang zona terlarang, yaitu mulut, dada, alat kelamin dan bawah (pantat). Tidak ada yang bisa menyentuh mereka di zona terlarang mereka dan jika ada yang melakukannya, maka mereka harus memberitahu seseorang. Kemudian dalam lokakarya, kita membahas isu-isu seperti peran gender. Bapak Suranto memberitahu saya beberapa anak bersemangat untuk belajar bahwa orang bisa memasak dan wanita dapat menjadi pencari nafkah utama bagi keluarga mereka.

Pada hari kedua saya bergabung bapak Arif Winarto di kecamatan Susukan. Workshop ini diadakan di balai desa Berta, bangunan joglo tradisional dengan atap runcing dan tidak ada dinding. Aku menikmati angin dingin yang sesekali menerobos melalui celah dinding. Berta di salah satu perbukitan yang terletak di Samudera Pasifik. Komitmen anak-anak sangat mengesankan. Lokakarya diadakan dua hari Sabtu dan minggu setelah mereka pulang dari sekolah. Pada hari minggu anak-anak diminta untuk menggambarkan cita-cita mereka, tujuan mereka untuk masa depan. Karena tujuan mereka mencerminkan kebutuhan masyarakat. Beberapa dari mereka bermimpi menyelesaikan sekolah yang tinggi, ingin sebuah perpustakaan di desa mereka dan jalan-jalan di desa diperbaiki. Pengetahuan dan keterampilan Mitra Wacana mengajar anak-anak dan masyarakat, mudah-mudahan akan membantu mewujudkan impian mereka.

Mengunjungi Banjarnegara dan melihat masyarakat yang didampingi oleh Mitra Wacana, membuat saya merasa sangat bangga dan terhormat untuk bekerja untuk sebuah organisasi yang memiliki dampak positif pada suatu masyarakat. Saya tidak sabar untuk kembali. (Sophia)

Continue Reading
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Berita

Mitra Wacana akan Adakan Semiloka bersama 83 Stakeholder di 3 Kecamatan (Jetis, Mergangsan, & Tegalrejo)

Published

on

This post is also available in: idIndonesia

   Kerangka Acuan

Semiloka UU No.36 tahun 2009 tentang Kesehatan

Untuk Multi Stakeholder 3 Kecamatan; Jetis, Tegalrejo dan Mergangsan

Yogyakarta, 26 Juni 2019

 

Latar Belakang

Mitra Wacana adalah Lembaga sosial yang bergerak untuk penguatan informasi dan pendidikan bagi perempuan dan anak. Wilayah kerja Mitra Wacana berada di kota Yogyakarta dan Kulon Progo. Saat ini Mitra Wacana bekerjasama dengan Yayasan Inisiatif  Perubahan Akses Menuju Sehat (IPAS) Indonesia  sedang menjalankan program di wilayah Kota Yogyakarta dalam Program Peningkatan Kesehatan Reproduksi Perempuan Terintegrasi  (PEKERTi).

Penerima manfaat langsung  program ini adalah perempuan dan perempuan muda di 3 Kecamatan (Jetis, Tegalrejo dan Mergangsan) Kota Yogyakarta dengan wilayah sebagai berikut; Kecamatan Jetis (Kelurahan Bumijo, Cokrodiningratan dan Gowongan), Kecamatan Tegalrejo (Kelurahan Karangwaru, Kricak, Tegalrejo dan Bener), dan Kecamatan Mergangsan ( Kelurahan Brotokusuman, Keparakan, dan Wirogunan).

Tujuan dari program ini untuk penurunan kematian dan kesakitan ibu melalui pemberian informasi Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi (HKSR) komprehensif, termasuk tentang perencanaan kehamilan dan kontrasepsi, pencegahan dan penanganan Kehamilan Tidak Direncanakan (KTD), termasuk diantaranya tentang Asuhan Paska Keguguran (APK) komprehensif dalam kerangka mencapai kesetaraan dalam aspek kesehatan reproduksi.

