Log In

Mitra Wacana Ajak Warga Kokap Giatkan TBM

Taman Bacaan Masyarakat (TBM) adalah wadah untuk saling bertukar pikiran dan bersama-sama mencari solusi, ungkap Saktya Restu Baskara, pendamping masyarakat kecamatan Kokap dari Mitra Wacana ketika mengawali pembukaan workshop manajemen organisasi dan perencanaan kerja Taman TBM. Bertempat di aula Kecamatan Kokap Kabupaten Kulon Progo, sejumlah masyarakat dari tiga desa; Kalirejo, Hargorejo, Hargotirto mengikuti kegiatan tersebut pada Kamis (4/5/17) dan Jum’at (5/5/17).

Selama dua hari para peserta yang merupakan perwakilan dari organisasi Pusat Pembelajaran Perempuan dan Anak (P3A), Karang Taruna, PKK dan organisasi lainnya diajak untuk merumuskan arti pentingnya TBM. Diawali oleh Ngatiyar dari Mitra Wacana mengajak peserta untuk melihat kembali posisi P3A dan TBM di tengah masyarakat.
Menurut Ngatiyar manajer program area Kulon Progo Mitra Wacana menyebutkan bahwa P3A dan TBM saling terkait karena keduanya merupakan organisasi yang dibentuk oleh warga masyarakat sendiri. Di dalam P3A atau TBM bisa mendiskusikan tentang perdagangan orang atau isu yang lainnya.

“ Saya merasa TBM sangat dibutuhkan agar masyarakat gemar membaca dan berkumpul, ungkap Siti Bariroh ”. Sedangkan menurut Titik dari desa Kalirejo menyatakan bahwa sekarang ini masyarakat lebih suka membaca menggunakan telepon seluler. “ Saya yang orangtua lebih suka membaca buku, karena mudah dicari, kalau menggunakan HP gampamg lupa ”.

Menurut Wahyu Tanoto fasilitor yang menemani peserta selama dua hari mengungkapkan bahwa membaca tidak harus selalu dalam bentuk berupa buku, namun buku memiliki peran penting dalam menambah pengetahuan dan wawasan. “ Seperti kalimat bijak yang biasa kita dengar bahwa membaca adalah jendela ilmu, karena itu banyaklah membaca”, ungkapnya.

Di akhir pertemuan yang dihadiri oleh 25 peserta membuat rencana melakukan diskusi Bedah Buku tentang perdagangan manusia pada 23 Mei 2017 di tempat yang sama.

Tinggalkan Balasan

Kongres Perempuan Indonesia III

Kongres Perempuan Indonesia III

Kongres Perempuan Indonesia III