Log In

Pertemuan Rutin PWP Desa Petuguran Banjarnegara

Selasa, (10/10/2017) di Desa Petuguran Banjarnegara diadakan pertemuan rutin di rumah Sekretaris Desa Petuguran, Lilin Eko P. Diskusi ini dihadiri oleh para perempuan anggota P3A PWP (Pelita Wanita Petuguran), membahas tentang dinamika P3A serta cerita perkembangan kerja P3A.

P3A PWP di Desa Petuguran mendirikan sebuah sekolah desa berbasis dusun yang mengutamakan peran serta perempuan. Sekolah ini dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terutama bagi para perempuan. Dalam sekolah dusun yang berbarengan dengan pertemuan rutin, P3A PWP membahas pemanfaatan teknologi informasi.

Kurangnya ketersediaan dan akses informasi, khususnya kesehatan reproduksi dapat memicu pernikahan diri. Ada anggapan yang masih berkembang jika usia ideal menurut kepercayaan masyarakat di daerah perkotaan, justru tergolong sebagai usia tua di pedesaan.

Untuk mencegah semakin berkembangnya perilaku pernikahan dini, P3A PWP mendirikan sekolah desa dengan tema “Hak Anak dan Pencegahan Pernikahan Dini”. Mengapa hak anak ikut menjadi tema dan alasan didirikannya sekolah desa? Tujuannya untuk mengubah pola pikir masyarakat mengenai hak anak, khususnya perempuan.

Saat perempuan menikah di usia dini, biasanya akan mendorong laki-laki untuk mencari pekerjaan setelah tamat sekolah. Inilah kebiasaan berfikir yang terbentuk di lingkungan pedesaan. Secara tidak langsung, pola pikir yang terbentuk karena tradisi turun temurun tersebut dapat mengurangi hak anak, yakni hak untuk memperoleh pendidikan, hak untuk menikmati hidup, dan hak untuk memperoleh kebebasan berpendapat.

Bertepatan dengan diskusi, P3A PWP mendapat kunjungan dari AWO Internasional Jerman yang diwakilkan oleh Elvince dan Elai. Kunjungan tersebut sebagai bentuk apresiasi adanya pembangunan sekolah desa yang peduli pada kondisi desa-desa yang masih mengalami kesulitan dalam mendapatkan informasi dan perempuan. (Windi/Vitrin)

Tagged under

Tinggalkan Balasan