Opini
Beda Iklim,Beda Kandungan Skincare ? Yuk Cari Tahu
Published
3 weeks agoon
By
Mitra Wacana

Helena Danika Lailiyah,saya mahasiswi aktif di Universitas Islam Negeri Syarifhidayatullah Jakarta
Kulit merupakan organ manusia yang terletak di luar tubuh yang bersentuhan langsung dengan lingkungan luar yang memiliki berbagai macam kontaminasi,mulai dari bakteri,virus,kotoran,hingga ancaman lain yang dapat merusak tubuh baik kulit itu sendiri maupun organ dalam tubuh manusia. Kulit memiliki peran utama sebagai pelindung tubuh dari berbagai macam ancaman luar seperti bakteri dan virus,sehingga kebersihan dan kekuatan atau imunitasnya harus dijaga baik dari luar maupun dari dalam. Perawatan dari luar seperti skincare merupakan metode perawatan yang umum digunakan oleh manusia. Setiap manusia memiliki kebutuhan perawatan kulit yang berbeda – beda sesuai dengan umur,letak geografis,hingga iklim dari penggunanya. Lantas bagimana kita bisa memaksimalkan peran skincare yang kita gunakan dengan kebutuhan kulit kita ? Simak artikel ini !
- Pengertian Skincare dan Penggunaannya
Skincare merupakan salah satu model perawatan kulit yang dilakukan dengan berbagai tahapan dan berbagai macam produk yang bertujuan untuk menghasilkan kulit yang sehat,cerah,dan juga bersih. Skincare memiliki berbagai macam kegunaan seperti melindungi kulit dari kuman dan sinar matahari yang berbahaya,menenangkan kulit yang kemerahan,memperbaiki sel – sel kulit yang rusak,dan berbagai macam kegunaan lainnya. Tahapan skincare memang bermacam – macam,namum umumnya dapat dilakukan dengan simpel menggunakan 3 tahap yaitu pembersih wajah (sabun cuci muka),pelembab,dan sunscreen. Penggunaan ketika tahapan tersebut menjadi dasar dari penggunaan skincare dengan tujuan membersihkan,melembabkan,serta melindungi kulit wajah akibat sinar matahari.
Skincare memiliki berbagai macam jenis yang tersebar diseluruh dunia tergantung kebutuhan penggunanya. Ada skincare khusus mencerahkan,melembabkan,mencegah penuaan (anti-aging),hingga menghilangkan noda – noda di kulit. Tentunya setiap skincare dengan tujuan yang beragam tersebut memiliki kandungan zat aktif yang berbeda – beda. Pada skincare dengan tujuan mencerahkan biasanya kita menjumpai kandungan aktif seperti vitamin C atau pada produk skincare yang memiliki tujuan membersihkan biasanya terdapat kandungan AHA/BHA sebagai zat aktif untuk membersihkan wajah dari kotoran dan sel kulit mati. Penentuan zat aktif tersebut selain berdasarkan tujuan skincarenya dapat ditentukan berdasarkan iklim pasarnya.
- Bagaimana Perbedaan Iklim diseluruh Dunia
Bumi merupakan sebuah planet bulat dengan sisi yang berbeda – beda,perbedaan sisi tersebut dapat menyebabkan perbedaan suhu,cuaca,iklim,dan waktu pada setiap negara. Perbedaan iklim pada setiap negara atau benua didasari oleh letak geografis. Terdapat 5 iklim utama yang terbagi diseluruh negara yaitu iklim tropis (contohnya negara di benua ASEAN),subtropis atau sedang (contohnya negara di benua Asia timur seperti Jepang,Italia,Turki),dingin (contohnya negara Rusia,Kanada,Swedia),kering (contohnya negara Arab Saudi,Mesir,Australia) dan kutub (contohnya wilayah Greenland,Islandia,Alaska). Perbedaan tersebut yang menyebabkan kebutuhan kandungan skincare pada setiap wilayah berbeda – beda. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas beberapa iklim dan kecenderungan zat aktif atau kandungan yang efektif pada iklim tersebut.
