Log In

Refleksi Perjalanan Pusat Pembelajaran Perempuan dan Anak

Pengalaman adalah guru yang bijaksana. Berangkat dari pernyataan tersebut, penggerak P3A (Pusat Pembelajaran Perempuan dan Anak) melakukan refleksi perjalanan P3A selama organisasi ini mulai terbentuk. Sebagaimana tujuan awal dibentuk, yakni P3A menjadi media yang diciptakan oleh sekelompok perempuan di tingkat desa dalam melakukan kampanye dan advokasi, terutama berkaitan dengan perempuan dan anak. Melalui P3A, komunitas yang terbentuk di desa-desa difasilitasi untuk melihat dan melakukan pemetaan berbagai persoalan dan potensi dilingkungan sekitar.

Tepatnya pada hari Sabtu, 7 Oktober 2017 lalu di rumah Ibu Ely Desa Hargotirto Kecamatan Kokap Kabupaten Kulon Progo, P3A Putri Menoreh melakukan refleksi perjalanan P3A. Kegiatan ini difasilitasi oleh Wariyatun, staff Divisi Pendidikan Publik Mitra Wacana WRC, dengan harapan setelah melakukan refleksi, kelompok P3A dapat mengetahui strategi yang lebih inovatif dan lebih semangat dalam keterlibatan pembangunan di Desa. Pada tahun 2014, ada sekitar 5 komunitas yang telah berhasil meresmikan terbentuknya P3A. Tiga komunitas berada di Kabupaten Purworejo, dan dua komunitas berada di Kabupaten Banjarnegara. Keduanya berada di Provinsi Jawa Tengah.

Refleksi yang dilakukan pada Sabtu lalu merupakan satu upaya Mitra Wacana WRC agar selalu belajar dalam melaksanakan pendampigan di tengah masyarakat. Selain itu, refleksi ini juga diharapkan mampu membuat penggerak P3A, menjadi lebih produktif. Tidak hanya di kenal sebagai pendamping desa, tetapi juga mampu terlibat dalam penentuan kebijakan di desanya.

Catatan menariknya, semua penggerak kelima komunitas tersebut adalah perempuan. Keterlibatan perempuan di banyak bidang, dan upaya perempuan agar mampu mempengaruhi keluarnya kebijakan yang menjunjung nilai keadilan dan kesetaraan menjadi tujuan utama dibentuknya P3A. Hal ini dilakukan untuk mendorong semangat perempuan di daerah pedesaan, dan melepaskan perempuan dari tindakan diskriminatif yang kerap tidak disadari dalam kehidupan sehari-hari. (Windi Meilita)

Tagged under