Opini
Pentingnya Energi Alternatif
Published
3 weeks agoon
By
Mitra Wacana

NABIT BIRRI, S.T
Analis Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup Pidie Jaya
Melihat kelangkaan bahan bakar minyak solar dan bahan bakar minyak jenis lainnya di berbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum, sudah seharusnya kita mulai menggalakkan dan menggunakan sumber energi yang baru untuk menggantikan energi bahan bakar fosil yang persediaannya tidak menentu. Hal ini sangat penting sebagai solusi kelangkaan energi bahan bakar minyak, dan memangkas waktu antrean bahan bakar minyak di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum serta untuk mempercepat dan melancarkan distribusi barang ke berbagai daerah serta untuk menjaga ketersediaan pasokan dan stok barang di berbagai daerah.
Distribusi bahan bakar minyak yang tidak merata di seluruh wilayah Indonesia juga menjadi penyebab lainnya kelangkaan bahan bakar minyak di berbagai wilayah. Kondisi alam dan kemacetan lalu lintas juga dapat menghambat proses distribusi bahan bakar minyak ke berbagai wilayah yang ada. Oleh karena itu dibutuhkan energi alternatif sebagai pengganti bahan bakar fosil yang ketersediannya tidak menentu dan tidak dapat dipastikan.
Antrean Panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum, dapat menyebabkan kerugian waktu dan ekonomi bagi pengendara harus menghabiskan waktu berjam-jam untuk menunggu giliran mengisi bahan bakar minyak yang mengganggu produktivitas harian. Antrean Panjang juga membuat kemacetan lalu lintas dan mengganggu pengguna jalan yang ada akibat antrean yang mengular hingga ke bahu jalan
Bahan bakar fosil tidak dapat diperbaharui karena terbentuk dari sisa-sisa makhluk hidup yang tertimbun selama jutaan tahun. Cadangannya akan habis lebih cepat daripada proses pembentukannya. Bahan bakar fosil utama seperti minyak bumi, batu bara dan gas alam sebagai bahan baku untuk menggerakkan berbagai industri. Hasil pembakaran bahan bakar fosil akan menghasilkan emisi gas rumah kaca yang memicu perubahan iklim. Hal ini mendorong transisi global menuju sumber energi terbarukan yang lebih ramah lingkungan.
Tingkat konsumsi bahan bakar fosil yang tinggi dan faktor permintaan yang tinggi di sektor transportasi yang didominasi kendaraan pribadi, pembangkit listrik yang menggunakan batu bara, sektor industri yang membutuhkan energi skala besar dan peningkatan penggunaan yang massif dan permintaan bahan bakar fosil harian membuat cadangan ini menipis dengan cepat serta menjadi semakin langka dan terancam habis.
Energi alternatif sangat penting untuk mengurangi ketergantungan kita terhadap bahan bakar fosil yang terbatas, kesediaan pasokannya tidak menentu dan tidak dapat diperbaharui, hal ini dapat menghambat berbagai hal. Bahan bakar minyak ibarat bahan baku untuk menggerakkan berbagai mesin. Hal ini sangat vital karena bahan bakar minyak adalah bahan baku utama untuk menggerakkan berbagai mesin-mesin yang ada.
Energi alternatif pada dasarnya dapat diperbaharui dan tidak akan habis karena bersumber dari siklus alam. Berbeda dengan bahan bakar fosil yang terus menipis. Sumber energi alternatif seperti baterai yang dapat diisi ulang menggunakan listrik yang dihasilkan dari alam seperti tenaga surya (matahari), tenaga air (Pembangkit Listrik tenaga air), dan panas bumi yang selalu tersedia, lebih bersih dan lebih ramah lingkungan.
Energi alternatif seperti listrik dapat digunakan sebagai bahan bakar kendaraan yang ramah lingkungan. Kendaraan bermotor seperti bus dan roda dua harus mulai menggunakan listrik sebagai bahan bakarnya. Upaya ini dilakukan untuk mengurangi polusi dan kontribusi terhadap pemanasan global, selain ramah lingkungan, keuntungan lainnya dalah biaya operasional yang relatif rendah daripada mobil bahan bakar minyak.
Energi alternatif sangat penting untuk menggantikan bahan bakar fosil. Energi alternatif memanfaatkan sumber energi alam yang tidak akan habis karena secara alami terus diperbaharui seperti energi surya yang bersumber dari matahari, energi air dengan memanfaatkan aliran Sungai dan bendungan untuk memutar turbin, dan energi biomassa dari sumber alami limbah organic, kotoran hewan dan tanaman menjadi bahan bakar alternatif seperti biogas. Energi alternatif dapat memangkas waktu menjadi lebih cepat, mencegah perubahan iklim dan sebagai sumber energi di masa depan.
Energi alternatif seperti mobil Listrik yang tidak memerlukan bahan bakar minyak diperlukan untuk memperlancar akses kegiatan tanpa haru berharap kepada bahan bakar minyak. Kelangkaan gas yang disebabkan berbagai faktor juga menghambat konsumsi Masyarakat. Sumber gas metan yang ada dari biogas dapat menjadi pengganti gas yang sering langka. Energi gas metan juga dengan stok yang selalu ada dan harga gratis dapat menjadi solusi kelangkaan gas.
