Connect with us

Berita

Perkawinan Anak Membunuh Perempuan

Published

on

Diskusi usia nikah

Diskusi usia nikah

Gagalnya upaya masyarakat yang diwakili koalisi 18 menaikkan batas usia perkawinan dalam UU. No 1 tahun 1974 tentang perkawinan tidak menyurutkan kampanye anti perkawinan dini menyurut. Berbagai upaya dilakukan termasuk mendiskusikan kembali kenaikan usia perkawinan di berbagai tempat dan kalangan.

Fatayat DIY bekerjasama dengan Mitra Wacana menyelenggarakan diskusi dengan tema “Membincang Kembali Usia Nikah: Perspektif Kesehatan, Psikologis dan Agama” dengan pembicara dr. H Hasto wardoyo Sp. OG (K) yang juga Bupati Kulon Progo periode 2012-2016, KH. Lutfi, dan perwakilan dari BKKBN Kulon Progo pada hari minggu tanggal 23 Agustus 2015 di Gedung Kaca Wates.

Menurut Magfiroh Rahayu selaku moderator, mengapa acara ini diselenggarakan, karena perkawinan pernah diperbincangkan di masa lalu, Kini diperbincangkan lagi karena perkawinan anak berdampak pada Indonesia dan generasi ke depan.

Hal yang menarik yang dipaparkan Bapak Hasto yang juga berprofesi sebagai dokter kebidanan adalah “Tuhan menciptakan perangkat manusia sedemikian rupa, bagi perempuan yang belum dewasa perkawinan dini menyebabkan rentannya perempuan di 15-20 tahun kemudian menderita kanker mulut rahim yang mengancam jiwa perempuan. Perkawinan anak juga menambah angka kematian ibu dan bayi, karena panggul anak perempuan belum sempurna. Perempuan dewasa memiliki batas jarak panggul 10 cm dan ukuran kepala pelipis bayi juga 10 cm. Jadi kehamilan pada anak sangat berbahaya”, ujarnya.

Selain soal kesehatan, anak perempuan yang melakukan perkawinan kehilangan kesempatan pendidikan dan masa depannya mendapat akses kerja yang secara tidak langsung melanggengkan pemiskinan perempuan. Secara psikologis, anak perempuan belum siap menjadi ibu dan mengurus rumah tangga. (DK)

Continue Reading
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Berita

Kepala Desa Cokrodiningratan dan Kader Bumijo terbantu dengan program Pekerti dari Mitra Wacana

Published

on

Rabu (15/05/19), Mitra Wacana bersama Kepala Desa Cokrodiningratan Narotama dan Kader Perempuan Bumijo Ibu Kokom berbincang dalam talkshow di Radio Sonora 97.4 FM Jogja dengan Tema “Hari Keluarga Internasional, dampingan kader di desa dalam meningkatkan kesadaran pentingnya penyampaian informasi Kesehatan Reproduksi bagi perempuan”. Narotama mengatakan peran kader sangat penting bagi penghubung antara masyarakat dan pemerintah dalam meyampaikan informasi layanan kesehatan reproduksi bagi perempuan. Di sisi lain Bu Kokom juga mengatakan sangat terbantu dengan adanya proses pembelajaran dari Mitra Wacana dengan program Pekerti, sehingga kader banyak mendapat pembelajaran terkait informasi dan cara penyampaian yang tepat bagi masyaratkat. Narotama juga menambahkan sekarang kelurahan Cokrodiningratan juga melakukan inovasi melalui grup Whatsapp deteksi dini ibu dengan gangguan kehamilan. Sehingga bila terdapat ibu hamil yang terdeteksi gangguan dini dapat langsung ditangani bersama kader.

Continue Reading

Trending