Connect with us

Berita

Mencermati Penulisan Berita

Published

on

dokumentasi pelatihan menulis berita MW

Untuk mengemas informasi yang menarik maka Mitra Wacana WRC bekerjasama dengan Combine mengadakan pelatihan penulisan beritan di kantor Mitra Wacana  Jalan Pelem Wulung No 42 Gedongan Baru, Banguntapan Bantul pada Kamis (28/6) dimulai pukul 10.30 – 15.30 WIB.

Menurut Khairul Anam fasilitator yang diturunkan combine berita yang menarik harus memuat Apa kejadiannya (what), dimana tempat kejadiannya (where),kapan kejadian tersebut berlangsung (when), siapa saja yang terlibat dalam kejadian tersebut (who), mengapa bisa terjadi (why) dan bagaimana kejadian tersebut berlangsung (How). Untuk memudahkan mengigat keruntutan penulisan dengan “rumus” 5 W + 1 H.

Khairul mengimbuhkan untuk membuat berita menjadi akurat perlu untuk melakukan penggalian data primer yaitu data dari orang yang mengalami langsung kejadian tersebut, kemudian juga bisa dilakukan penggalian  data sekunder misalnya dari referensi yang sudah ada. Pada berita yang akan diturunkan pun perlu juga memperhatikan “piramida” penulisan. Ibarat piramida terbalik pada lapisan atas piramida berita.

Sudut pengambilan berita juga menentukan manarik atau tidaknya berita, menjual atau tidak, penting atau tidak. Menurut Khairul, harus ada yang ditulis paling penting, kemudian lapis kedua kurang penting dan yang paling bawah adalah yang tidak penting. (vie)

Continue Reading
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Berita

PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 16 TAHUN 2017 TENTANG KOMITE PERLINDUNGAN DAN PEMENUHAN HAK-HAK PENYANDANG DISABILITAS

Published

on

Red backdrop. Sumber gambar: https://pixabay.com

BAB II
PEMBENTUKAN
Pasal 2

Membentuk Komite Perlindungan dan Pemenuhan Hak-Hak Penyandang
Disabilitas.

BAB III
MAKSUD DAN TUJUAN
Pasal 3

Maksud dan tujuan Pembentukan Komite ini adalah :
a. memberikan penghormatan, perlindungan dan pemenuhan hak-hak
Penyandang Disabilitas;
b. mendorong pengarusutamaan Penyandang Disabilitas dalam kebijakan
dan pelayanan publik;
c. membantu terwujudnya perlindungan dan pemenuhan hak-hak
Penyandang Disabilitas yang meliputi hak :
1. hidup;
2. bebas dari stigma;
3. privasi;
4. keadilan dan perlindungan hukum;
5. pendidikan;
6. pekerjaan, kewirausahaan dan koperasi;
7. kesehatan;
8. politik;
9. keagamaan,
10. Keolahragaan;
11. kebudayaan dan pariwisata;
12. kesejahteraan sosial,
13. aksesibilitas;
14. pelayanan publik;
15. perlindungan dari bencana;
16. habilitasi dan rehabilitasi;
17. konsesi;
18. pendataan;
19. hidup secara mandiri dan dilibatkan dalam masyarakat;
20. berekspresi, berkomunikasi dan memperoleh informasi;
21. berpindah tempat dan kewarganegaraan; dan

22. bebas dari tindakan diskriminasi, penelantaran, penyiksaan dan
eksploitasi.

d. mendorong terwujudnya kesamaan kesempatan bagi Penyandang
Disabilitas.

 

Selengkapnya silahkan unduh peraturan walikota Yogyakarta tersebut di bawah ini:

Continue Reading

Trending