web analytics
Connect with us

Kulonprogo

Peran Aktif P3A Putri Pertiwi Merespon Situasi Pandemi

Mitra Wacana WRC

Published

on

Waktu dibaca: 2 menit

Sudah 1 tahun ini kita terus berjuang melawan penyebaran Covid-19. Dilansir dari website resmi Satgas Covid-19, angka kasus positif virus corona saat ini mencapai 1.571.824 kasus. Dari jumlah kasus positif tersebut ada 1.419.796 atau 90.3% yang dinyatakan sembuh sedangkan sebanyak 42.656 meninggal dunia. Hal ini tentunya menjadi perhatian kita bersama. Berbagai cara sudah dilakukan pemerintah dalam menekan penyebaran virus ini. Mulai dari membuat protokol kesehatan, membuat kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala besar sampai dengan melakukan vaksinasi masal secara bertahap untuk masyarakat.

Pemerintah saat ini telah menetapkan protokol kesehatan yang harus dipatuhi oleh masyarakat untuk mencegah penularan covid-19. Protokol kesehatan yang biasa disebut 5M adalah Mencuci tangan, Memakai Masker, Menjaga Jarak, Menjauhi Kerumunan dan Mengurangi Mobilitas. Kebijakan ini tidak akan berhasil menekan penyebaran virus covid-19 apabila tidak ada kesadaran masyarakat untuk bersama sama mematuhi prokol kesehatan.

Masyarakat memiliki peran yang sangat penting dalam memutus rantai penyebaran Covid-19 agar tidak memunculkan cluster baru. Masyarakat harus kembali beraktifitas dalam situasi pandemi dengan beradaptasi dengan kebiasaan baru yang lebih sehat, lebih bersih sesuai dengan protokol kesehatan yang sudah ditentukan oleh pemerintah.

Setiap orang/kelompok masyarakat dapat ikut berperan aktif dalam pencegahan penyebaran virus. Berbagai cara bisa dilakukan, seperti yang dilakukan Pusat Pembelajaran Perempuan dan Anak (P3A) Putri Pertiwi Kalurahan Nomporejo, Galur Kulonprogo.

Sabtu(10/4/2021) P3A Putri Pertiwi melakukan persiapan kegiatan sosial untuk membagikan ember cuci tangan yang akan didistrisbusikan ke 8 posyandu di kalurahan Nomporejo untuk mencegah penyebaran covid-19. Bu Supartinah selaku ketua P3A Putri Pertiwi mengungkapkan bahwa kegiatan ini sebagai wujud peran aktif P3A di masyarakat. Seluruh anggota P3A Putri Pertiwi berharap dengan adanya ember cuci tangan ini akan bermanfaat untuk posyandu dalam memberlakukan protokol kesehatan disetiap kegiatan yang ada disana.

Dalam kegiatan tersebut hadir pula tim media Kalurahan Nomporejo yang meliput aktifitas P3A Putri Pertiwi. Peliputan ini dilakukan oleh salah satu anggota Media Desa Nomporejo. Hasil peliputan ini nantinya akan diolah menjadi sebuah video yang akan kita sebarkan ke masyarakat lewat media sosial tim media Kalurahan Nomporejo untuk menunjukkan peran aktif organisasi perempuan di desa kepada masyarakat.

(Yngvie A. Nadiyya)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Berita

Rancangan Perbub Gugus Tugas TPPO Kulon Progo Rampung, Siap diajukan Bupati

Mitra Wacana WRC

Published

on

Waktu dibaca: 2 menit

(25/Maret/2022, Kulonprogo) Beberapa Organisasi Perangkat, Organisasi Masyarakat dan Beberapa LSM Daerah Kulonprogo mengadakan diskusi merampungkan Rancangan Peraturan Bupati Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang (Perbub GT PTPPO. Perbub ini dianggap perlu dan urgen bagi Kabupaten kulon Progo sebagaimana yang di mandatkan dalam UU No 21 Tahun 2007 tentang PTPPO, sekaligus antisipasi dalam menjawab tantangan dampak “negative” dari pembangunan apalagi Kulon Progo menuju kota Aerotropolis.Mitra Wacana bekerja sama dengan OPD Kulon Progo menggagas terbitnya Perbub GT TPPO. Melalui proses panjang dari 2020 sampai 2022 dengan 12 kali pertemuan yang melibatkan stakehoder terkait baik dari pemerintah, LSM, Ormas dan juga masyarakat.

Diskusi tersebut dilaksanakan di Joglo Girli Kulonprogo berfokus pada perubahan diksi dan juga penambahan redaksi di beberapa pasal yang masih dianggap kurang jelas. “Dari bagian hukum sudah mengkaji, secara subtansi sudah sesuai, namun ada beberapa pasal yang perlu kita diskusikan dan disepakati di forum ini” ungkap Eko dari bagian Hukum Setda Kulonprogo. Harapan untuk segera di sahkanya Perbub ini juga disampaikan oleh Sri Hartini dari Dinsos PPA Kulonprogo “Kulon Progo memang sudah sangat membutuhkan perbub ini, karena untuk merespon perkembangan kulonprogo saat ini kita dari pemerintah kabupaten belum memiliki aturan soal ini”.

Pertemuan yang digagas Mitra Wacana dan dinsos PPA ini selalu melibatkan berbagai stakeholder baik dari kedinasan, NGO, dan pelaku usaha. Dengan melibatkan banyak pihak, Perbub ini menggali kebutuhan dan masalah yang dihadapi dalam pencegahan dan penanganan TPPO, mencermati dan merumuskan bersama, sehingga Perbub ini dapat dijalankan.

Mitra Wacana melalui Muazim juga menyampaikan harapan bahwa hadirnya Perbub ini bisa segera mengisi kekosongan kebijakan ditengah maraknya pembangunan dan juga kerentanan warga kulonprogo dari tindak pidana perdangan orang. Dinsos PPA Listiyani juga menyampaikan bahwa para penggagas dan pendukung dari perbub ini bisa selalu bersinergi untuk mengawal perbub sampai ada rencana aksi daerah. “kami magharapkan kolaborasi ini untuk tetap mengawal sampai terumuskannya RAD, biar semakin jelas tugas dari gugus tugas nantinya”. Dengan adanya peraturan bupati ini, dan hadirnya gugus tugas pencegahan dan penanganan mampu dilaksanakan untuk melakukan perlindungan kepada warga Kulonprogo.

Continue Reading

Who is Online

No one is online right now

Advertisement
Advertisement

Twitter

Trending

EnglishGermanIndonesian
Mari bergabung bersama Mitra Wacana

Silahkan bergabung dan menjadi bagian dari Mitra Wacana.
Akan ada penghargaan untuk tulisan yang terpilih.
Terima Kasih

Gabung