Log In

Perdagangan Perempuan Diwaspadai

KULONPROGO, suaramerdeka.com – Selain dampak positif dari keberadaan bandara internasional yang sedang dibangun di Kulonprogo, dampak negatif juga perlu diwaspadai. Salah satu yang perlu menjadi perhatian adalah antisipasi terjadinya praktik-praktik trafficking atau perdagangan terhadap perempuan.

Pusat Pembelajaran Perempuan dan Anak (P3A) menjadi salah satu yang mewaspadai potensi dampak negatif berupa trafficking terhadap perempuan tersebut. Pendamping P3A Kecamatan Kokap, Restu Bhaskara menekankan bahwa dengan dibangunnya bandara internasional, nantinya akan berdampak pada pesatnya tempat wisata dan hiburan.

Hal itu akan meningkatkan ekonomi masyarakat tetapi juga akan berdampak meningkatnya praktik-praktik trafficking terhadap perempuan di Kulonprogo. Untuk itu P3A mempunyai peran strategis dalam melakukan edukasi terhadap masyarakat sebagai langkah preventif untuk menekan praktik trafficking dan melakukan kerja-kerja jaringan dalam mengkampanyekan tentang isu perlindungan terhadap perempuan dan anak.

“P3A Kecamatan Kokap telah ada sejak 2014 di tiga desa yaitu P3A Putri Menorah Desa Hargotirto, P3A Serkar Melati Desa Hargorejo, dan P3A Anggun Desa Kelirejo,” ungkapnya, kemarin.

Kelompok perempuan binaan dari Mitra Wacana ini terbentuk karena adanya keprihatinan terhadap isu-isu trafficking yang dialami oleh para buruh migran yang ada di Kecamatan Kokap. Selain isu trafficking, P3A yang beranggotakan ibu-ibu dari eks buruh migran ini juga berjuang memberikan edukasi tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), kesetaraan gender, dan juga parenting.

Kepala Desa Hargotirto, Sabarno menyampaikan, dengan adanya P3A Putri Manoreh di Hargotirto telah membawa banyak sekali dampak positif bagi masyarakat. Menurutnya, sudah banyak kerja-kerja nyata yang dilakukan oleh P3A mulai dari kegiatan pembelajaran dengan masyarakat, melakukan sosialisasi di pertemuan PKK dan juga mengadakan beberpa pelatihan entrepreneurship bagi anggotanya. Dengan berbagai kegiatan tersebut perempuan eks buruh migran khususnya di desa menjadi lebih berdaya.

“Diharapkan dengan adanya pendampingan dari Mitra Wacana ini perempuan desa yang tergabung dalam P3A Putri Manoreh dapat menularkan dan mengedukasi perempuan yang ada di pedukuhan lain,” katanya.

Tiga P3A di Kecamatan Kokap tersebut mengadakan halal bi halal dengan seluruh anggota di rumah Ketua P3A Putri Menoreh Desa Hargotirto. Selain kepala desa, acara juga dihadiri anggota Karang Taruna serta KKN dari UIN Sunan Kalijaga.

Kegiatan pertama setelah Lebaran tersebut dimanfaatkan peserta yang hadir untuk saling bermaaf-maafan dan juga untuk mempererat tali persaudaraan.

Sumber:https://www.suaramerdeka.com/news/baca/103172/perdagangan-perempuan-diwaspadai

Tagged under

Tinggalkan Balasan