- Faktor Perbedaan Kandungan Skincare Pada Setiap Iklim Di Dunia
Setiap kondisi cuaca atau iklim disetiap wilayah tentunya memiliki perbedaan permasalahan kulit yang harus dihadapi. Seperti pada iklim tropis,suhu pada daerah beriklim tropis cenderung tinggi dan lembab sekitar 25ºC hingga 38°C. Hal tersebut menyebabkan masyarakat daerah iklim tropis memiliki masalah kulit berupa kulit yang mudah kusam,rentan mengalami kemerahan, hingga munculnya flek hitam disekitar wajah akibat panas matahari. Kondisi tersebut menyebabkan masyarakat didaerah tropis cenderung lebih membutuhkan skincare dengan kandungan proteksi pada sinar UV dan skincare yang bisa menenangkan kulit yang kemerahan akibat panas matahari. Contoh kandungan skincare yang biasa dijumpai untuk menenangkan dan melindungi kulit adalah Aloe vera,Centella asiatica,Vitamin C,Niacinamide,dan masih banyak kandungan aktif lainnya. Untuk tekstur skincare,pada wilayah beriklim tropis cenderung lebih efektif pada skincare berbasis air atau lotion ringan yang mudah meresap dan non-comedogenic.
Pada iklim dingin dan kering suhu disana cenderung lebih tidak stabil dengan kelembapan udara yang rendah menyebabkan penguapan air dari kulit cukup signifikan. masyarakat pada iklim ini cenderung memiliki masalah kulit berupa kulit pecah – pecah,iritasi (eczema),hingga kulit bersisik. Kondisi kulit tersebut menyebabkan masyarakat pada iklim ini membutuhkan skincare dengan kandungan yang dapat mengunci kelembapan dan menahan molekul air di dalam kulit.Contoh kandungan aktif yang dapat mengunci kelembapan dan menahan molekul air yaitu Ceramides,Hyaluronic acid,Glycerin,dan zat aktif lainnya. Tekstur skincare yang cocok pada iklim ini yaitu skincare dengan tekstur balm,krim,atau skincare bebasis minyak.
Pada iklim kering dan panas suhu pada wilayah tersebut cenderung sangat tinggi dengan udara yang panas dan pada wilayah gurun cenderung berdebu atau berpasir akibat pasir gurun yang terbawa angin. Kondisi tersebut menyebabkan masyarakat di wilayah ini memiliki masalah kulit seputar dehisrasi kulit yang berat,kemerahan,serta penuaan dini. Beberapa permasalahan mirip seperti masyarakat yang berada pada wilayah tropis,namun kasus pada iklim kering dan panas ini biasanya lebih berat karena cuacanya yang lebih panas. Kondisi kulit tersebut menyebabkan masyarakat pada wilayah ini lebih membutuhkan skincare dengan kandungan yang dapat menghidrasi kulit dan melindungi serta memperbaiki kulit yang rusak akibat panas ekstrim. Contoh dari kandungan aktif yang dibutuhkan antara lain ada Aloe vera,Hyaluronic acid,Ceramides,Centella asiatica,dan zat aktif lainnya. Tekstur skincare yang cocok pada kondisi iklim tersebut diantaranya ada gel – cream yang dapat menghidrasi kulit dengan baik.
Pengetahuan seputar kandungan skincare wajib diketahui bagi penggunanya,supaya kandungan dalam skincare yang digunakan dapat bekerja secara optimal dan dapat menyelesaikan masalah kulit dengan baik dan tidak memunculkan masalah kulit baru akibat kandungan dan bentuk tekstur dari skincare yang digunakan kurang cocok dengan lingkungan sekitar. Edukasi sebelum bertindak dapat menyelesaikan masalah dan tidak menimbulkan masalah baru akibat kekeliruan. Kenali kulitmu,kenali skincaremu.
