web analytics
Connect with us

Uncategorized @id

Muslimat Jalatunda Banjarnegara Diskusikan Peran Perempuan di Desa

Mitra Wacana WRC

Published

on

Pertemuan Muslimat Desa Jalatunda Banjarnegara. Foto oleh Ruliyanto

This post is also available in: Indonesia

Waktu dibaca: < 1 menit

Keterlibatan perempuan dapat mewarnai dalam pengambilan keputusan kebijakan. Dan salah satu organisasi perempuan yang ada di tingkat desa adalah organisasi perempuan seperti Muslimat. Keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk kelompok perempuan, penting dalam pembangunan desa.

Organisasi seperti Muslimat sudah selayaknya terlibat aktif di dalam kegiatan pembangunan desa terutama dalam perencanaan pembangunan desa (musrenbangdes). Alasan inilah yang mendorong Mitra Wacana Women Resource Centre (WRC) Yogyakarta mengajak organisasi perempuan Muslimat Desa Jalatunda Kecamatan Mandiraja Kabupaten Banjarnegara mendiskusikan peran perempuan di tingkat keluarga, lingkungan dan desa pada Kamis (4/5/17) di Masjid desa tersebut.

“ Kami berharap pertemuan seperti ini berjalan terus dengan lebih aktif dengan melibatkan organisasi lain”, ungkap Sarti, ketua Muslimat Desa Jalatunda. Agar perempuan semakin percaya diri, jadi harus banyak bertemu ”, Sarti menambahkan.

Menurut Ruliyanto, pendamping masyarakat desa Jalatunda dari Mitra Wacana menyatakan bahwa para perempuan desa Jalatunda merasa senang dapat terlibat dalam pertemuan. “ Mereka belajar memetakan peran perempuan di tingkat keluarga, lingkungan dan desa, harapanya perempuan di Desa Jalatunda Khususnya Muslimat mampu mengutarakan pendapatnya tanpa malu-malu lagi”, tutur Rully. (wtn/mzm/rl)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Pola Asuh Anak di Masa Pandemi Covid-19

Mitra Wacana WRC

Published

on

This post is also available in: Indonesia

Waktu dibaca: 2 menit

   

Ada apa dengan KPK ?

Agus Rahmad Hidayat
Mahasiswa Magang

Selasa (29/06/2021), Pada Sinau Sareng#34 Mitra Wacana kali ini menghadirkan Yusmashfiyah, S.Ag., MPd. (CO-Founder Karima Center For Parenting Literacy) di Podcast Mitra Wacana membahas tema “Pola Asuh Anak di masa Pandemi Covid-19 selama satu jam lebih. 

Tema ini diambil seiring dengan penyebaran wabah Covid-19 yang belum usai selama satu tahun lebih yang merubah kebiasaan kita sehari-hari. Ada begitu banyak dampak yang dirasakan  selama  wabah covid-19 mulai dari kegiatan berkumpul dibatasi, pembelajaran jarak jauh dan himbauan untuk bekerja di rumah. Sementara itu imbauan untuk menjaga jarak fisik yang aman dari orang lain terus diserukan. Situasi ini tidak mudah bagi siapapun, khususnya orang tua dalam mengasuh anaknya. 

Dalam Sinau Sareng tersebut, Yusmashifyah mengungkapkan bahwa pademi ini saat ini berdampak pada beberapa hal dalam kehidupan kita.  Dampak kesehatan mental yang terganggu akibat banyaknya pemberitaan media terkait covid-19 yang belum tentu benar dan terkadang membuat kita takut. Selain itu Covid-19 berdampak pada sektor ekonomi yang mengakibatkan terbatasnya akses untuk bekerja, keluar rumah maupun fluktuasi secara keuangan sangat berbeda pada kondisi sebelumnya. Orang tua juga harus memberikan edukasi kepada anak tentang bahayanya Covid-19 agar terhindar dari penularan virus tersebut.

Dampak-dampak tersebut sangat berpengaruh pada siklus kehidupan kita terutama di keluarga yang berdampak pada meningkatnya tekanan atau beban dalam keluarga yang mempengaruhi psikologi orang tua. Dampak psikologi ini terkadang membuat kedua orang tua mudah tersulut emosinya ketika anak melakukan kesalahan, dampak-dampak tersebut sedikit banyak berubah pada pola asuh anak oleh kedua orang tua. 

Dimasa pademi ini orang tua harus lebih sensitif terhadap kondisi mental anak karena sebelum ada wabah ini mereka biasa bermain dengan teman-temannya setiap saat tetapi saat ini hampir dua tahun mereka tidak bisa melakukannya.

Disini asa asi asuh sangat penting bagi anak, memberikan stimulasi untuk perkembangan anak, memberikan kasih sayang walaupun beban semakin meningkat, mengajak anak bermain dengan memanfaatkan fasilitas di rumah orang tua harus responsif dan kreatif. 

Disini ada peran ayah dan ibu yang harus dilakukan, pengasuhan bukan peran ibu saja tetapi kehadiran dan kasih sayang ayah dalam mengasuh anak sangat dibutuhkan.  

Ada banyak hal yang bisa dipelajari dari peran kedua orang tua di saat pandemi ini, anak bisa melihat iklim yang harmonis tercipta dalam keluarga sehingga membuat nyaman berada di rumah. Pola asuh anak ini sangat menentukan terhadap tumbuh kembang anak sehingga  orang tua harus berhati-hati dalam menjaga pola asuh tanpa kekerasan. 

Continue Reading

Who is Online

No one is online right now

Advertisement
Advertisement

Twitter

Trending

Mari bergabung bersama Mitra Wacana

Silahkan bergabung dan menjadi bagian dari Mitra Wacana.
Akan ada penghargaan untuk tulisan yang terpilih.
Terima Kasih

Gabung