Kesehatan Reproduksi telah dimasukkan di dalam UU no 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, khususnya di dalam bagian keenam, Kesehatan reproduksi merupakan keadaan sehat secara fisik, mental, dan sosial secara utuh, tidak semata-mata bebas dari penyakit atau kecacatan yang berkaitan dengan sistem, fungsi, dan proses reproduksi pada laki-laki dan perempuan (pasal 71 ayat 1). Kesehatan reproduksi adalah hak bagi setiap orang tanpa terkecuali.  Dalam   UU No.36 Tahun 2009 tentang Kesehatan ini telah diatur tentang hak masyarakat dan juga kewajiban Pemerintah dalam pelayanan Kesehatan Reproduksi. Pemerintah juga telah mengeluarkan aturan pelaksanaan tentang Kesehatan Reproduksi ini melalui Peraturan Pemerintah No.61 tahun 2014 tentang kesehatan reproduksi,

Walaupun telah 10 tahun diundangkan, namun banyak aparat pemerintah / pemerintah daerah maupun masyarakat yang belum mengetahui tentang UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan maupun PP No. 61 tahun 2014 tentang Kesehatan Reproduksi tadi, Sebagai akibatnya, dapat menimbulkan pelayanan yang bleum maskimal dalam hal Kespro, juga tidak maksimalnya partisipasi masyarakat ataupun penggunaan pelayanan kespro oleh masyarakat.

Melihat kondisi tersebut diatas Mitra Wacana bermaksud membangun sinergitas multi stakeholder dari 3 Kecamatan (Mergangsan, Jetis dan Tegalrejo) untuk bersama-sama mempelajari Undang-Undang No 36 tahun 2009 tentang Kesehatan maupun PP 61 Tahun 2014 tentang Kesehatan Reproduksi.

 

Tujuan

Semiloka ini bertujuan untuk sosialisasi UU No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan khususnya tentang Kesehatan Reproduksi dan PP No.61 tentang Kesehatan Reproduksi bagi stakeholder di 3 Kecamatan (Mergangsan, Jetis, dan Tegalrejo).

 

Tujuan Khusus:

  1. Meningkatkan pengetahuan peserta tentang UU N0 36 Tahun 2019 tentang Kesehatan dan PP No 61 Tahun 2014 tentang Kesehatan Reproduksi
  2. Meningkatkan kepedulian peserta tentang program Kespro di wilayah kerja peserta

 

Output

  1. Peserta mendapatkan informasi tentang UU No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan dan PP No. 61 tentang Kesehatan Reproduksi
  2. Peserta dapat mengidentifikasi program Kespro yang perlu diselenggarakan atau ditingkatkan sesuai dengan UU No 36 Tahun 2009 maupun PP No 61 tahun 2014 tentang Kesehatan Reproduksi.

 

Peserta

Peserta semiloka  ini akan diikuti oleh 83 peserta terdiri dari 68 Stakeholder dari 3 Kecamatan (Mergangsan, Jetis, dan Tegalrejo),  4 narasumber, 1 moderator, 7 Mitra Wacana.

 

Narasumber

  1. Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta
  2. Kepala Puskesmas Jetis
  3. Kepala Puskesmas Mergangsan
  4. Kepala Puskesmas Tegalrejo

Panduan Pertanyaan untuk Dinkes Kota Yogya :

  1. Sosialisasi UU No. 36 Tahun 2009 tentang kesehatan terutama bagian keenam tentang kesehatan reproduksi
  2. Sosialisasi PP. No 61 Tahun 2014 tentang kesehatan reproduksi
  3. Program kespro yang sudah ada di kota Yogyakarta
  4. Pengalaman dan tantangan implementasi UU No. 36 Tahun 2009 tentang kesehatan dan PP. No 61 Tahun 2014 tentang kesehatan reproduksi

 

Panduan pertanyaan untuk Kepala Puskesmas Jetis, Mergangsan dan Tegalrejo:

  1. Data Kespro di Kecamatan
  2. Program kespro di kecamatan
  3. Pengalaman dan tantangan dalam pelaksanaan dan sosialisasi program kespro di kecamatan

 

 

  1. Waktu dan Tempat

Waktu

Pelatihan ini akan diselenggarakan Hari Rabu, 26 Juni 2019.

