web analytics
Connect with us

Berita

Mitra Wacana adakan Edukasi PTPPO (Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang) di balai desa Hargorejo, Kulon Progo

Published

on

Minggu (16/2/2020), Mitra Wacana mengadakan sosialisasi PTPPO (Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang) di balai desa Hargorejo, Kulon Progo.

Acara ini dihadiri oleh P3A Sekar Melati dan karang taruna desa Hargorejo yang berasal dari karang taruna unit (dusun) dengan rentang usia 18 sampai 30 tahun sebagai calon tenaga kerja. Sebagai pembicara yaitu Bu Sri Purwanti, S.E dari BP3TKI DIY dan Muhammad Mansur dari Mitra Wacana. Acara tersebut mengupas tentang proses perekrutan dan penempatan tenaga kerja dan tentang perdagangan orang.

Dalam acara tersebut juga disampaikan peranan desa dalam proses perekrutan dan penempatan adalah untuk memberikan akses kepada warga desa terkait syarat administrasi kerja keluar negeri, informasi lowongan kerja dari disnaker, dan pendataan warga desa yang bekerja merantau keluar desa.

Sementara itu peranan komunitas warga desa seperti Karang Taruna dan P3A adalah mengkampanyekan mengenai proses perekrutan sampai penempatan tenaga kerja agar terhindar dari perdagangan orang (trafficking).

Perlu diketahui Kulonprogo adalah kabupaten dengan angka Pekerja Migran tertinggi se-DIY. Dan pembangunan kota bandara dengan infrastrukturnya akan mengubahnya menjadi kota industri yang menunjang pariwisata yang rentan akan praktek perdagangan orang. Sehingga diupayakan tindakan pencegahan perdagangan orang dengan pembinaan dan pemberdayaan masyarakatnya akan meminimalisir hal tersebut.

Credit foto : Restu Baskara

 

 

 

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Arsip

Kunjungan Koordinasi Penguatan Jejaring Sosial di Kantor Mitra Wacana

Published

on

Kegiatan kunjungan koordinasi dan penguatan jejaring dalam rangka pengumpulan data Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Cluster Tuna Sosial dan Korban Perdagangan Orang dilaksanakan pada Jumat (3/4) di kantor Mitra Wacana.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Tugas yang diterbitkan oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial.

Tim yang ditugaskan dalam kegiatan ini adalah Peddy dan Fahmi dari Direktorat Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial dan Korban Perdagangan Orang (Dit-Rehsos-RTS & KPO). Kehadiran tim bertujuan untuk melakukan koordinasi langsung serta memperkuat jejaring kerja sama dengan lembaga pendamping di tingkat lapangan.

Kunjungan tersebut diterima oleh Wahyu Tanoto selaku Ketua Mitra Wacana, bersama beberapa staff: Muazim, Mansur, dan Ruli. Dalam suasana dialog yang terbuka, pihak Mitra Wacana memaparkan profil organisasi, termasuk visi, misi, serta ruang lingkup kerja yang selama ini berfokus pada isu kemanusiaan dan pelindungan kelompok rentan.

Selain itu, Mitra Wacana juga berbagi pengalaman dalam melakukan pendampingan dan advokasi, khususnya terkait isu perdagangan orang. Berbagai praktik baik (best practices), tantangan di lapangan, serta strategi intervensi yang telah dilakukan menjadi bagian penting dalam diskusi tersebut.

Hal ini memberikan gambaran nyata mengenai dinamika kasus serta kebutuhan riil yang dihadapi korban.

Diskusi berlangsung interaktif dengan penekanan pada pentingnya kolaborasi lintas sektor, baik antara pemerintah, lembaga masyarakat sipil, maupun komunitas lokal.

Pendekatan partisipatif dinilai menjadi kunci dalam menghasilkan data yang akurat sekaligus memperkuat respons perlindungan sosial.

Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah dan lembaga pendamping, sehingga upaya pencegahan dan penanganan korban perdagangan orang dapat dilakukan secara lebih efektif, terpadu, dan berkelanjutan.

Kunjungan ditutup dengan komitmen bersama untuk terus membangun komunikasi dan memperluas kerja sama di masa mendatang. (Tnt).

Continue Reading
Advertisement NYL2026
Advertisement
Advertisement

Twitter

Trending