web analytics
Connect with us

Berita

Pernyataan Sikap Perkumpulan Mitra Wacana, Teror Terhadap Andrie Yunus

Published

on

Teror terhadap Andrie Yunus

Serangan terhadap Seluruh Pembela HAM

Pernyataan Sikap Perkumpulan Mitra Wacana

Perkumpulan Mitra Wacana mengecam keras tindakan kekerasan berupa penyiraman air keras yang menimpa Andrie Yunus, Wakil Koordinator KontraS. Serangan ini bukan hanya tindakan kriminal terhadap individu, tetapi juga teror politik yang mengancam keselamatan para pembela hak asasi manusia dan mempersempit ruang demokrasi di Indonesia.

Andrie Yunus dikenal sebagai aktivis yang gigih, kritis, dan berani menyuarakan kebenaran. Serangan ini jelas bertujuan membungkam para pembela HAM dan masyarakat sipil yang menuntut keadilan dan perlindungan hak-haknya. 

Kekerasan semacam ini mencerminkan praktik intimidasi yang dibiarkan terjadi di tengah Negara seharusnya menjamin perlindungan bagi pejuang HAM.

Perkumpulan Mitra Wacana menyerukan:

1. Aparat penegak hukum segera mengusut tuntas kasus ini, menangkap pelaku, dan mengungkap dalang di balik serangan.

2. Pelindungan penuh bagi Andrie Yunus dan seluruh pembela HAM yang menghadapi ancaman.

3. Transparansi proses hukum dan pemulihan menyeluruh bagi korban, termasuk layanan medis dan rehabilitasi fisik maupun psikologis.

Kami berdiri bersama seluruh pejuang HAM dan masyarakat sipil untuk memperkuat solidaritas, menolak intimidasi, dan melanjutkan perjuangan demi demokrasi yang adil dan penghormatan terhadap hak asasi manusia.

 

Hormat kami,

Perkumpulan Mitra Wacana

Ketua,

Wahyu Tanoto

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Berita

KOPPMI Perkuat Kapasitas Purna Pekerja Migran melalui Pelatihan Manajemen Organisasi dan Pembuatan Pupuk Organik Cair

Published

on

Oleh Iman Amirullah
Cilacap
— Koordinasi Purna Pekerja Migran Indonesia (KOPPMI) menyelenggarakan pelatihan capacity building bertema “Persoalan-Persoalan Manajemen pada Komunitas Perempuan Purna Pekerja Migran Petani” yang dipadukan dengan pelatihan pembuatan pupuk organik cair.

Kegiatan ini berlangsung di rumah salah satu anggota, Bu Mus, di Desa Karangjengkol, Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap, pada Selasa (21/7).

Pelatihan diikuti anggota KOPPMI yang merupakan perempuan purna pekerja migran dan kini menekuni sektor pertanian. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas organisasi sekaligus meningkatkan keterampilan anggota dalam mengembangkan pertanian yang sehat, mandiri, dan berkelanjutan.

Pelatihan menghadirkan tiga narasumber dari STIE Muhammadiyah Cilacap, yaitu Tri Nurindahyanti, S.E., Rustina Dewi, S.E., M.M., dan Wignyo, S.Kom., S.E. Ketiganya memberikan materi mengenai penguatan manajemen organisasi komunitas serta praktik pembuatan pupuk organik cair yang dapat diterapkan langsung oleh para peserta.

Dalam sesi capacity building, peserta mendapatkan pembekalan mengenai pengelolaan organisasi, kepemimpinan komunitas, pembagian peran, serta strategi memperkuat solidaritas antaranggota agar mampu mengembangkan organisasi yang lebih mandiri dan berdaya.

Sementara itu, pelatihan pembuatan pupuk organik cair bertujuan mendorong terciptanya ketahanan pangan keluarga yang sehat sekaligus mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk berbahan kimia.

                                  Peserta mengikuti pelatihan membuat pupuk organisasi. Dok. KOPPMI

KOPPMI menilai penggunaan pupuk kimia secara terus-menerus dapat berdampak buruk terhadap kesehatan dan menurunkan tingkat kesuburan tanah. Selain itu, kelangkaan dan tingginya harga pupuk kimia membuat petani sering kali menjadi pihak yang paling terdampak oleh dinamika dan permainan pasar global.

Melalui pelatihan ini, peserta diajarkan memanfaatkan limbah organik yang mudah ditemukan di sekitar, seperti kotoran ternak, dedaunan, dan sisa-sisa hasil pertanian, untuk diolah menjadi pupuk organik cair yang berkualitas, murah, dan ramah lingkungan.

KOPPMI berharap para purna pekerja migran dapat menerapkan pengetahuan tersebut secara mandiri sehingga mampu mengurangi biaya produksi pertanian, meningkatkan produktivitas lahan, sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga.

Selain meningkatkan keterampilan teknis, kegiatan ini juga menjadi ruang konsolidasi bagi para anggota untuk saling berbagi pengalaman, memperkuat jejaring, dan membangun kemandirian ekonomi perempuan purna pekerja migran melalui sektor pertanian berkelanjutan.

Continue Reading

Trending