Connect with us

Kulonprogo

Program Mitra Wacana WRC di Kulonprogo

Published

on

This post is also available in: idIndonesia

Mitra Wacana WRC, saat ini sedang menjalankan program pencegahan dan penanganan perdagangan orang di Kabupaten Kulonprogo, D.I Yogyakarta. Dalam pelaksanaan program kami fokus pada penguatan perempuan di desa-desa untuk mendorong pemerintah dan masyarakat mampu menjalankan pencegahan dan penanganan perdagangan orang.

Strategi yang dilakukan untuk pencegahan dan penanganan perdagangan orang dilakukan dengan memperkuat mantan perempuan perantau yang bekerja di luar negeri melalui pendidikan kritis dalam bentuk pertemuan rutin dan sekolah perempuan desa serta memperkuat pengetahuan aparat pemerintah desa tentang perdagangan orang sehingga diharapkan perempuan dan pemerintah desa terlibat mewujudkan pembangunan desa dengan mantra pemerintah “membangun dari pinggiran” membangun mulai dari orang-orang yang terpinggirkan, salah satunya adalah perempuan, kelompok rentan menjadi penyintas perdagangan orang.

Awalnya pelaksanaan program hanya berada di tiga desa, yakni Nomporejo kecamatan Galur, Hargotirto kecamatan Kokap dan Salamrejo kecamatan Sentolo. Program ini disupport oleh Misereor pada periode 2013-2015. Kini program diperluas di 6 desa lainnya yaitu; Banaran dan Tirtorahayu Kecamatan Galu; desa Hargorejo dan Kalirejo Kecamatan Kokap; Sentolo dan Demangrejo Kecamatan Sentolo. Selama pelaksanaan program, Mitra Wacana bekerjasama dan mendapatkan dukungan dari MISSEREOR untuk periode 2015-2018.

Continue Reading
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Berita

Monitoring Kelompok Media di 9 Desa Kulon Progo

Published

on

This post is also available in: idIndonesia

Kamis, (23/05/2019) Mitra Wacana Wrc Yogyakarta mengadakan monitoring terhadap kelompok media di 9 desa Kulon Progo bertempat di Rumah Makan Dapur Semar Wates. Monitoring dipandu oleh Wahyu Tanoto selaku pegiat Mitra Wacana Divisi Pendidikan. Dalam monitoring tersebut dihadiri oleh generasi milenial di 9 desa Kulon Progo, selain itu juga terdapat sesi presentasi dimana peserta saling bertukar informasi mengenai kondisi kelompok media di masing-masing desa. Diharapkan dari acara tersebut dapat menyatukan ide kreatif dari masing-masing desa sehingga dapat memberikan solusi dari permasalahn yang dihadapi dalam pengembangan medai desa. Acara tersebut ditutup dengan buka puasa bersama.

Continue Reading

Trending