Connect with us

Berita

Mitra Wacana WRC angkat Tema Pemilu dalam Talkshow

Published

on

Talkshow banner. Sumber: https://ireunion2014.wordpress.com

Tema : Penataan Daerah Pemilihan dan Alokasi Kursi Anggota DPRD Kota Yogyakarta
Narasumber : Ketua KPU Kota Yogyakarta
Hari/Tanggal : Senin, 29 Januari 2018
Jam : 11.00-12.00 WIB
Tempat : Radio Kartika Indah Swara

Pesta demokrasi yang sebentar lagi akan digelar serentak secara nasional, menjadi ajang pertaruhan eksistensi partai politik dan para calon legislatif yang akan diusungnya. Parpol akan berlomba-lomba menarik simpati masyarakat untuk mendongkrak perolehan suara. Berbagai upayapun dilakukan demi pencitraan. Namun tak kalah penting dari itu, strategi pemenangan salah satunya harus mengetahui pembagian dapil dimana calon legislatif akan di tempatkan dan juga berapa jumlah kursi yang akan diperebutkan dengan parpol lain. Ini juga menarik untuk dikaji. Bagi masyarakat sipil, pengetahuan tentang pembagian dapil ini sangat penting agar mereka bisa mengetahui alur dan peta politik yang dibuat oleh para parpol dan calegnya sehingga mereka bisa menjatuhkan pada pilihan yang tepat.

Penentuan daerah pemilihan dan alokasi kursi di DPR ini sudah diatur dalam peraturan KPU pasal 14 ayat 2 nomor 16 tahun 2017. Dalam proses penentuannya masyarakat secara luas jarang mengetahui bagaimana alur dan apa saja yang menjadi pertimbangan dalam penetapannya. Ini perlu disosialisasikan kepada masyarakat secara luas agar mereka lebih melek politik dan mampu terlibat secara aktif. Hal ini dimaksudkan agar masyarakat juga menjadi pengawas dan penguat KPU secara kelembagaan dalam menjalankan tugas dan kewenangannya. Jikalau terjadi penyelewengan karena adanya politik kepentingan oleh parpol atau kelompok tertentu, misalny gerrymandering, masyarakat bisa mengkritisi dan melaporkannya.

Di Kota Yogyakarta sendiri, kursi DPRD yang akan diperebutkan dalam percaturan ajang demokrasi ini berjumlah 40 yang terbagi dalam 14 kecamatan dengan jumlah penduduk kurang lebih 410.262 jiwa (sumber: Biro Tata Pemerintahan Setda DIY). Dengan berbagai macam perbedaan luas wilayah dan jumlah penduduk di tiap-tiap dapil, bagaimana KPU merumuskan pembagian jatah kursi ini bisa adil dan dapat diterima semua pihak? Informasi ini perlu diketahui oleh publik secara luas tidak hanya hasilnya, namun juga prosesnya. (Mun).

Continue Reading
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Berita

Marah Bolehkah?

Published

on

mitra wacana
Mitra wacana

Mei Sofia

Oleh Mei Sofia (Penggiat Rifka Annisa)

Ada seorang anak yang tidak pernah kena marah orang tuanya, kebetulan ayah ibunya semuanya penyabar. Jadilah anak tersebut tumbuh dalam keluarga yang seharusnya sangat nyaman dan mampu memupuk karakter anak secara baik. Namun terjadi masalah ketika awal masuk kuliah, ada ritual orientasi studi dan pengenalan kampus (ospek) dimana semua yang tidak pernah ada dalam hidupnya terjadi. Kata – kata caci maki dengan suara membentak dan perintah dengan suara kasar.

Setelah kejadian itu anak ini menjadi mogok kuliah, dan menghabiskan sebagian besar waktunya dengan duduk di teras rumah sambil melamun. Kata ibunya, anak perempuannya itu terganggu kesehatan jiwanya sejak ospek. Anaknya sering terlihat senyum sendiri saat duduk. Si ibu menganalisa bahwa anaknya syok berat menjalani masa orientasi kampus yang betul – betul di luar perkiraan.

Sayangnya bagaimana perasaan dan pikiran anak dari ibu itu tidak pernah tergali lebih dalam. Sedih ternyata si anak perempuan ini meninggal dunia dalam usia relatif muda (45th) dalam kondisi psikis yang masih sama. Penulis menjadi saksi bagaimana anak tersebut melamun setiap harinya, akan tetapi penulis tidak paham apa yang sebenarnya terjadi karena masih berusia (7) tahun.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh orang tua dalam mengasuh anak sebagai berikut; Pertama, kadang pola asuh di dalam keluarga tidak selaras dengan dunia luar sana yang kejam dan tak kenal pilih kasih maka persiapkanlah anak-anak kita untuk menghadapinya. Berikan pengetahuan yang lengkap betapa diluar sana anak kita harus kuat karena menjadi anak manis saja tidak cukup.

Kedua, perkenalkan anak dengan berbagai emosi, salah satunya ekspresi marah orang tuanya. Kenalkan apa itu marah, kecewa, sedih, bahkan apa itu pura pura karena dunia tidak selugu pikiran anak-anak. Tujuannya agar anak terbiasa melihat dan menghadapi berbagai jenis emosi tanpa dia harus merasa syok (tertekan) dengan berbagai perlakuan yang berbeda dengan pola asuh yang diterima selama ini.

Ketiga, biasakan membantu anak mengekspresikan emosi dengan baik dan mendiskusikan perasaan anak ketika terluka, kecewa sedih agar apa yang dirasakan tidak dipendam dan menjadikan gangguan dalam pikirannya.

Ke-empat, menurut penulis menjadi orang tua yang tidak pernah marah (seperti dalam kasus ini) punya pe-er bagaimana mengenalkan dunia luar, sementara orang tua yang sering marah-marah tinggal nunggu hasil anaknya akan lebih galak dari ortunya (pengalaman penulis)

Menurut hemat penulis, orang tua perlu mengubah pola asuh anak dengan menyelaraskan dengan dunia luar, membantu anak untuk mengekspresikan emosi dirinya. Memperkenalkan anak dengan berbagai ekspresi emosi, salah salah satunya marah. Saat orang tua marah hendaknya katakan anda sedang marah tanpa mengucapkan kata – kata kasar, tanpa membanting sesuatu dan lain sebagainya.

Apabila terjadi permasalahan antara orang tua dan anak hendaknya diakhiri dengan meminta maaf dan dilanjutkan untuk mendiskusikannya. Kita tidak pernah tau alasan orang tua / anak marah kalau tidak paham situasinya. Untuk itu diskusi tersebut wajib dilakukan agar tidak terjadi permasalahan dikemudian hari.

Continue Reading

Trending