Log In

Sehat dengan Makanan Lokal

Astriani

Astriani

oleh Astriani

Tingginya aktivitas masyarakat mendorong pola konsumsi masyarakat berubah. Gaya hidup, juga menjadi faktor pemicu terjadinya perubahan pola konsumsi. Misalnya, orang zaman sekarang semakin sibuk dengan jam kerja, mendorong mereka untuk memilih makanan yang penyajiannya lebih praktis tapi tetap beragam. Selain itu mahalnya bahan pangan saat ini membuat masyarakat beralih ke makanan – makanan cepat saji atau Instant. Banyak sekali makanan cepat saji (Instant) yang beredar, baik dalam bentuk cair maupun padat. Bahkan sebagian masyarakat menjadikan makanan cepat saji sebagai makanan pokok sehari – hari. Masalah lain yang jadi fenomena dimasyarakat adalah tersedianya berbagai jajanan yang dikemas dapat dipastikan “kaya” zat aditif. Tercatat 13 jenis snack mengandung bahan aditif dalam kandungan yang cukup tinggi (Republika, 2003).

Pertanyaannya, sejauh manakah bahan-bahan aditif tersebut terkonsumsi dan terakumulasi dalam tubuh, bagaimana dampak bagi kesehatan? Dan bagaimana tindakan konsumen dalam memilih, mengolah makanan yang aman, higienis, cukup gizi dan menyehatkan anggota keluarganya? Sayangnya, makanan cepat saji dan mengandung bahan adiktif yang tidak aman banyak di tawarkan dan sebagai makanan anak-anak. Kondisi ini menyebabkan pola makan anak menjadi tidak sehat dan merusak wawasan anak terhadap makanan lokal yang sarat akan gizi. Oleh karena itu, perlu upaya-upaya menanamkan pengetahuan makanan khas Nusantara yang sehat. Hal ini penting bagi perkembangan anak ke depannya guna memupuk rasa kebanggaan dan kecintaan terhadap tanah airnya melalui pengetahuan berbagai ragam makanan tradisional yang sehat dan aman dikonsumsi.

Makanan tradisional diolah dari resep yang sudah dikenal masyarakat setempat dengan bahan-bahan yang diperoleh dari sumber lokal yang memiliki citarasa yang relatif sesuai dengan selera masyarakat setempat. Melalui pengenalan dan pembiasaan konsumsi makanan lokal yang sehat dan bergizi akan memunculkan generasi yang sehat dan memiliki wawasan kebangsaan.

Tagged under

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Kongres Perempuan Indonesia III

Kongres Perempuan Indonesia III

Kongres Perempuan Indonesia III