Log In

P3A Putri Menoreh Kolaborasi dengan PKK Membuat Nuget Lele

Pusat Pembelajaran Perempuan dan Anak (P3A) Putri Menoreh Kulon Progo berkolaborasi dengan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) praktik membuat panganan sehat Nugget lele pada Minggu (6/3) di Hargotirto, Kokap, Kulonprogo yang dihadiri sekitar dua belas orang peserta di rumah salah satu warga, Samsi. Dalam pertemuan ini pendamping lapangan dari Mitra Wacana WRC, Erna menyatakan bahwa praktik pembuatan panganan nugget berbahan lele merupakan suatu kreasi dari para perempuan yang merindukan makanan sehat namun murah. Lele kan mudah di dapat, dimana mana ada, murah dan pengolahannya tidak ribet, ungkap Erna.

Para peserta pertemuan rutin yang terdiri dari anggota P3A dan PKK mengaku senang dengan adanya praktik membuat nuget lele. Pertemuan ini bukan hanya membuat nugget namun diisi pula dengan diskusi mengenai buruh migran perempuan. Oleh karena itu kami senang dan ingin sekali bertemua lagi untuk membuat kreasi makanan lain, ungkap para peserta.

Samsi, salah satu peserta yang rumahnya dijadikan tempat pertemuan menyatakan bahwa dengan berkumpulnya para perempuan kami bisa saling berbagi pengalaman dan bercerita banyak hal seperti cara menjadi buruh migran yang aman agar terhindar dari kekerasan. Para peserta pertemuan rutin dan pendamping lapangan, Erna bersepakat akan melakukan pertemuan kembali bulan depan (April) dengan metode dan cara yang lebih menyenangkan.

Erna menerangkan bahwa proses membuat nugget diawali dengan mengambil beberapa ekor ikan lele yang dicuci bersih kemudian kulit lele dikupas untuk diambil dagingnya. Setelah itu daging dicacah dan digiling. Selanjutnya daging ikan lele yang telah di giling diaduk menjadi satu dengan bumbu dapur serta wortel yang dipotong kecil, dan dicampur telur. Proses selanjutnya diuleni (dicampur) hingga kalis, kemudian ditaruh dalam cetakkan lalu dikukus hingga matang (5-15 menit) hingga matang. Setelah itu dipotong sesuai selera, dicelupkan ke putih telur yang telah disiapkan dan proses akhir adalah digulung di tepung panir, lalu digoreng hingga berwarna kuning keemasan. (tnt)

Tagged under

Tinggalkan Balasan

Kongres Perempuan Indonesia III

Kongres Perempuan Indonesia III

Kongres Perempuan Indonesia III