Log In

Tolak Bandara, Pengurus PBNU Hadiri Mujahaddah Akbar

Saya tidak menolak bandara namun sangat menolak pembangunan bandara. Ungkap KH. Imam Aziz dari Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU) dalam pengajian di kecamatan Temon, Kulon Progo dalam mujahaddah dan pengajian akbar yang diselenggarakan oleh Wahana Tri Tunggal (WTT), pada Kamis (10/3). Menurut Imam, rencana pembangunan bandara sudah mencederai hati rakyat karena diduga kuat pemerintah mengambil secara paksa tanah milik rakyat. Selain itu, adanya kekerasan dan intimidasi yang dialami oleh para warga mencerminkan kegagalan Negara dalam melindungi warganya.

Sementara itu direktur lembaga Bantua Hukum (LBH), Hamzal Wahyudin dalam sambutannya menyatakan dengan tegas bahwa rencana pembangunan bandara telah melanggar hak-hak dasar warga Negara. Ini adalah bentuk pelanggaran HAM yang dilakukan oleh Negara melalui pemerintah yang sedang berkuasa saat ini, oleh karena itu kami dari LBH tidak memposisikan diri hanya sebagai kuasa hokum namun sebagai bagian dari keluarga masyarakat terutama WTT, terangnya.

Ketua WTT, Sumartono mengungkapkan bahwa kami melawan karena tanah yang kami duduki adalah milik rakyat. Setiap tahun kami membayar pajak kepada Negara, mengapa kami dipaksa pergi, ungkapnya. Sumartono menyayangkan tindakan kekerasan yang dialami oleh para warga yang menolak rencana pembangunan bandara. Alasan penolakan ini bukan karena soal uang tapi karena alasan mempertahankan kepemilikan atas lahan, diberi uang seratus jutapun kami tidak mau, kami memilih tanah yang kami pijak ini, tuturnya.

Para peserta yang terdiri dari perempuan, laki-laki, anak dan dewasa tidak kurang dari tiga ratus warga tampak antusias dan merasa mendapat dukungan dari nahdhatul ulama. Selesai mujahaddah, sekitar jam 13.00 WIB KH. Imam dan rombongan diajak keliling oleh warga sekitar untuk melihat lahan yang terdampak rencana pembangunan bandara. (tnt)

Tagged under

Tinggalkan Balasan