Opini
Krisis Kesantunan Berbahasa dalam Hate Comment pada Kolom Komentar Instagram @ahmaddhaniofficial
Published
1 day agoon
23 June 2026By
Mitra Wacana

Adela Damanik mahasiswi Sastra Indonesia di Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas
Pada tanggal 20 Mei lalu, akun Instagram @ahmaddhaniofficial mendapatkan 700 lebih komentar buruk. Sebuah unggahan yang menampilkan Ahmad Dhani bersama istrinya saat menghadiri sebuah rapat dengan keterangan, “Barusan dengar pidato Presiden yang revolusioner soal menentukan sendiri harga sawit, batu bara, nikel, dan lain-lain. Slide 2 video colongan Raffi Ahmad,” dihujani komentar-komentar berupa opini, kritik pedas, hujatan, hingga kata-kata kasar yang ditujukan kepada Ahmad Dhani dan istrinya. Fenomena hate comment seperti ini sepertinya sudah dinormalisasikan di ruang digital kita.
Berdasarkan data Napoleon Cat pada Januari 2026, jumlah pengguna Instagram di Indonesia mencapai 121, 54 juta pengguna, atau setara dengan 42,4% dari total populasi penduduk Indonesia. Tingginya angka tersebut, menunjukkan bahwa masyarakat lebih memilih berkomunikasi di dunia maya. Platform ini memang media yang mudah untuk berkomunikasi, berinteraksi, berekspresi, dan berkolaborasi, berbagi, menyampaikan pendapat atau kririk secara virtual (Aji, 2023). Kita dapat melontarkan apapun dengan siapapun, kapanpun, dan dimanapun. Namun, kemudahan ini justru membuat interaksi di dunia maya menjadi pisau bermata dua. Alih-alih membuat obrolan makin seru, komentar yang dilontarkan kerap memicu konflik.
Berlindung dibalik “kebebasan berpendapat” membuat membuat kita sebagai netizen sering sekali asal dalam berbicara. Netizen cenderung melontarkan komentar buruk kepada penerima tuturan tanpa memikirkan perasaan si penerima tuturan. Etika berbicara yang biasanya dijaga ketika berkomunikasi secara langsung, mendadak hilang saat jari mulai menari di atas layar gawai. Apabila hal terus dinormalisasikan, media sosial yang awalnya menjadi ruang interaksi yang sehat justru berbalik menjadi lingkungan toxic yang memudarkan kesantunan berbahasa.
Untungnya, persoalan ini dapat diatasi dengan sebuah ilmu bahasa, khususnya dalam kajian pragmatik. Ada satu teori yang menerapkan enam aturan dalam menjaga kesantunan berbahasa. Keenam aturan ini dirumuskan dalam teori prinsip kesantunan berbahasa Geoffrey Leech yang terdiri dari: maksim kearifan, kedermawanan, penghargaan, kesederhanaan, kemufakatan, dan kesimpatian.
Namun, teori tetaplah teori jika tidak dipraktikkan. Ratusan hate comment pada akun Instagram Ahmad Dhani tersebut bukan lagi sekadar kebebasan berekspresi, melainkan wujud nyata pelanggaran prinsip kesantunan berbahasa. Lantas, seperti apa persisnya bentuk-bentuk pelanggaran yang dilakukan netizen saat sedang memuaskan ego untuk mengkritik orang lain?
- Maksim Kearifan
Maksim kearifan dalam hal yang bersifat imposisi dan komisi, yang umumnya diterapkan dalam tindak tutur ilokusi direktif dan komisif. Prinsip ini meminimalkan beban atau kerugian bagi orang lain, serta memaksimalkan keuntungan atau manfaat bagi mitra tutur. Dalam kegiatan bertutur, maksim ini menuntut penutur untuk selalu mengurangi keuntungan diri sendiri demi memprioritaskan kenyamanan pihak lain. Pelanggaran maksim kearifan, yaitu peserta tutur memaksimalkan kerugian orang lain, atau meminimalkan keuntungan orang lain. Bentuk pelanggaran maksim penghargaan terdapat pada tuturan berikut:
Aithoshoutai: “@secondrecht.catalogue dodol barang gak jelas gak usah nyocot cok 😂” (Jual barang gak jelas gak usah nyocot cok 😂)
Tuturan @aithoshoutai termasuk pelanggaran maksim kebijaksanaan karena memaksimalkan kerugian orang lain. Maksud dari akun instagram @aithoshoutai adalah menyampaikan ketidaksetujuan dengan pendapat akun instagram @secondrecht.catalogue, tetapi tidak menggunakan bahasa yang tidak santun dan merugikan orang lain dengan menjelek-jelekkan jualan orang lain.
- Maksim Kedermawanan
Penutur meminimalkan keuntungan bagi diri sendiri dan memaksimalkan keuntungan bagi orang lain. Pelanggaran maksim kedermawanan, yaitu peserta pertuturan memaksimalkan atau memperbanyak keuntungan bagi diri sendiri dan meminimalkan keuntungan bagi pihak lain. Namun, maksim kedermawanan tidak terdapat pada kolom komentar @ahmaddhaniofficial.
