web analytics
Connect with us

Sejarah

This post is also available in: English Indonesia

Mitra Wacana didirikan pada  2 April 1996 berbentuk forum, hingga tahun 2004 dengan nama Pusat Layanan Informasi Perempuan (PLIP) Mitra Wacana. Dengan tujuan sebagai lembaga yang menyediakan layanan informasi untuk keadilan dan kesetaraan gender. Pemakaian nama PLIP ingin menekankan bahwa Mitra Wacana mempunyai perhatian terhadap persoalan akses dan layanan informasi.

 Organisasi yang terlibat mendirikan PLIP Mitra Wacana yaitu: APIKRI, KPS, Lembaga Bantuan Hukum Yogyakarta, Lembaga Studi Tata Mandiri ( LESTARI),  LSPS, Lembaga Studi Pengembangan Perempuan dan Anak (LSPPA), Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI), Rifka Annisa, Serikat Bersama Perempuan Yogyakarta (SBPY),  Tjut Nyak Dien, YKF, YPB, dan Yayasan Annisa Swasti (Yasanti).

Pada 2005, PLIP Mitra Wacana mengubah nama menjadi Mitra Wacana Women Resource Center (WRC) tetap berbentuk perkumpulan dengan anggota individu-individu yang memiliki perhatian dengan isu keadilan dan kesetaraan jender serta memiliki visi dan misi yang sama tentang terwujudnya keadilan jender di Indonesia. Pada periode ini Mitra Wacana WRC memilih menggunakan intervensi langsung terhadap penerima manfaat dengan strategi pengorganisasian terhadap perempuan dan kelompok perempuan dan anak. Dari sinilah menjadi cikal bakal berdirinya Pusat Pembelajaran Perempuan dan Anak (P3A) di setiap lokasi pendampingan. P3A ini, dalam perjalanannya menjadi “konco” (sobat) Mitra Wacana dalam melaksanakan program.

Pada 2016 nama WRC ditiadakan karena alasan penggunaan bahasa. Sejak saat itu hingga sekarang perkumpulan kami bernama Mitra Wacana, tetap berbentuk perkumpulan dengan tujuan; (1) menguatkan masyarakat, khususnya perempuan marjinal untuk memiliki akses kontrol, partisipasi dan manfaat pembangunan. (2) Menguatkan kapasitas organisasi. 

Sejak 2016, Mitra Wacana memiliki 2 (dua) strategi dalam mencapai tujuan yaitu; 1) Advokasi keadilan gender, dan 2) Penguatan organisasi. Kedua strategi tersebut dipilih oleh Mitra Wacana didasarkan pada kebutuhan organisasi, dinamika organisasi, konteks situasi dan kondisi  serta pengalaman melakukan pengorganisasian.

Munculnya 2 strategi tersebut juga dilatar belakangi oleh berbagai pembangunan kapasitas terhadap seluruh penggiatnya menggunakan pendekatan daur belajar; Aksi dan Refleksi.

Who is Online

No one is online right now

Advertisement
Advertisement

Twitter

Mari bergabung bersama Mitra Wacana

Silahkan bergabung dan menjadi bagian dari Mitra Wacana.
Akan ada penghargaan untuk tulisan yang terpilih.
Terima Kasih

Gabung