web analytics
Connect with us

Opini

Sejarah Singkat Terbentuknya P3A Lentera Hati Banjarnegara

Mitra Wacana WRC

Published

on

P3A Lentera Hati Desa Berta Banjarnegara

This post is also available in: Indonesia

Waktu dibaca: 2 menit

Oleh Yunanik, Watiem, Warti (P3A Lentera Hati Desa Berta Banjarnegara)

Maraknya berbagai kasus kekerasan perempuan dan anak yang diberitakan di berbagai media, menggugah keprihatinan dan empati perempuan masyarakat Desa Berta, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara. Hal ini lebih khusus lagi, karena di Desa Berta pernah ada kasus kekerasan terhadap perempuan sekitar tahun 2012-2013. Dari situlah kami sebagai perempuan desa merasa prihatin. Kami tergugah namun kami juga tidak berdaya karena keterbatasan pendidikan dan keterbatasan kami lainnya sebagai perempuan ndesa.

Di sisi lain, sebuah lembaga swadaya masyarakat (LSM) MitraWacana Women Resource Center (WRC) dari Yogyakarta tengah menjalankan suatu program sosial yang bekerjasama dengan sebuah lembaga dari Jerman, Arbeiterwohlfahrt (AWO) International telah mengadakan riset. Hasil penelitian itu adalah, data bahwa di Kabupaten Banjarnegara banyak terjadi kasus kekerasan, baik yang dilaporkan ataupun yang tidak dilaporkan. Data ini diperoleh dari P2TP2A dan RSUD Banjarnegara.

Berdasarkan pertimbangan tertentu, terpilihlah Desa Berta dan Desa Karangjati di Kecamatan Susukan serta Desa Petuguran dan Desa Bondolharjo di Kecamatan Punggelan, untuk diberi dampingan dalam upaya perlindungan perempuan dan anak dari segala bentuk kekerasan. Kegiatan ini diawali dari pelatihan-pelatihan dan workshop-workshop tentang perlindungan perempuan dan anak difasilitasi Mitra Wacana WRC bekerjasama dengan AWO International terhadap sekelompok perempuan di Desa Berta.

Kehadiran Mitra Wacana membawa angin segar bagi sekelompok perempuan Desa Berta, sehingga akhirnya sekelompok perempuan Desa Berta tersebut terpanggil dan merasa perlu memiliki sebuah wadah berupa organisasi yang konsen (concern) terhadap isu perempuan dan anak. Terbentuklah organisasi yang diberi nama Lentera Hati sebagai Pusat Pembelajaran Perempuan dan Anak (P3A) dan berbagi(sharing)informasi terkait dunia perempuan dan anak.

Nama Lentera Hati memiliki makna filosofi bahwa hadirnya organisasi ini, meski hanya sebuah organisasi kecil di perdesaan, namun diharapkan mampu menjadi penerang, membagi pengetahuan yang berguna bagi masyarakat, sekaligus sebagai wadah belajar mengenai perempuan dan anak.

Dalam pengertian bahasa Jawa, lentera adalah damar atau cahaya, sedangkan hati adalah “ati”. Dengan demikian, Lentera Hati mempunyai arti cahaya hati yang diharapkan memberikan cahaya ke hati khususnya bagiperempuan Desa Berta, dan umumnya masyarakat luas di Desa Berta.

Tentunya kehadiran Lentera Hati di Desa Berta tidak langsung dikenal masyarakat. Bahkan tidak jarang ada yang hanya memandang dengan sebelah mata. Sosialisasi-sosialisasi digencarkan di tengah masyarakat baik dalam forum formal ataupun nonformal, di antaranya lewat sekolah-sekolah dan majelis taklim. Bahkan tidak jarang sampai ke pelosok. Tentunya semua itu di bawah arahan dan bimbingan dari Tim Mitra Wacana WRC. Keterlibatan Pemerintah Desa Berta sangat membantu dan mendukung dalam kegiatan-kegiatan P3A Lentera Hati (LH) di Berta, sehingga seiring berjalannya waktu keberadaan P3A LH di Berta mulai dilirik dan dikenal masyarakat, walaupun belum semua masyarakat luas mengetahuinya.

Visi P3A Lentera Hati adalah terwujudnya masyarakat yang berkeadilan gender, egaliter, demokratis, bebas dari segala bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Misi P3A Lentera Hati adalah :

1. Mendorong terciptanya tatanan masyarakat yang demokratis, keadilan, dan kesetaraan.
2. Menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Opini

Mengenal penyebab Cerebral Palsy pada anak

Mitra Wacana WRC

Published

on

This post is also available in: Indonesia

Waktu dibaca: 4 menit
Nofi Tri Susanti S.Pd Aud

Nofi Tri Susanti S.Pd Aud

Anak merupakan salah satu titipan dari Tuhan yang harus dijaga oleh semua orang tua, ada orang tua yang dianugrahi anak-anak yang sehat jasmani dan rohaninya, ada pasangan orang tua yang bahkan tidak dikaruniani anak, ada juga orang tua yang dianugrahi anak dengan berbagai kekurangan atau gangguan, salah satu gangguan pada anak yaitu cerebral palsy.