Daftar Pustaka
Andrini, N. (2023). Karakteristik Dan Perawatan Kulit Untuk Orang Asia. *Jurnal Pandu Husada*, 4(3), 14–22. Link Jurnal: https://jurnal.umsu.ac.id/index.php/JPH
Anjarsari, D. S., Imaningsih, A. N., Arviani, I., & Prasetyo, A. Y. (2025). Hubungan Penggunaan Face Mist Berbahan Dasar Alami terhadap Kesehatan Kulit Wajah Pada Cuaca Ekstrem Di Kalangan Masyarakat Kabupaten Jombang. *Innovative: Journal Of Social Science Research*, 5(1), 1090–1102. Link Jurnal: https://j-innovative.org/index.php/Innovative
Dzakiyyah, N. P. H. (2023). Pengaruh Chemical Exfoliator AHA pada Skincare. *Bohr: Jurnal Cendekia Kimia*, 1(2), 65–70. Link Jurnal: https://e-journal.upr.ac.id/index.php/bohr/
Ningrum, Y. D. A., Sholeh, A. B., & Ramadhini, A. (2024). Optimasi Formula Dan Uji Evaluasi Fisik Sediaan Essence Kombucha dengan Variasi Konsentrasi Propylenglikol dan Gliserin. *JIFI (Jurnal Ilmiah Farmasi Imelda)*, 7(2), 86–95. Link Jurnal: https://jurnal.uimedan.ac.id/index.php/JURNALFARMASI
Opini
Krisis Kesantunan Berbahasa dalam Hate Comment pada Kolom Komentar Instagram @ahmaddhaniofficial
Published
2 days agoon
23 June 2026By
Mitra Wacana

Adela Damanik mahasiswi Sastra Indonesia di Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas
Pada tanggal 20 Mei lalu, akun Instagram @ahmaddhaniofficial mendapatkan 700 lebih komentar buruk. Sebuah unggahan yang menampilkan Ahmad Dhani bersama istrinya saat menghadiri sebuah rapat dengan keterangan, “Barusan dengar pidato Presiden yang revolusioner soal menentukan sendiri harga sawit, batu bara, nikel, dan lain-lain. Slide 2 video colongan Raffi Ahmad,” dihujani komentar-komentar berupa opini, kritik pedas, hujatan, hingga kata-kata kasar yang ditujukan kepada Ahmad Dhani dan istrinya. Fenomena hate comment seperti ini sepertinya sudah dinormalisasikan di ruang digital kita.
Berdasarkan data Napoleon Cat pada Januari 2026, jumlah pengguna Instagram di Indonesia mencapai 121, 54 juta pengguna, atau setara dengan 42,4% dari total populasi penduduk Indonesia. Tingginya angka tersebut, menunjukkan bahwa masyarakat lebih memilih berkomunikasi di dunia maya. Platform ini memang media yang mudah untuk berkomunikasi, berinteraksi, berekspresi, dan berkolaborasi, berbagi, menyampaikan pendapat atau kririk secara virtual (Aji, 2023). Kita dapat melontarkan apapun dengan siapapun, kapanpun, dan dimanapun. Namun, kemudahan ini justru membuat interaksi di dunia maya menjadi pisau bermata dua. Alih-alih membuat obrolan makin seru, komentar yang dilontarkan kerap memicu konflik.
Berlindung dibalik “kebebasan berpendapat” membuat membuat kita sebagai netizen sering sekali asal dalam berbicara. Netizen cenderung melontarkan komentar buruk kepada penerima tuturan tanpa memikirkan perasaan si penerima tuturan. Etika berbicara yang biasanya dijaga ketika berkomunikasi secara langsung, mendadak hilang saat jari mulai menari di atas layar gawai. Apabila hal terus dinormalisasikan, media sosial yang awalnya menjadi ruang interaksi yang sehat justru berbalik menjadi lingkungan toxic yang memudarkan kesantunan berbahasa.
