web analytics
Connect with us

Opini

Pentingnya Energi Alternatif

Published

on

NABIT BIRRI, S.T
Analis Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup Pidie Jaya

Melihat kelangkaan bahan bakar minyak solar dan bahan bakar minyak jenis lainnya di berbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum, sudah seharusnya kita mulai menggalakkan dan menggunakan sumber energi yang baru untuk menggantikan energi bahan bakar fosil yang persediaannya tidak menentu. Hal ini sangat penting sebagai solusi kelangkaan energi bahan bakar minyak, dan memangkas waktu antrean bahan bakar minyak di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum serta untuk mempercepat dan melancarkan distribusi barang ke berbagai daerah serta untuk menjaga ketersediaan pasokan dan stok barang di berbagai daerah.

Distribusi bahan bakar minyak yang tidak merata di seluruh wilayah Indonesia juga menjadi penyebab lainnya kelangkaan bahan bakar minyak di berbagai wilayah. Kondisi alam dan kemacetan lalu lintas juga dapat menghambat proses distribusi bahan bakar minyak ke berbagai wilayah yang ada. Oleh karena itu dibutuhkan energi alternatif sebagai pengganti bahan bakar fosil yang ketersediannya tidak menentu dan tidak dapat dipastikan.

Antrean Panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum, dapat menyebabkan kerugian waktu dan ekonomi bagi pengendara harus menghabiskan waktu berjam-jam untuk menunggu giliran mengisi bahan bakar minyak yang mengganggu produktivitas harian. Antrean Panjang juga membuat kemacetan lalu lintas dan mengganggu pengguna jalan yang ada akibat antrean yang mengular hingga ke bahu jalan

Bahan bakar fosil tidak dapat diperbaharui karena terbentuk dari sisa-sisa makhluk hidup yang tertimbun selama jutaan tahun. Cadangannya akan habis lebih cepat daripada proses pembentukannya. Bahan bakar fosil utama seperti minyak bumi, batu bara dan gas alam sebagai bahan baku untuk menggerakkan berbagai industri. Hasil pembakaran bahan bakar fosil akan menghasilkan emisi gas rumah kaca yang memicu perubahan iklim. Hal ini mendorong transisi global menuju sumber energi terbarukan yang lebih ramah lingkungan.

Tingkat konsumsi bahan bakar fosil yang tinggi dan faktor permintaan yang tinggi di sektor transportasi yang didominasi kendaraan pribadi, pembangkit listrik yang menggunakan batu bara, sektor industri yang membutuhkan energi skala besar dan peningkatan penggunaan yang massif dan permintaan bahan bakar fosil harian membuat cadangan ini menipis dengan cepat serta menjadi semakin langka dan terancam habis. 

Energi alternatif sangat penting untuk mengurangi ketergantungan kita terhadap bahan bakar fosil yang terbatas, kesediaan pasokannya tidak menentu dan tidak dapat diperbaharui, hal ini dapat menghambat berbagai hal. Bahan bakar minyak ibarat bahan baku untuk menggerakkan berbagai mesin. Hal ini sangat vital karena bahan bakar minyak adalah bahan baku utama untuk menggerakkan berbagai mesin-mesin yang ada.

Energi alternatif pada dasarnya dapat diperbaharui dan tidak akan habis karena bersumber dari siklus alam. Berbeda dengan bahan bakar fosil yang terus menipis. Sumber energi alternatif seperti baterai yang dapat diisi ulang menggunakan listrik yang dihasilkan dari alam seperti tenaga surya (matahari), tenaga air (Pembangkit Listrik tenaga air), dan panas bumi yang selalu tersedia, lebih bersih dan lebih ramah lingkungan.

Energi alternatif seperti listrik dapat digunakan sebagai bahan bakar kendaraan yang ramah lingkungan. Kendaraan bermotor seperti bus dan roda dua harus mulai menggunakan listrik sebagai bahan bakarnya. Upaya ini dilakukan untuk mengurangi polusi dan kontribusi terhadap pemanasan global, selain ramah lingkungan, keuntungan lainnya dalah biaya operasional yang relatif rendah daripada mobil bahan bakar minyak.

Energi alternatif sangat penting untuk menggantikan bahan bakar fosil. Energi alternatif memanfaatkan sumber energi alam yang tidak akan habis karena secara alami terus diperbaharui seperti energi surya yang bersumber dari matahari, energi air dengan memanfaatkan aliran Sungai dan bendungan untuk memutar turbin, dan energi biomassa dari sumber alami limbah organic, kotoran hewan dan tanaman menjadi bahan bakar alternatif seperti biogas. Energi alternatif dapat memangkas waktu menjadi lebih cepat, mencegah perubahan iklim dan sebagai sumber energi di masa depan.