Cerebral palsy atau lumpuh otak adalah penyakit yang menyebabkan gangguan pada gerakan dan koordinasi tubuh. Penyakit ini disebabkan oleh gangguan perkembangan otak yang biasanya terjadi saat anak masih di dalam kandungan. Gangguan otak ini juga bisa terjadi pada saat persalinan atau dua tahun pertama setelah lahir, Maka dari itu ketika ibu sedang hamil harus memperhatikan asupan-asupan makanan yang dikonsumsinya, obat-obatan yang dikonsumsi dan juga pola hidup yang harus dijaga sampai dengan 1000 hari kehidupan pertama pada anak atau 2 tahun setelah dilahirkan.

The American Academy of Cerebral Palsy mendefinisikan cerebral palsy yaitu berbagai perubahan gerakan atau fungsi motor tidak normal dan timbul sebagai akibat kecelakaan luka atau penyakit pada susunan saraf yang terdapat pada rongga tengkorak atau otak. Pengertian selengkapnya dapat dikutip dari the united cerebral palsy association, cerebral palsy menyangkut gambaran klinis yang diakibatkan oleh luka pada otak terutama pada komponen yang menjadi penghalang dalam gerak sehingga keadaan anak yang dikategorikan cerebral palsy (CP) dapat digambarkan sebagai kondisi semenjak kanak-kanak dengan kondisi nyata. Seperti lumpuh, lemah, tidak adanya kordinasi atau penyimpangan fungsi gerak yang disebabkan oleh patologi pusat kontrol gerak di otak. Efendi (2006:118)

Penyebab cerebral palsy biasanya adanya kelainan pada anak, hal ini dapat dideteksi pada saat anak berada dalam kandungan, kelahiran atau dalam usia 2-3 tahun kehidupan seorang anak, penyebab cerebral palsy antara lain adalah:

  • Masalah kelahiran prematur
  • Tidak cukup darah, oksigen atau nutrisi lain sebelum atau selama kelahiran
  • Ciderakepala yang serius
  • Infeksi serius yang dapat mempengaruhi otak, seperti miningitis
  • Beberapa masalah menurun dari orang tua ke anak (kondisi genetik yang mempengaruhi perkembangan otak)

Ada banyak faktor resiko yang meningkatkan resiko anak mengalami cerebral palsy. Ketika ibu mengalami cidera atau infeksi selama kehamilan, anak tidak mendapatkan cukup oksigen di dalam kandungan, cidera atau infeksi pada masa awal anak-anak. Karena itu sangat penting seorang ibu menjaga pola makan dan pola asuh yang tepat selama mulai hamil dan juga saat anak dilahirkan sampai dengan 2-3 tahun kehidupan awal masa kanak-kanak.

Penyebab Pada saat kehamilan seorang ibu. Selama masa kehamilan ada banyak kondisi yang dapat meningkatkan resiko cerebral palsy, selain infeksi TORCH (Toxoplasmosis, Rubella, Cytomegalovirus dan Herpes) yang menjadi salah satu penyebab cerebral palsy pada kehamilan antara lain:

  • Cukup sering terjadi pendarahan
  • Mengalami hipertensi atau tekanan darah tinggi
  • Adanya peradangan pada ginjal dan diabetes akibat proteinuria
  • Penumpukan volume air ketuban lebih dari normal yaitu sebanyak 2 liter, kondisi ini dapat memungkinkan terjadinya komplikasi karena air ketuban bertugas mengelilingi janin selama berada di dalam perut.
  • Lambatnya pertumbuhan janin bisa membuat cacat bawaan pada janin dan memicu cerebral palsy.

Pencegahan cerebral palsy pada saat kehamilan bisa melalui upaya secara optimal seperti:

  • Mempertahankan kebiasaan untuk mengkonsumsi makanan sehat yang membantu sistem imun tubuh
  • Tetap berkonsultasi dengan dokter kandungan secara rutin
  • Melakukan vaksinasi yang tepat sebelum hamil untuk menjaga kesehatan.

Penyebab cerebral palsy pada anak saat lahir (perinatal)

  • Terkena infeksi jalan lahir

Kejadian ini cukup sering mengakibatkan ketidaknormalan bayi karena terjadi gangguan pada proses persalinan, jalan lahir kotor dan banyak kuman.