Untungnya, persoalan ini dapat diatasi dengan sebuah ilmu bahasa, khususnya dalam kajian pragmatik. Ada satu teori yang menerapkan enam aturan dalam menjaga kesantunan berbahasa. Keenam aturan ini dirumuskan dalam teori prinsip kesantunan berbahasa Geoffrey Leech yang terdiri dari: maksim kearifan, kedermawanan, penghargaan, kesederhanaan, kemufakatan, dan kesimpatian.
Namun, teori tetaplah teori jika tidak dipraktikkan. Ratusan hate comment pada akun Instagram Ahmad Dhani tersebut bukan lagi sekadar kebebasan berekspresi, melainkan wujud nyata pelanggaran prinsip kesantunan berbahasa. Lantas, seperti apa persisnya bentuk-bentuk pelanggaran yang dilakukan netizen saat sedang memuaskan ego untuk mengkritik orang lain?
- Maksim Kearifan
Maksim kearifan dalam hal yang bersifat imposisi dan komisi, yang umumnya diterapkan dalam tindak tutur ilokusi direktif dan komisif. Prinsip ini meminimalkan beban atau kerugian bagi orang lain, serta memaksimalkan keuntungan atau manfaat bagi mitra tutur. Dalam kegiatan bertutur, maksim ini menuntut penutur untuk selalu mengurangi keuntungan diri sendiri demi memprioritaskan kenyamanan pihak lain. Pelanggaran maksim kearifan, yaitu peserta tutur memaksimalkan kerugian orang lain, atau meminimalkan keuntungan orang lain. Bentuk pelanggaran maksim penghargaan terdapat pada tuturan berikut:
Aithoshoutai: “@secondrecht.catalogue dodol barang gak jelas gak usah nyocot cok 😂” (Jual barang gak jelas gak usah nyocot cok 😂)
Tuturan @aithoshoutai termasuk pelanggaran maksim kebijaksanaan karena memaksimalkan kerugian orang lain. Maksud dari akun instagram @aithoshoutai adalah menyampaikan ketidaksetujuan dengan pendapat akun instagram @secondrecht.catalogue, tetapi tidak menggunakan bahasa yang tidak santun dan merugikan orang lain dengan menjelek-jelekkan jualan orang lain.
- Maksim Kedermawanan
Penutur meminimalkan keuntungan bagi diri sendiri dan memaksimalkan keuntungan bagi orang lain. Pelanggaran maksim kedermawanan, yaitu peserta pertuturan memaksimalkan atau memperbanyak keuntungan bagi diri sendiri dan meminimalkan keuntungan bagi pihak lain. Namun, maksim kedermawanan tidak terdapat pada kolom komentar @ahmaddhaniofficial.
- Maksim Penghargaan
Penutur meminimalkan kritik/celaan terhadap orang lain dan memaksimalkan pujian kepada orang lain. Pelanggaran maksim penghargaan ini, yaitu tidak memberikan penghargaan pada pihak lain. Bentuk pelanggaran maksim penghargaan terdapat pada tuturan berikut:
Zahra_store_pekalongan: “NGGAK PANTAS JADI ANGGOTA DPR. YG MILIH SOPO TO.” (Nggak pantas jadi anggota DPR. Yg milih siapa sih.)
Tuturan akun instagram @zahra_store_pekalongan termasuk pelanggaran maksim kebijaksanaan karena memaksimalkan penghinaan terhadap pihak lain, yaitu Ahmad Dhani dan Mulan Jamela. Pengguna instagram tersebut secara tidak langsung ingin menyampaikan maksud bahwa Ahmad Dhani dan Mulan Jamela tidak bekerja dengan baik dengan menyampaikan penghinaan secara langsung melalui ungkapan “Nggak pantas jadi anggota DPR.”