Jam 08.30 – 14.00 WIB

Tempat :

Hotel Arjuna

Jl. P Mangkubumi No. 44 Yogyakarta

Telp. (0274)4469444

 

Konfirmasi Kehadiran :

Ning : 085786813009

 

 

 

 

Daftar Peserta

  1. Camat Mergangsan
  2. Kepala KUA Mergangsan
  3. Kepala Puskesmas Mergangsan
  4. Kepala Polsek Mergangsan
  5. Danramil Mergangsan
  6. Lurah Wirogunan
  7. Lurah Keparakan
  8. Lurah Brontokusuman
  9. Ketua Karangtaruna Wirogunan
  10. Ketua Karangtaruna Brontokusuman
  11. Ketua Karangtaruna Keparakan
  12. Ketua PKK Kecamatan Mergangsan
  13. Ketua PKK Kelurahan Wirogunan
  14. Ketua PKK Kelurahan Keparakan
  15. Ketua PKK Kelurahan Brontokusuman
  16. Tokoh Agama Kelurahan Wirogunan
  17. Tokoh Agama Kelurahan Brontokusuman
  18. Tokoh Agama Kelurahan Keparakan
  19. Tokoh Masyarakat Kelurahan Wirogunan
  20. Tokoh Masyarakat Kelurahan Keparakan
  21. Tokoh Masyarakat Kelurahan Brontokusuman
  22. Camat Jetis
  23. Kepala KUA Jetis
  24. Kepala Puskesmas Jetis
  25. Kepala Polsek Mergangsan
  26. Danramil Jetis
  27. Lurah Bumijo
  28. Lurah Gowongan
  29. Lurah Cokrodiningratan
  30. Ketua Karangtaruna Bumijo
  31. Ketua Karangtaruna Gowongan
  32. Ketua Karangtaruna Cokrodiningratan
  33. Ketua PKK Kecamatan Jetis
  34. Ketua PKK Kelurahan Bumijo
  35. Ketua PKK Kelurahan Gowongan
  36. Ketua PKK Kelurahan Cokrodiningratan
  37. Tokoh Agama Kelurahan Bumijo
  38. Tokoh Agama Kelurahan Cokrodiningratan
  39. Tokoh Agama Kelurahan Gowongan
  40. Tokoh Masyarakat Kelurahan Bumijo
  41. Tokoh Masyarakat Kelurahan Cokrodiningratan
  42. Tokoh Masyarakat Kelurahan Gowongan
  43. Camat Tegalrejo
  44. Kepala KUA Tegalrejo
  45. Kepala Puskesmas Tegalrejo
  46. Kepala Polsek Tegalrejo
  47. Danramil Tegalrejo
  48. Lurah Tegalrejo
  49. Lurah Bener
  50. Lurah Kricak
  51. Lurah Karangwaru
  52. Ketua Karangtaruna Tegalrejo
  53. Ketua Karangtaruna Bener
  54. Ketua Karangtaruna Kricak
  55. Ketua Karangtaruna Karangwaru
  56. Ketua PKK Kecamatan Tegalrejo
  57. Ketua PKK Kelurahan Tegalrejo
  58. Ketua PKK Kelurahan Bener
  59. Ketua PKK Kelurahan Kricak
  60. Ketua PKK Kelurahan Karangwaru
  61. Tokoh Agama Kelurahan Tegalrejo
  62. Tokoh Agama Kelurahan Bener
  63. Tokoh Agama Kelurahan Kricak
  64. Tokoh agama Kelurahan Karangwaru
  65. Tokoh Masyarakat Kelurahan Tegalrejo
  66. Tokoh Masyarakat Kelurahan Karangwaru
  67. Tokoh Masyarakat Kelurahan Kricak
  68. Tokoh Masyarakat Kelurahan Bener
  69. 7 Mitra Wacana
  70. 1 Moderator
  71. 4 Narasumber
Continue Reading

Trending