- Maksim Penghargaan
Penutur meminimalkan kritik/celaan terhadap orang lain dan memaksimalkan pujian kepada orang lain. Pelanggaran maksim penghargaan ini, yaitu tidak memberikan penghargaan pada pihak lain. Bentuk pelanggaran maksim penghargaan terdapat pada tuturan berikut:
Zahra_store_pekalongan: “NGGAK PANTAS JADI ANGGOTA DPR. YG MILIH SOPO TO.” (Nggak pantas jadi anggota DPR. Yg milih siapa sih.)
Tuturan akun instagram @zahra_store_pekalongan termasuk pelanggaran maksim kebijaksanaan karena memaksimalkan penghinaan terhadap pihak lain, yaitu Ahmad Dhani dan Mulan Jamela. Pengguna instagram tersebut secara tidak langsung ingin menyampaikan maksud bahwa Ahmad Dhani dan Mulan Jamela tidak bekerja dengan baik dengan menyampaikan penghinaan secara langsung melalui ungkapan “Nggak pantas jadi anggota DPR.”
- Maksim Kesederhanaan
Penutur yang santun meminimalkan pujian terhadap dirinya sendiri dan memaksimalkan celaan/kerendahan terhadap dirinya sendiri. Menyombongkan diri atau menyetujui pujian tentang diri sendiri dianggap tidak santun. Pelanggaran maksim ini yaitu peserta tutur tidak dapat bersikap rendah hati dengan cara menambah pujian terhadap dirinya sendiri. Namun, maksim kesederhanaan tidak terdapat pada kolom komentar @ahmaddhaniofficial.
- Maksim Kemufakatan
Penutur harus mengurangi ketidak sesuaian antara diri sendiri dengan orang lain, dan tingkatkan persesuaian antara diri sendiri dengan orang lain. Pelanggaran maksim ini yaitu penutur dan lawan tutur meminimalkan kesetujuan di antara mereka, dan memaksimalkan ketidaksetujuan di antara mereka.
Secondrecht.catalogue: “Revolusioner ndasmu 😂.” (Revolusioner mulutmu 😂.)
Tuturan akun instagram @secondrecht.catalogue termasuk pelanggaran maksim kemufakatan karena memaksimalkan perbedaan pendapat dan meminimalkan kesetujuan yang sesuai dengan konteks postingan. Pengguna instagram tesebut secara tidak langsung menyampaikan ketidaksetujuan terhadap pidato presiden mengenai revolusioner melalui ungkapan “Ndasmu,” di mana kata ndasmu merupakan bahasa kasar dari Bahasa Jawa yang memiliki artimu mulutmu.
- Maksim kesimpatian
Maksim kesimpatian mengharuskan semua peserta pertuturan untuk memaksimalkan rasa simpati, dan meminimalkan rasa antipati kepada lawan tuturnya. Pelanggaran maksim ini, yaitu peserta pertuturan tidak memaksimalkan rasa simpati, dan tidak meminimalkan rasa antipasti kepada lawan tuturnya.
Muh.philow2020: “Jin kampret emang jodoh sama jin dasim 😂😂.” (Jin kampret emang jodoh sama jin dasim 😂😂.)
Tuturan akun instagram @muh.philow2020 termasuk pelanggaran maksim kesimpatian karena meminimalkan simpati dan memaksimalkan antipati. Pengguna instagram menggunaakan bahasa yang tidak santun dengan menyebutkan Jin Kampret dan Jin Dasim sebagai Ahmad Dhani dan Mulan Jameela. Penutur menyampaikan ketidaksukaannya terhadap orang lain dengan menamai manusia sebagai jin. Padahal unggahan akun @ahmaddhaniofficial tidak ada yang salah, hanya mengunggah foto ia bersama sang istri pada slide pertama dan keadaan ruang sidang pada slide kedua.
Pada akhirnya, ratusan komentar negatif di akun @ahmaddhaniofficial membuktikan bahwa netizen Indoensia memang sedang mengalami krisis kesantunan yang cukup parah. Melalui teori Geoffrey Leech, terbukti bahwa banyak netizen secara sadar maupun tidak sadar telah melanggar maksim kearifan, penghargaan, kemufakatan, hingga kesimpatian. Alih-alih meredam ego, pengguna media sosial justru sering kali memaksimalkan celaan dan antipati terhadap orang lain dengan berlindung di balik “kebebasan berpendapat“. Oleh karena itu, masyarakat harus kembali menerapkan etika berbahasa dunia nyata ke dalam interaksi dunia maya, agar kebebasan berpendapat tidak terus-menerus disalahartikan sebagai kebebasan untuk saling menghujat.

Krisis Kesantunan Berbahasa dalam Hate Comment pada Kolom Komentar Instagram @ahmaddhaniofficial

Mandi Untuk Menjaga Atau Merusak Skin Barrier? Evaluasi Dan Jaga Skin Barrier