Energi alternatif seperti mobil Listrik yang tidak memerlukan bahan bakar minyak diperlukan untuk memperlancar akses kegiatan tanpa haru berharap kepada bahan bakar minyak. Kelangkaan gas yang disebabkan berbagai faktor juga menghambat konsumsi Masyarakat. Sumber gas metan yang ada dari biogas dapat menjadi pengganti gas yang sering langka. Energi gas metan juga dengan stok yang selalu ada dan harga gratis dapat menjadi solusi kelangkaan gas.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Opini

Tanpa Disadari, Inilah Interaksi Obat dengan Makanan atau Minuman yang Dapat Membahayakan Tubuh

Published

on

Sumber foto: Pexels

Kayra Lova Marina
Mahasiswi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Program Studi Farmasi

Pernahkan kamu meminum obat sekaligus memakan makanan sebagai penyamar rasa pahit? atau setelah memakan makanan tertentu, langsung dilanjutkan dengan mengonsumsi obat tanpa adanya instruksi dari dokter atau apoteker? Tanpa kamu sadari, hal tersebut dapat membahayakan tubuh. Beberapa interaksi antara obat dengan makanan dan minuman sehari-hari dapat menimbulkan efek serius yang tidak baik bagi tubuh. Hal ini dapat terjadi dikarenakan adanya ketidaktahuan yang dapat memperburuk kondisi pasien yang mengonsumsi suatu obat. Oleh karena itu, sudah saatnya kamu mengetahui bagaimana interaksi obat dengan makanan yang sering kali terjadi tanpa disadari dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Antibiotik dengan Susu

Tanpa diketahui, interaksi antara antibiotik dan susu dapat memberikan efek yang buruk. Namun, hanya jenis antibiotik tertentu yang memiliki efek negatif, yaitu tetrasiklin. Diketahui bahwa mengonsumsi antibiotik tetrasiklin bersamaan dengan susu dapat menyebabkan antibiotik sulit untuk diserap. Susu memiliki kandungan kalsium di dalamnya. Kandungan kalsium tersebut akan menangkap molekul pada tetrasiklin dan membentuk senyawa baru yang sulit diserap oleh tubuh, sehingga efektivitas antibiotik menurun. Oleh karena itu, lebih baik mengonsumsi antibiotik bersamaan dengan air putih saja.

  1. Obat Kolesterol dengan Jeruk Bali

Jeruk bali bisa menjadi berbahaya jika dikonsumsi bersamaan dengan obat kolesterol jenis simvastatin. Simvastatin merupakan obat yang banyak diresepkan untuk menurunkan kadar kolesterol jahat dalam darah. Metabolisme pada Simvastatin sangat bergantung pada Enzim CYP3A4. Senyawa dalam jeruk bali dapat menghambat enzim CYP3A4 di usus yang berfungsi memecah simvastatin dalam saluran pencernaan. Jika CYP3A4 terhambat, kadar simvastatin dalam plasma darah akan meningkat. Kadar simvastatin yang terlalu tinggi akan menyebabkan kerusakan pada otot (Miopati). Kerusakan tersebut dapat berkembang menjadi penyakit yang lebih fatal, seperti gagal ginjal akut. Sebaiknya, jeruk bali dikonsumsi satu atau dua jam setelah mengonsumsi obat tersebut.

  1. Warfarin dengan Sayuran Hijau

Warfarin merupakan obat pengencer darah yang diberikan kepada pasien penyakit jantung dan stroke. Warfarin bekerja dengan menghambat enzim yang penting untuk mengaktifkan vitamin K, yaitu VKORC1. Dengan adanya enzim tersebut, sintesis faktor-faktor pembekuan darah dapat dikurangi. Sayuran hijau yang dikonsumsi dapat memengaruhi efektivitas warfarin dan harus diwaspadai. Konsumsi sayuran hijau dengan kandungan vitamin K yang tinggi (lebih dari 250 µg) dapat menurunkan efektivitas warfarin. Itulah mengapa pasien yang mengonsumsi warfarin perlu menjaga asupan sayuran hijau secara konsisten agar efektivitas warfarin tetap stabil.

Setelah mengetahui fakta-fakta tersebut, terdapat beberapa langkah sederhana yang dapat kamu lakukan, seperti konsultasi dengan dokter atau apoteker mengenai konsumsi obat dan makanan sehari-hari, membaca label pada kemasan obat, dan juga hindari makanan atau minuman yang tertera ketika sedang mengonsumsi obat tersebut. Diharapkan setelah mengetahui informasi ini, interaksi obat dengan makanan tidak dianggap sepele, karena akan memiliki dampak yang sangat berpengaruh bagi kesehatan tubuh. Oleh karena itu, ayo lebih bijak dalam mengonsumsi obat-obatan.

 

Daftar Pustaka

Dayyih, W. A., et al. (2024). Review of Grapefruit Juice-Drugs Interactions Mediated by Intestinal CYP3A4 Inhibition. Journal of Applied Pharmaceutical Science, 14(5), 59-68.

Talasaz, A. H., et al. (2024). Pharmacokinetic and Pharmacodynamic Interactions between Food or Herbal Products and Oral Anticoagulants: Evidence Review, Practical Recommendations, and Knowledge Gaps. Seminars in Thrombosis & Hemostasis, 51(5), 560-571.

Wiesner, A., et al. (2024). Clinically Important Interactions of Macrolides and Tetracyclines with Dietary Interventions – A Systematic Review with Meta – Analyses. Journal of Antimicrobial Chemotherapy, 79(11), 2762-2791.

Continue Reading

Trending