Connect with us

Berita

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2016 Tentang Penyandang Disabilitas

Published

on

Sambut UU Penyandang Disabilitas. Gambar www.jurnalpost.com

Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat pada Kamis (17/3/2016), menyepakati RUU Penyandang Disabilitas menjadi UU Penyandang Disabilitas sebagai pemenuhan hak penyandang disabilitas baik hak ekonomi, politik, sosial maupun budaya. Terbitnya UU ini diharapkan menjadi payung perlindungan hukum bagi setiap orang, khususnya bagi penyandang disabilitas agar terhindar dari segal bentuk ketidak adilan, kekerasan dan diskriminasi. Berikut adalah beberapa poin-poin penting yang diatur dalam Undang Undang ini.

Pasal 1

Dalam Undang-Undang ini yang dimaksud dengan:

Penyandang Disabilitas adalah setiap orang yangmengalami keterbatasan fisik, intelektual, mental, dan/atau sensorik dalam jangka waktu lama yang dalam berinteraksi dengan lingkungan dapat mengalami hambatan dan kesulitan untuk berpartisipasi secara penuh dan efektif dengan warga negara lainnya berdasarkan kesamaan hak

Pasal 2

Pelaksanaan dan Pemenuhan hak Penyandang Disabilitas berasaskan:
a. Penghormatan terhadap martabat;
b. otonomi individu;
c. tanpa Diskriminasi;
d. partisipasi penuh;
e. keragaman manusia dan kemanusiaan;
f. Kesamaan Kesempatan;
g. kesetaraan;
h. Aksesibilitas;
i. kapasitas yang terus berkembang dan identitas anak;
j. inklusif; dan
k. perlakuan khusus dan Pelindungan lebih.

Pasal 26

Hak bebas dari Diskriminasi, penelantaran, penyiksaan, dan eksploitasi untuk Penyandang Disabilitas meliputi hak:
a. bersosialisasi dan berinteraksi dalam kehidupan berkeluarga, bermasyarakat, dan bernegara tanpa rasa takut; dan
b. mendapatkan Pelindungan dari segala bentuk kekerasan fisik, psikis, ekonomi, dan seksual.

Pasal 27

(1) Pemerintah dan Pemerintah Daerah wajib melakukan perencanaan, penyelenggaraan, dan evaluasi tentang pelaksanaan Penghormatan, Pelindungan, dan Pemenuhan hak Penyandang Disabilitas
(2) Dalam hal efektivitas pelaksanaan Penghormatan, Pelindungan, dan Pemenuhan hak Penyandang Disabilitas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Pemerintah dan Pemerintah Daerah wajib merumuskannya dalam rencana induk

Untuk lebih lengkap, silahkan unduh Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2016 Tentang Penyandang Disabilitas di bawah ini:

Continue Reading
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Berita

Kepala Desa Cokrodiningratan dan Kader Bumijo terbantu dengan program Pekerti dari Mitra Wacana

Published

on

Rabu (15/05/19), Mitra Wacana bersama Kepala Desa Cokrodiningratan Narotama dan Kader Perempuan Bumijo Ibu Kokom berbincang dalam talkshow di Radio Sonora 97.4 FM Jogja dengan Tema “Hari Keluarga Internasional, dampingan kader di desa dalam meningkatkan kesadaran pentingnya penyampaian informasi Kesehatan Reproduksi bagi perempuan”. Narotama mengatakan peran kader sangat penting bagi penghubung antara masyarakat dan pemerintah dalam meyampaikan informasi layanan kesehatan reproduksi bagi perempuan. Di sisi lain Bu Kokom juga mengatakan sangat terbantu dengan adanya proses pembelajaran dari Mitra Wacana dengan program Pekerti, sehingga kader banyak mendapat pembelajaran terkait informasi dan cara penyampaian yang tepat bagi masyaratkat. Narotama juga menambahkan sekarang kelurahan Cokrodiningratan juga melakukan inovasi melalui grup Whatsapp deteksi dini ibu dengan gangguan kehamilan. Sehingga bila terdapat ibu hamil yang terdeteksi gangguan dini dapat langsung ditangani bersama kader.

Continue Reading

Trending