Connect with us

Berita

Pemenang Lomba Foto “Mozaik Realitas Perempuan Masa Kini”

Published

on

Pemenang lomba

Setelah melalui diskusi yang panjang antar juri yaitu mas Indra dan mas Bambang maka ada 6 foto yang dianggap cukup mewakili dari beberapa foto lain yang juga tidak kalah menariknya. Panitia mengucapkan selamat pada pemenang dan semoga foto-foto ini juga bisa menjadi media kampanye untuk kesetaraan dan keadilan jender. inilah 6 foto tersebut

Juara I
M. Agung Wilis Yudha B
Aku Sudah Siap Mengobati
Inspirasi dan motivasi adalah hal pasti dibutuhkan setiap orang dalam menjalani hidup. Setelah menempuh sekolah kedokteran dalam tahun-tahun yang penuh jurang, debu, terik, embun, pahit dan getir. Sampai tiba saatnya menilik kembali dari dan kepada siapa segalanya diperuntukkan. Sekarang dan sampai beribu tahun lagi, aku sudah siap mengobati.
Juara II
Firman Hamidi
Perempuan Fotografer
Warga negara asing sedang memfoto kegiatan kampanye pemilu 2014 di stadion Maguwoharjo Yogyakarta
Juara III
Muhammad Dwi Prayoga
Membuat Gerabah
Mbah Juminah (80), perempuan perajin Dusun Klipoh, Desa Karanganyar, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang mengerjakan produk gerabah di rumahnya. Tradisi membuat gerabah di dusun ini telah dilakukan turun temurun, bahkan dapat ditemukan pada relief Candi Borobudur.

Juara Harapan I
Alfisyar Izzati M.
Pintu Belakang Dapur, Milik Ibu
Hingga kini, dapur dan pintu belakang rumah masih menjadi daerah kekuasaan seorang perempuan, terlebih ia seorang ibu. Memasak makanan merupakan pekerjaan tak berbayar namun mampu mendongkrak keberhasilan suami di dunia kerja dan keberhasilan anak di bangku sekolah

Juara Harapan II
Fadkus S
Berangkat Berjualan
Rutin melakukan kegiatan sehari hari berjualan aneka makanan ringan berkeliling kampung ( Perempuan dan Ekonomi )

Juara Harapan III
Muhammad Dwi Prayoga
Lego-lego Dancers
Beberapa penari wanita sedang melakukan tarian lego-lego. Tari Lego-lego biasa digunakan dalam segala kegiatan upacara adat di Alor, Nusa Tenggara Timur. Namun, seiring berkembangnya zaman, tarian ini juga dipentaskan saat menyambut tamu, dalam acara pernikahan, dan seremonial acara tertentu.

Continue Reading
2 Comments

2 Comments

  1. Pingback: nike huarache

Tinggalkan Balasan

Berita

Mba Farida, Our Favorite Chef

Published

on

By Arif SW

Mrs Farida is a chef at our office, Mitra Wacana. We call her Mba Farida. She has working in Mitra Wacana for 9 years. She was born at 28 Mei 1967 in Jogjakarta. She has married and has two children, man (30 years old) and woman (19 years old). Mba Farida is a good person. She is very friendly and humble. Every person in our office likes her. If you talk to her, she will hear you and give you a good response. She comes to the office in the morning. Before coming to the office, she buys some cooking ingredients at traditional market near her house. 

Mba Farida can cook many kinds of foods, especially Javanese foods. She can cook soto, brongkos, nasi goreng, tongseng, rica-rica, sayur bayam, pecel, etc. She cooks differently every day. Sometimes if you are lucky, you can ask her to cook a special food you want, and she will cook as requested. She is happy to cook to many people. She is satisfied when her foods is eaten all people on the office. She will be sad if any person does not eat her cuisine.

Mba farida’s dishs does not just for a staff of Mitra Wacana, but also for volunteers from local and international. Mitra Wacana every year gets volunteers that come from local university like as Universitas Gadjah Mada, UIN Sunan Kalijaga, UNS Solo, Universitas Respati Yogyakarta, Universitas Atmajaya etc, and come from many countries in the world as like Australia, US, Germany, Swiss, Myanmar, England, etc. All of volunteers have tried some kinds of foods that mba Farida cooks. It means mba Farida’s cuisine has been tasted by people from many countries not just from Indonesia. All of them praise mba Farida’s cuisine. She is a favourite chef for all of us, Mitra Wacana team.

Continue Reading

Trending