- Maksim Kesederhanaan
Penutur yang santun meminimalkan pujian terhadap dirinya sendiri dan memaksimalkan celaan/kerendahan terhadap dirinya sendiri. Menyombongkan diri atau menyetujui pujian tentang diri sendiri dianggap tidak santun. Pelanggaran maksim ini yaitu peserta tutur tidak dapat bersikap rendah hati dengan cara menambah pujian terhadap dirinya sendiri. Namun, maksim kesederhanaan tidak terdapat pada kolom komentar @ahmaddhaniofficial.
- Maksim Kemufakatan
Penutur harus mengurangi ketidak sesuaian antara diri sendiri dengan orang lain, dan tingkatkan persesuaian antara diri sendiri dengan orang lain. Pelanggaran maksim ini yaitu penutur dan lawan tutur meminimalkan kesetujuan di antara mereka, dan memaksimalkan ketidaksetujuan di antara mereka.
Secondrecht.catalogue: “Revolusioner ndasmu 😂.” (Revolusioner mulutmu 😂.)
Tuturan akun instagram @secondrecht.catalogue termasuk pelanggaran maksim kemufakatan karena memaksimalkan perbedaan pendapat dan meminimalkan kesetujuan yang sesuai dengan konteks postingan. Pengguna instagram tesebut secara tidak langsung menyampaikan ketidaksetujuan terhadap pidato presiden mengenai revolusioner melalui ungkapan “Ndasmu,” di mana kata ndasmu merupakan bahasa kasar dari Bahasa Jawa yang memiliki artimu mulutmu.
- Maksim kesimpatian
Maksim kesimpatian mengharuskan semua peserta pertuturan untuk memaksimalkan rasa simpati, dan meminimalkan rasa antipati kepada lawan tuturnya. Pelanggaran maksim ini, yaitu peserta pertuturan tidak memaksimalkan rasa simpati, dan tidak meminimalkan rasa antipasti kepada lawan tuturnya.
Muh.philow2020: “Jin kampret emang jodoh sama jin dasim 😂😂.” (Jin kampret emang jodoh sama jin dasim 😂😂.)
Tuturan akun instagram @muh.philow2020 termasuk pelanggaran maksim kesimpatian karena meminimalkan simpati dan memaksimalkan antipati. Pengguna instagram menggunaakan bahasa yang tidak santun dengan menyebutkan Jin Kampret dan Jin Dasim sebagai Ahmad Dhani dan Mulan Jameela. Penutur menyampaikan ketidaksukaannya terhadap orang lain dengan menamai manusia sebagai jin. Padahal unggahan akun @ahmaddhaniofficial tidak ada yang salah, hanya mengunggah foto ia bersama sang istri pada slide pertama dan keadaan ruang sidang pada slide kedua.
Pada akhirnya, ratusan komentar negatif di akun @ahmaddhaniofficial membuktikan bahwa netizen Indoensia memang sedang mengalami krisis kesantunan yang cukup parah. Melalui teori Geoffrey Leech, terbukti bahwa banyak netizen secara sadar maupun tidak sadar telah melanggar maksim kearifan, penghargaan, kemufakatan, hingga kesimpatian. Alih-alih meredam ego, pengguna media sosial justru sering kali memaksimalkan celaan dan antipati terhadap orang lain dengan berlindung di balik “kebebasan berpendapat“. Oleh karena itu, masyarakat harus kembali menerapkan etika berbahasa dunia nyata ke dalam interaksi dunia maya, agar kebebasan berpendapat tidak terus-menerus disalahartikan sebagai kebebasan untuk saling menghujat.

Krisis Kesantunan Berbahasa dalam Hate Comment pada Kolom Komentar Instagram @ahmaddhaniofficial

Mandi Untuk Menjaga Atau Merusak Skin Barrier? Evaluasi Dan Jaga Skin Barrier