  • Hipoksis Iskemik Ensefalopati/HIE

Pada saat bayi dilahirkan dalam keadaan tidak sadar, bahkan tidak menangis dan mengalami kejang sehingga kekurangan oksigen ke otak yang mengakibatkan jaringan otak rusak.

  • Kelahiran yang sulit

Pemakaian alat bantu seperti vakum saat persalinan tidak bermasalah, yang bisa mengganggu bayi adalah lamanya dijalan lahir karena berbagai penyebab, kepala bayi lebih besar dari pinggul ibu atau lilitan tali pusat sehingga tertarik tak mau keluar atau ibu tidak kuat menahannya.

  • Asfiksia

Bayi lahir tidak bernafas, bisa dikarenakan paru-parunya penuh cairan atau karena ibu mendapatkan anestesi (obat bius) terlalu banyak.

  • Bayi lahir prematur

Termasuk bayi resiko tinggi mengalami gangguan karena lahir belum waktunya atau kurang dari 32 minggu, kemungkinan jaringan organ tubuh dan jaringan otaknya belum sempurna.

  • Berat lahir rendah

Selain bobotnya rendah bayi kekurangan nutrisi, meski lahir cukup bulan tetapi bobotnya kurang dari 2.500 gram, itu bisa terjadi karena ibu kekurangan gizi pada saat hamil.

  • Pendarahan otak

Pendarahan dibagian otak dapat mengakibatkan penyumbatan sehingga anak menderita Hidrocepalus ataupun Microcepalus, pendarahan juga dapat menekan jaringan otak sehingga terjadi kelumpuhan.

  • Bayi kuning

Bayi kuning yang berbahaya misalnya karena kelahiran inkompatibilitas golongan darah yaitu ibu bergolongan darah O sedangkan bayinya A atau B selain itu bayi yang mengalami hiperbilirubenimia atau kuning yang tinggi, lebih dari 20 mg/dl hingga bilirubin besarnya melekat di jaringan otak terganggu oleh sebab itu bayi kuning harus segera mendapatkan penanganan yang tepat pada mingg-minggu pertama kejadian.

 

 

Penyebab cerebral palsy pada anak yang sudah lahir (postnatal)

Biasanya paling rentang terjadi di usia-usia 0-3 tahun, terdapat penyebab yang muncul antara lain:

  • Infeksi pada selaput otak atau pada jaringan otak

Bayi usia muda sangat rentan dengan penyakit, misalnya tengingginis dan ensepalitis pada usia setahun pertama. Ada kemungkinan penyakit tersebut menyerang selaput otak bayi sehingga menimbulkan gangguan pada perkembangan otaknya. Bila infeksi terjadi dibawah 3 tahun umumnya akan mengakibatkan cerebral palsy, sebab pada waktu itu otak sedang dalam perkembangan menuju sempurna.

  • Kejang

Karena bayi terkena penyakit dan suhu tubuhnya tinggi kemudian timbul kejang. Kejang dapat pula karena infeksi yang dialami anak. Kemungkinan lain anak juga bisa menderita epilepsi.

  • Karena trauma benturan

Bayi yang sering mengalami jatuh dan menimbulkan luka dikepala, apalagi dibagian dalam kepala atau pendarahan di otak, dapat menyebabkan kerusakan jaringan otaknya. Kerusakan tergantung dari hebat atau tidaknya benturan, akibatnya sebagian kecil jarigan otak rusak. Memang tidak bisa dilihat secara pasti seberapa besar kerusakan otak yang terjadi.

Daftar Pustaka:

Gejala, penyebab dan mengobati cerebral palsy, https://www.alodokter.com/lumpuh-otak#:~:text=Cerebral%20palsy%20atau%20lumpuh%20otak,anak%20masih%20di%20dalam%20kandungan.

Cerebral palsy https://www.halodoc.com/kesehatan/cerebral-palsy

Kenali Cerebral palsy saat hamil, bisa sebabkan lumpuh otak pada anak https://www.popmama.com/pregnancy/second-trimester/fx-dimas-prasetyo/hati-hati-kelumpuhan-otak-pada-anak-kenali-cerebral-palsy-saat-hamil/3

Kajian teori cerebral palsy http://etheses.uin-malang.ac.id/2241/5/08410114_Bab_2.pdf

Jurnal medika udayana, Vol. 8 No. 8 agustus 2019 file:///C:/Users/Indy%20komp/Downloads/52991-205-124249-1-10-20190912.pdf

 

 

Continue Reading

Who is Online

No one is online right now

Advertisement

Twitter

Trending

Mari bergabung bersama Mitra Wacana

Silahkan bergabung dan menjadi bagian dari Mitra Wacana.
Akan ada penghargaan untuk tulisan yang terpilih.
Terima Kasih

Gabung